Home / Panggung

Jumat, 15 Juli 2022 - 10:27 WIB

Merawat Peradaban “Local Heroes”, Karya Instalasi Heru Siswanto di Song Art Exhibition

Heru Siswanto bersama karya instalasi bertajuk

Heru Siswanto bersama karya instalasi bertajuk "Local Heroes" gerombolan semut merah terakota. Foto: Ist

NYATANYA.COM, Bantul – Ada yang beda dan tampak menonjol dalam ajang Song Art Exhibition yang berlangsung di Joblang Kemuning (Joning) Art Space, Area Persawahan Pendowoharja, Kapanewon Sewon Bantul.

Karya instalasi Heru Siswanto yang diberi lebel “Local Heroes” berupa sekerumunan serangga semut berjumlah 70 ekor dengan seekor semut lebih besar dari lainnya.

Karya instalasi yang tertata sedemikian apik seolah menceritakan sebuah pergerakan semut merah dari berbagai arah turun menuju satu tujuan bersama.

Dengan memadukan konsep mixed media terrakota, fiber dan kawat tembaga, sepertinya Heru ingin mengungkapkan kisah perjuangan masyarakat kasongan yang setia pada peradaban gerabah sebagai sumber kehidupan harian mereka, sejak dulu hingga saat ini.

“Heroes atau pahlawan itu tidak hanya mereka yang gugur di medan pertempuran saja. Namun mwreka yang memikiki keteguhan hati serta semangat untuk untuk terus bertahan pada karya-karya peradaban seperti gerabah atau terrakota mereka juga layak disebut pahlawan dalam skup lokalitas,” tutur Heru, Kamis (14/7/2022).

Baca juga   Agendakan Lur, Wayang Jogja Night Carnival #7 Digelar 7 Oktober 2022

Dijelaskan Heru, spirit kebersamaan masyarakat Kasongan dalam mempertahankan peradaban Gerabah bukan saja karena alasan ekonomi semata.

Namun juga kesejarahannya terkait dengan keberadaan kerajinan gerabah di Kasongan yang tidak dapat dipisahkan dengan eksistensi ketokohan seorang bernama Kiai Song atau yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai Kiai Abdurrauf.

Kiai Song merupakan sosok pahlawan lokal yang mengajari membuat gerabah sebagai bentuk perjuangan melawan penjajahan Belanda semasa terjadinya perang Jawa oleh Pangeran Diponegoro (1825-1830).

Kiai Song sendiri seorang prajurit Diponegoro yang ditugaskan untuk melakukan perlawanan di sekitar kawasan itu. Dari nama Kiai Song itulah nama Kasongan kemudian dikenal sebagai kawasan atau wilayah perjuangannya.

“Kiai Song mengajari rakyat untuk tidak menanam padi dan bahan pangan karena setiap kali panen selalu diambil paksa untuk memenuhi kebutuhan pangan pasukan Belanda. Sebagai sumber kehidupan Kiai Song mengajari rakyat membuat kerajinan gerabah salah satunya bentuk celengan,” urai owner Joning Art Space ini.

Baca juga   Foto: Upacara Adat Pisungsung Jaladri di Pantai Parangtritis

Bertolak dari kesejarahan itulah, Heru lantas membuat karya dengan memadukan konsep terrakota berupa 70 ekor semut yang memiliki kekentalan tradisi terkait dengan cara pandang filosofi orang Jawa.

Angka tujuh atau pitu memiliki pemaknaaan pituduh, pitulungan. Selain itu semut yang paling besar selain dimaknai sebagai sosok kepemimpinan juga merupakan bentuk celengan yang oleh masyarakat Jawa menjadi wadah untuk menabung.

“Nilai-nilai yang sangat mendasar dalam karya terrakota tempo dulu adalah celengan, itu ternyata menjadi sikap dasar orang Jawa yang rajin menabung untuk masa depan anak-anak bahkan cucu mereka,” pungkas Heru.

(*/N3)

Share :

Baca Juga

Yohanes Siyamta. (Foto: Istimewa)

Panggung

Yohanes Siyamta, Pustakawan UAJY Peraih Juara Lomba Cipta Lelagon Bocah
Jumpa pers Intimate concert “Cassette Tape Nostalgia”. Foto: Ist

Panggung

Intimate Concert “Cassette Tape Nostalgia” Hadirkan NewDays, Sophie, Shakey, Stereovila, hingga DR.PM
Penampilan R-Plus di Koesplusan Jenggleng Cafe & Resto, Jumat (18/6/2022). Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Menikmati Hangatnya “Aku dan Dirimu” bersama R-Plus
Pameran seni rupa wayang bertajuk "Kita adalah Wayang" diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November. (Foto: Angkasa Pura 1)

Panggung

Pameran Seni Rupa “Kita Adalah Wayang” Digelar di Bandara YIA
Vero Kanaya. (Foto:nyatanya.com/dok.pribadi)

Panggung

Vero Kanaya dan Single ‘Lilo Loro’
Indro Warkop di makam istrinya. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)

Panggung

Genap 3 Tahun Ditinggal Istri Tercinta, Indro Warkop Ungkapkan Hal Ini
GKR Hemas menggoreskan kuas mengawali kegiatan Vaksinasi Live Painting On The Spot yang digelar di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Ini Istimewanya Yogya, Vaksinasi Live Painting On The Spot
Tiara Marleen. Foto: Ist

Panggung

Pedangdut Tiara Marleen Ditetapkan Tersangka Dugaaan Pencemaran Nama Baik