Home / Panggung

Senin, 31 Oktober 2022 - 23:31 WIB

Merayakan Kreativitas Ala DKV ISI Surakarta, Gelar Pameran ‘Genap’ dan Talkshow Menarik

Pameran DKVACT #8 ISI Surakarta. Foto: Ist

Pameran DKVACT #8 ISI Surakarta. Foto: Ist

NYATANYA.COM, Surakarta – Prodi DKV FSRD ISI Surakarta menggelar puncak event pameran DKVACT #8 bertajuk ‘Genap’ yang dihelat di Gedung Biru STC, Kawasan Solo Technopark, Surakarta, 28 – 30 Oktober 2022.

Acara yang menginjak tahun ke delapan ini mengusung tema Genap yang memiliki arti melengkapi kembali hal-hal yang telah pudar maupun hilang di lingkungan masyarakat.

Tema tersebut didukung dengan 5 pattern yang sekaligus menjadi tujuan dari acara ini yaitu sudut pandang, adaptasi, responsif, evolusi dan evaluasi.

Pameran dibuka oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. dan dihadiri Dr. Ana Rosmiati, S.Pd., M.Hum. selaku Dekan FSRD ISI Surakarta, Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn Kaprodi DKV, sejumlah dosen, perwakilan dari Solo Technopark, serta sejumlah tamu undangan.

Foto: Ist

Dalam event kreatif ini juga mengadakan kolaborasi dengan coffee shop yang ada di Solo yakni Stieti Coffee, Srengenge Kopi, dan Laju Kopi dalam bentuk kolaborasi berupa rilis kemasan spesial kopi untuk event DKVACT #8, dimana packaging tersebut tersedia dari H-7 sebelum hingga acara selesai.

Mereka hadir dalam event utama berupa pameran DKVACT #8 yang memajang dengan 2 kategori karya, yaitu tematik dan ekspresif, dimana karya tematik menampilkan hasil rebranding 15 UMKM yang ada di Solo, sedangkan karya ekspresif menampilkan 35 karya yang berupa bentuk respon dari tema yang diangkat dengan terbagi menjadi 2 kategori yaitu karya instalasi berjumlah 7 dan karya ekspresif berjumlah 28 dalam bentuk poster.

Baca juga   Festival Jogja Kota, Usung Karakter Khas Kampung di Yogyakarta

Menurut Asmoro Nurhadi Panindias bahwa pameran rutin tahunan karya mahasiswa pada tahun ini sedikit berbeda karena dalam proses berkarya berkolaborasi dengan pihak eksternal seperti UMKM dan beberapa stakeholder lainnya di kota Solo sehingga mampu menjawab solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Selain itu juga diselenggarakan Abhipraya Awards 2022 sebagai event penganugerahan karya terbaik mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta dengan 5 (lima) kategori, yaitu Identitas Visual, Ilustrasi Terapan,  Printed Media, Audio Visual, dan Digital Design dengan total karya 35 karya yang terdiri dari 4 kategori namun untuk kategori Digital Design tidak ada yang mendaftar.

Foto: Ist

Daftar pemenang Abipraya Awards 2022 untuk kategori Ilustrasi Terapan, yaitu Heru Catur dan Seful Muslimin dengan judul karya The Act, The Lazy and The Trouble Maker, untuk kategori Audio Visual atas nama Akhlis Dwi Krismawan, Aris Ardiyanto, Hanif Almadani Utomo, Imtikhan Maulid, dan Rezkika Bayu Pradana dengan judul karya Bring Back Glory.

Sedangkan untuk kategori Identitas Visual jatuh pada Widhi Mintarso, Sartika dan Christo Ronaldo Siahaan dengan judul karya Madu Mar’a, selanjutnya kategori Printed Media atas nama Duffan Indrawan Munir Assegaf dengan judul karya Unggah-Ungguh.

Baca juga   ASEAN Paragames Rampung Digelar, Presiden Jokowi Joging di CFD

Karya tersebut hasil penilaian ketiga dewan juri yang juga dosen internal prodi, yaitu Asmoro Nurhadi Panindias, Rendya Adi Kurniawan, dan Ipung Kurniawan Yunianto.

Sedangkan menurut Daniel Iota Raya, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa, selain pameran, terdapat 3 acara talkshow dan workshop menarik dalam empat hari penyelenggaraan event.

“Seperti dengan talkshow tema “How to Build UI Design” oleh pemateri Firman Jabbar Prakoso dari Senior UI Designer & Project Manager Vektora Studio,” terang Asmoro.

Selanjutnya workshop “Typeface Design Class” oleh Wahyu S Adi Wibowo dan Sani Sanjaya dari Type Designer Wahyu & Sony Co.

Juga talkshow yang bertemakan “Create Uniqueness Using Risograph” oleh Emmanuel Putro, dosen DKV Binus University dan Printing Studio Coordinator, sedangkan workshop terakhir dengan tema “Social Media Design Strategy” oleh Rosalia Destarisa, Senior Graphic Design SOC Media Agency.

Acara yang dikemas untuk kalangan milenial ini juga ada klinik desain, experimental motion performance, stand kuliner, craft, kedai merchandise, dan stand dari beberapa tenang, serta dimeriahkan oleh beberapa penampilan band yang ada di Solo. (*)

Share :

Baca Juga

Heru Siswanto bersama karya instalasi bertajuk "Local Heroes" gerombolan semut merah terakota. Foto: Ist

Panggung

Merawat Peradaban “Local Heroes”, Karya Instalasi Heru Siswanto di Song Art Exhibition
Irjen Pol Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi. Foto: Ist

Panggung

Chryshnanda Dwilaksana Pameran Tunggal ‘Horeg: Gonjang Ganjing Isi Kepala’ di Pendhapa Art Space
Lantaran mengadopsi dari gerakan mengangguk-angguk, kesenian tarian tradisional ini dinamakan tarian Angguk. (Foto: Dokumentasi Puspa Umitama)

Panggung

Mengenal Kesenian Angguk Kulonprogo, Paduan Budaya Jawa, Arab dan Belanda
I Made Arya Dwita Dedok dan karyanya di pameran tunggal 'Katresnan'. (Foto: Agoes Aja)

Panggung

Perupa I Made Arya Dwita Dedok Pameran Tunggal “Katresnan” di Tumpeng 9
Komunitas Indonesia Gaya menggelar bincang budaya "Menggaungkan Kembali yang Punah" di Pendopo Ndalem Yudhanegaran Yogya, Sabtu (4/3/2023). Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Bincang Budaya Menggaungkan Kembali yang Punah, Gusti Yudha: Keraton Yogyakarta Miliki 10 Bregada Prajurit
Sebagian pendukung ‘Mlungsungi’ saat berkumpul di Rumah Maiyah Kadipiro. (Foto: Istimewa)

Panggung

Diperkuat Seniman Lintas Generasi, Teater Reriungan Pentas Repertoar “Mlungsungi” di Tiga Kota
Peserta Tour mengapresiasi karya patung seniman Dedy Maryadi. (Foto: Dok. JSSP 5)

Panggung

Begini Antusiasnya Puluhan Mahasiswa Ikuti Tour Karya JSSP 5 di Malioboro
Single 'Serupa' Amel Amilia. (Foto: YouTube TA Pro & Publishing)

Panggung

Amel Amilia Akhirnya Debut Single ‘Serupa’