Home / Buku

Kamis, 5 Agustus 2021 - 11:03 WIB

Menyiasati Isu Lingkungan Masyarakat Eropa

Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Perkembangan green wave di Eropa telah memunculkan kekhawatiran: Akankah hubungan Indonesia – Uni Eropa mengalami kendala yang lebih berat atau justru menjadi momentum penguatan kerja sama kedua pihak?

Setidaknya ada dua isu yang dapat diperdebatkan dalam hubungan Indonesia – Uni Eropa, yakni sawit dan deforestasi. Praktik perdagangan yang menyudutkan sawit berpotensi terus berlanjut.

Yang mengkhawatirkan adalah bilamana muncul kebijakan baru yang lebih memperberat posisi sawit dan kemudian merambah industri makanan, kesehatan dan isu degradasi lingkungan.

Buku Isu-Isu di Eropa, yang diterbitkan Graha Ilmu. (Foto: dokumentasi graha ilmu)

Gelombang hijau memang tengah melanda Eropa. Isu lingkungan telah menjadi tema sentral pemilu parlemen Eropa lalu. Uni Eropa mulai membidik komoditas tropis, terutama sawit yang dipandang sebagai sumber deforestasi.

Partai hijau di Parlemen Eropa menangguk untung. Dalam pemilu parlemen lalu perolehan kursi partai ini meningkat signifikan di Jerman dan Prancis. Meski belum berhasil menjadi mayoritas, pengaruh partai hijau di parlemen tidak dapat disepelekan.

Baca juga   Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis

Kini dua kelompok politik terbesar di parlemen (EPP dan S&D) membutuhkan dukungan mereka, terutama dalam agenda setting politik ke depan.

Untuk mengatasi ketimpangan perspektif antara Indonesia dan Uni Eropa mengenai sawit dan deforestasi, penajaman diplomasi sawit berbasis dialog sekaligus menggandeng industri Eropa menjadi kunci.

Kesiapan Indonesia untuk membangun komunikasi dengan Uni Eropa ditegaskan kembali oleh Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuan Menteri ASEAN PMC+1 dengan UE. Saat ini modalitas kerjasama grup ini tengah dimatangkan kedua pihak.

“Dengan populasi yang cukup tinggi, negara-negara Eropa memanfaatkan industri untuk menopang kehidupan masyarakatnya. Di tengah majunya industrialisasi, di sana muncul isu kesehatan, lingkungan dan fenomena xenofobia. Isu-isu ini sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi, sosial dan politik masyarakat,” ujar Melaty Anggraini, M.A., dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Lampung ini melanjutkan studi S2 di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2019 dia aktif sebagai dosen Jurusan Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Baca juga   Banjir Besar Melanda Dunia

Bersama Nadia Fransiska dan Jesica Nikita Rachel br Ginting, Melaty Anggraini, M.A., menulis buku Isu-Isu di Eropa yang membahas berbagai isu yang saat ini sedang popular di Eropa, utamanya tentang pengaruh kebudayaan masyarakat Eropa terhadap isu lingkungan.

Nadia Fransiska menyoroti persoalan larangan ekspor produk kelapa sawit Indonesia sementara Nikita Rachel br Ginting menyoroti isu fenomena xenophobia.

Penulisan buku Isu-Isu di Eropa merupakan program One Cluster One Book dari Laboratorium Organisasi Internasional Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta.

“Isu sawit dan deforestasi dimanfaatkan Uni Eropa untuk menekan Indonesia. Berbagai macam hambatan mereka ciptakan untuk membendung sawit yang sempat membanjiri pasar Eropa. Presiden Jokowi telah memprogramkan biodiesel yang mengandung minyak nabati lebih banyak untuk menyerap produk sawit,” kata Melaty Anggraini, M.A., menutup pembicaraan. (N1)

Share :

Baca Juga

Bupati Kudus HM Hartopo saat mengunjungi perpustakaan daerah di Desa Tumpangkrasak dan Loram Wetan. (Foto: Diskominfo Kudus)

Buku

Replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Vini Indriasari dan bukunya Citra Digital dengan Remote Sensing. (Ilustrasi grafis: nyatanya.com/Foto: dokumentasi Teknosain)

Buku

Data Satelit Bisa Diperoleh Secara Gratis

Buku

Walikota Yogya Raih Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021
Buku Kisah Lima Sahabat karangan Ratri Gunariyanti yang diterbitkan Pustaka Anak. (Foto:dokumentasi pustaka anak)

Buku

Bening, Gadis Rimba yang Luar Biasa
Buku Diplomasi Indonesia di Era Global yang ditulis Desy Nur Aini Fajri bersama mahasiswanya. (Ilustrasi/Foto: dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Meski Pandemi, KBRI Beijing Terus Lakukan Diplomasi
Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

Buku

Banjir Besar Melanda Dunia
Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Buku

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring
Perpustakaan Kota Yogyakarta kembali membuka layanan membaca di tempat, dengan kuota terbatas. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Perpustakaan Kota Yogya Kembali Buka Layanan Baca di Tempat