NYATANYA.COM, Sleman – Sebagian jenis tanaman anggur import (awalnya berasal dari luar negeri) bisa tumbuh baik dan berbuah secara maksimal ketika ditanam di Indonesia.
Bahkan tanaman anggur tersebut juga dapat diperbanyak di Indonesia, misalnya dengan stek batang. Hal ini sudah diterapkan oleh Chodarsin yang tinggal di Sidoarum Godean Sleman.
Sekitar, satu setengah tahun lalu ia sudah senang menanam jenis-jenis tanaman anggur import, misalnya ada ninel, gosah, velez dan trans. Sebagian tanaman anggur tersebut sudah ada yang tiga kali periode berbuah.Lalu agar tanaman anggur tak mudah terserang penyakit dan bisa berbuah maksimal, ia punya beberapa trik penting.
“Mulai dari pemilihan bibit tanaman anggur, cara penanaman, perawatan hingga pemanenan buah anggur dapat dipelajari dari berbagai sumber. Termasuk bisa belajar dari yang sudah banyak pengalaman membudidayakan tanaman anggur,” paparnya, baru-baru ini.
Sebagian jenis tanaman anggur, sebut Chodarsin, memang ada yang cukup sulit dalam perawatannya, namun jika ada beberapa perlakuan atau trik-trik perawatan khusus akan bisa tumbuh baik serta berbuah rutin.
Artinya pula dari sisi adaptifitas, ada jenis tanaman anggur yang sangat adaptif di Indonesia. Namun, ada pula yang kurang adaptif, hingga ada yang tak adaptif sama sekali.
Adapun waktu terbaik penanaman bibit tanaman anggur, jika lahannya tak berada di green house sebaiknya pada awal musim kemarau, sebab bibit tanaman anggur cukup rentan penyakit seperti busuk akar jika sering terkena hujan dan kelembaban tanah tinggi.
“Tapi kalau berada di green house, misalnya bagian atas ada atap berbahan plastik UV ditanam pada musim penghujan, tak masalah,” tandasnya.
Lubang tanam untuk tanaman anggur, ia biasa menggali terlebih dahulu 60x60x60 cm. Tanah hasil galian lubang tersebut sebaiknya dicampur pupuk kandang dan kapur dolomit, lalu diaduk-aduk sampai bercampur rata.
Setelah itu dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam hingga penuh dan siram air hingga cukup lembab. Sekitar dua minggu kemudian digali lagi dan digunakan untuk menanam bibit tanaman anggur.
“Pemupukan rutin untuk tanaman anggur, saya biasanya menggunakan pupuk cair organik yang dicampur air. Hasilnya cukup dikocorkan di dekat tanaman, seminggu sekali,” ungkap Chodarsin.
Bapak dari tiga anak ini menambahkan, rambatan atau para-para untuk tanaman anggur dibuat sekuat mungkin agar tak mudah roboh. Ia menggunakan baja ringan serta kawat-kawat dengan tinggi dari tanah sekitar 210 cm.
Menurutnya, di lahan untuk menanam tanaman anggur sebaiknya diberi perangkap hama buah anggur, misalnya lalat buah. Caranya bisa menggantungkan botol yang diberi lem perangkap hama.
Sedangkan sejak bunga hingga buah anggur siap dipanen butuh waktu sekitar 2,5 bulan. Ada baiknya pula, ketika buah anggur masih muda hingga siap untuk dipanen dibrongsong menggunakan kain brongsong yang dapat dibeli di toko pertanian.
“Tak kalah penting untuk diperhatikan, lokasi untuk menanam tanaman anggur harus banyak terkena sinar matahari dari pagi hingga sore hari, sehingga tak mudah terkena penyakit serta bisa berbuah secara maksimal,” tandasnya. (*)