Home / Plus

Rabu, 24 November 2021 - 21:55 WIB

Merintis Tanaman Hidroponik, Upaya Kreatif di Masa Pandemi

Bupati Jepara Dian Kristiandi Selasa (23/11/2021), datang secara langsung dan melihat ladang sayuran hidroponik milik Nur Kholis di Desa Banjaragung. (Foto:Dian/Diskominfo Jepara)

Bupati Jepara Dian Kristiandi Selasa (23/11/2021), datang secara langsung dan melihat ladang sayuran hidroponik milik Nur Kholis di Desa Banjaragung. (Foto:Dian/Diskominfo Jepara)

NYATANYA.COM, Jepara – Berkebun tidak hanya bisa dijadikan sebagai hobi, namun juga bisa menjadi ladang usaha yang cukup menjanjikan. Terlebih, semakin tingginya permintaan sayuran hidroponik di kalangan masyarakat.

Pemuda Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri yang merintis tanaman hidroponik Nur Kholis menyampaikan, saat ini dirinya mampu meraup keuntungan Rp250 ribu setiap hari dari hasil penjualan sayur hidroponiknya.

Disampaikan, sayur yang dihasilkan dari pola budidaya hidroponik memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang di tanam secara konvensional di media tanah.

“Sayur yang dihasilkan bisa lebih awet dan tahan lama. Begitu juga dengan kualitasnya juga lebih baik,” kata Kholis.

Menurutnya, perawatan tanaman hidroponik terbilang mudah, namun butuh ketelatenan. Hanya dibutuhkan untuk mengecek kondisi air di bak penampungan, secara rutin setiap pagi. Selain itu, juga memastikan sayuran tersebut jauh dari hama.

Baca juga   Tak Banyak yang Tau, Potensi Pasar Tanaman Hias Ternyata Lebih Tinggi dari Kopi dan Teh

Terkait penjualan, pihaknya sudah menyasar ke sejumlah restoran, kafe hingga toko sayur di Jepara.

Mengetahui aktivitas pemuda desa tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi Selasa (23/11/2021), datang secara langsung dan melihat ladang sayuran hidroponik milik Nur Kholis di Desa Banjaragung.
Menurutnya, usaha sayur hidroponik masih sangat terbuka dan berpeluang untuk dilakukan para generasi milenial di masa pandemi.

“Saat pandemi seperti ini, saya kira harus bisa menangkap peluang usaha. Salah satunya dengan budidaya sayuran dengan pola hidroponik. Saya mendorong generasi milenial untuk mencobanya,” kata Andi, sapaan akrabnya.

Disampaikan, sampai saat ini potensi sayur hidroponik cukup menjanjikan secara ekonomi. Hal itu lantaran kebutuhan pasar untuk sayuran ini masih terbuka lebar.

Baca juga   Cerita Karimunjawa Setelah Listrik Menyala 24 Jam

“Ini dari cerita Mas Kholis, dengan luasan dua kali enam meter, hanya membutuhkan modal sekitar Rp2 juta, tetapi bisa bertahan sampai 10 tahun perlengkapan budidayanya,” ungkap bupati.

Bahkan, lanjutnya, penghasilan dari usaha ini juga cukup menggiurkan, yakni sebesar Rp250 ribu tiap harinya. Di masa pandemi seperti ini, penghasilan itu tentu cukup besar.

Untuk itu, dirinya mendorong anak-anak muda yang belum banyak memiliki aktivitas, dapat menggeluti usaha ini.

“Budidaya sayur hidroponik sebenarnya juga bisa sambil melakukan pekerjaan lain. Sebab, tidak terlalu membutuhkan waktu yang intens,” pungkasnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam hal pengembangan teknologi dan startup digital di Asia Tenggara. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Plus

Perkuat Product-Market Fit, Ini Dia 15 Startup Terpilih SSI Batch 3
Ukiran kayu suku Kamoro hanya boleh dibuat oleh orang asli suku tersebut. Itulah sebabnya relatif susah menemukannya selain di daerah Papua, terutama Mimika.(Foto: Ryiadhy/InfoPublik)

Plus

Mengenal Seni Pahat Kayu Suku Kamoro yang Tak Sembarang Orang Boleh Membuat
Siapa sangka jika minyak jelantah alias mijel bisa diolah menjadi sabun cuci, Susi sudah membuktikannya. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

Susi Sukses Olah Mijel Menjadi Sabun Cuci
Kriya Kayu Rik Rok di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. UMKM pengolahan kerajinan kayu dari limbah kayu ini mendapatkan manfaat dari pendampingan Pemprov Jateng. (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Dikunjungi Ganjar, UMKM Kriya Kayu Rik Rok Magelang Makin Moncer
Komunitas Mutiara Berbagi, bagikan nasi gratis untuk kaum duafa di sekitar sekolah. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Plus

Jumat Berkah, Komunitas Mutiara Berbagi untuk Kaum Duafa
Ilustrasi frozen food. (Foto:istimewa/productnation)

Plus

Anda Punya Rencana Bisnis Frozen Food? Ini Izin yang Harus Dipenuhi
Kegiatan pelatihan pembuatan Iket Jingkengan digelar di Pendopo TIC Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Plus

Disparpora Kenalkan “Iket Jingkengan” Khas Magelang Lewat Pelatihan
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia melalui inovasi gerobak listriknya. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Gelis Bantu Digitalisasi UMKM Pasarkan Produknya