Home / News

Rabu, 20 Oktober 2021 - 22:35 WIB

Menteri PPPA Berharap Oknum Kapolsek Parigi Moutong Diberi Sanksi Berat

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga. (Foto: Kemen PPPA)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga. (Foto: Kemen PPPA)

NYATANYA.COM, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengecam dugaan tindakan asusila yang dilakukan terduga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Lebih lanjut, Menteri PPPA mengatakan, tindakan asusila tersebut telah merendahkan martabat perempuan.

“Proses hukum terkait kasus ini kami percayakan pada pihak kepolisian, kami juga melakukan koordinasi dengan dinas pengampu urusan pemerintahan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak untuk mengawal kasus ini, khususnya pada perlindungan dan penanganan korban termasuk memberikan pendampingan korban untuk trauma healing akibat kekerasan yang dialami,” ujar Menteri PPPA di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Menteri PPPA juga menyatakan, pihaknya menghormati proses hukum oleh pihak kepolisian terhadap kasus ini.

Baca juga   Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Hati-hati tapi Jangan Paranoid

“Saya meyakini, kasus ini akan ditangani hingga tuntas oleh pihak kepolisian dan penanganan yang dilakukan akan mempertimbangkan prinsip perlindungan dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban,” tuturnya.

Menteri PPPA pun mengharapkan adanya penegakan hukum secara tegas kepada oknum Kapolsek Parigi Moutong sebagai terduga pelaku kekerasan seksual.

“Perlu adanya penerapan pasal pemberatan hukuman serta pasal berlapis dalam proses hukum oknum kapolsek tersebut,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menilai perlu adanya sanksi etik dengan ancaman tertinggi melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Republik Indonesia. Hal ini berdasarkan pada Pasal 11 huruf a jo Pasal 12 ayat (1) huruf a PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca juga   Ini Penjelasan Kemenhub Terkait Inmendagri Naik Pesawat Wajib PCR

Menteri PPPA memberikan apresiasi atas kebijakan yang dikeluarkan Kapolda Sulawesi Tengah yang membebastugaskan terduga untuk memperlancar jalannya proses pemeriksaan.

“Mewakili masyarakat, kami meminta Polda Sulawesi Tengah untuk memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat tentang penanganan kasus dugaan tindakan asusila oleh Kapolsek Parigi Moutong,” tutup Menteri PPPA.

Kapolsek Parigi Moutong berinisial IDGN diduga melakukan tindakan asusila terhadap S. Kasus ini bermula dari iming-iming oknum Kapolsek Parigi Moutong terhadap S yang mengatakan akan membebaskan ayah S yang ditangkap oleh kepolisian karena diduga mencuri ternak. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat direalisasikan secara optimal demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh yang terdampak pandemi Covid-19. (Foto: Biro Humas DPR RI)

News

Pulihkan Kesejahteraan Buruh, Ketua DPR Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022
(ilustrasi:nyatanya.com)

News

Positif Covid-19 di DIY Melonjak Lagi, Hari Ini Tambah 2.145 Orang, Sembuh 1.116 Kasus
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

299 Nakes di RS Rujukan Covid-19 Yogya Terpapar Corona
Tak ingin masyarakat susah, Pemkab Karanganyar gratiskan isi ulang oksigen. (Foto: Diskominfo Karanganyar)

News

Perlu Ditiru! Pemkab Karanganyar Gratiskan Isi Ulang Oksigen
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

News

Perketat PPKM, Pemkab Sragen Larang Hajatan dan Arisan
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Kasus Covid-19 DIY Hari Ini, Sembuh Tambah 1.207 Orang, Meninggal 39
Ganjar Pranowo memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di RSDC Asrama Haji Donohudan dengan memakai hazmat. (Foto: Humas Jateng)

News

Pakai Hazmat, Ganjar Pimpin Upacara Kemerdekaan di RSDC Donohudan
Longsor talud jalan Dusun Dadapan Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kbupaten Magelang akibat hujan yang terus mengguyur selama dua hari kemarin. (Foto: Humas/beitamagelang)

News

Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Bencana Landa Kabupaten Magelang