Home / Peristiwa

Rabu, 15 September 2021 - 10:38 WIB

Meski Musim Kemarau Basah, Beberapa Wilayah Ini Sudah Alami Kekeringan

Pemberangkatan tangki air bersih dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol. Arm. Ronald Siwabessy bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Masruri di halaman kantor BPBD setempat. (Foto: Diskominfo Boyolali)

Pemberangkatan tangki air bersih dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol. Arm. Ronald Siwabessy bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Masruri di halaman kantor BPBD setempat. (Foto: Diskominfo Boyolali)

NYATANYA.COM, Boyolali – Meski Kabupaten Boyolali saat ini masih dalam musim kemarau basah, namun ada beberapa wilayah di bagian utara yang sudah mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Selasa (14/9/2021) menyalurkan 16 tangki air bersih untuk wilayah Kecamatan Juwangi, Kecamatan Wonosamodro dan Kecamatan Wonosegoro.

Pemberangkatan tangki air bersih dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol. Arm. Ronald Siwabessy bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Masruri di halaman kantor BPBD setempat.

Ditemui usai acara pemberangkatan, Masruri mengatakan jika penyaluran air bersih tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan permintaan masyarakat.

Baca juga   Bayar Pajak Kendaraan Tahunan Lebih Gampang Pakai Aplikasi Signal

“Bertahap ini nanti rutin sesuai permintaan warga. Kalau ada permintaan kita kasih gitu aja nggak usah pakai target, kalau APBD kurang nanti kita hubungi teman-teman relawan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Widodo menjelaskan, kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 360/593/2021 tentang penetapan siaga darurat kekeringan.

Telah disiapkan sebanyak 2019 tangki air bersih yang akan disalurkan, terdiri 400 tangki dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan sisanya bantuan dari Corporate Sosial Responsibility (CSR), namun tetap disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

“Ada permintaan sekaligus juga ada pengujian, tidak asal minta aja, nanti kalau asal minta ya jadi rebutan. Kita tetap ngecek di lapangan,” katanya.

Baca juga   Pakai Hazmat Saat Kibarkan Bendera, Paskibraka: Jadi Tahu Beratnya Perjuangan Nakes

Disinggung mengenai mitigasi bencana kekeringan, Widodo mengatakan, BPBD Kabupaten Boyolali akan melakukan pemetaan bekerjasama dengan perguruan tinggi maupun swasta untuk dilakukan penelitian yang akan dimulai tahun 2022 mendatang. Kedepannya, akan dilakukan eksploitasi agar dapat menyiapkan air bersih untuk masing-masing Desa.

“Memang itu sulit, tapi harus kita lakukan. Karena memang ketangguhan daerah itu kan harus melakukan kesiapan sebelum peristiwa itu terjadi, walaupun kekeringannya sudah, tetapi akan kita upayakan supaya kita dapat sumber air yang lebih dekat,” ungkapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemkab Sleman meluncurkan program Si Wolly Nyaman. Foto: nyatanya.com/istimewa

Peristiwa

Telur Nyamuk ber-Wolbachia Disebar di Sleman, Ini Maksudnya
Sosialisasi Pemotongan dan Pengawasan Hewan Kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Cegah Klaster Baru, Penyembelihan Hewan Kurban Harus Taat Prokes
Kepala ANRI, Imam Gunarto menyerahkan penghargaan pada Arsiparis Teladan Kabupaten Magelang, Agustina Dwi Krismayanti. (Foto: Dokumentasi Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Arsiparis Kabupaten Magelang Juara Teladan Nasional
Sri Sultan menerima penyerahan hadiah Paritrana Award Tahun 2020 berupa satu unit mobil dari BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Raih Paritrana Award 2020, Pemda DIY Terus Komitmen Berikan Jaminan Ketenagakerjaan
Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM Level 3 dan 4 Jawa-Bali bersama Menkomarves RI, Luhut Binsar Panjaitan yang digelar daring. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Pemda DIY Terus Upayakan Tambah TT Rawat Pasien Covid-19
Seorang pengendara yang terekam melanggar marka langsung mendapat peringatan dari ATCS voice yang dipasang Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dengan diminta mundur di belakang garis marka di simpang Sentul. (Foto:nyatanya.com/Dishub Kota Yogya)

Peristiwa

Awas! Langgar Marka Langsung Ditegur ATCS Voice
Ilustrasi pelaku ekonomi sudah diizinkan membuka lapaknya selama PPKM Level 4. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Izinkan Pelaku Ekonomi Buka Selama PPKM Level 4
Hanya pasar esensial yang boleh buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Ini Pasar di Yogya yang Tutup Selama PPKM Darurat