Home / News

Kamis, 23 Juni 2022 - 13:45 WIB

Meski Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Indonesia Perlu Mewaspadai Situasi Global

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen. Foto: Istimewa

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen. Foto: Istimewa

NYATANYA.COM, Jakarta – Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 berlanjut hingga awal 2022 dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen pada kwartal pertama (year on year/yoy).

Meski demikian, Indonesia perlu mewasdapai situasi global untuk menjaga ketahanan pertumbuhan ekonominya.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, mengatakan dalam Laporan Bank Dunia yakni Indonesia Economic Prospects Juni 2022 disebutkan bahwa perekonomian Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan pada 5,1 persen pada 2022 dan 5,3 persen pada 2023.

“Seiring dengan adanya tekanan terkait penurunan kondisi ekonomi global, inflasi yang lebih tinggi, dan pengetatan keuangan eksternal yang mulai membebani, menurut laporan Indonesia Economic Prospects yang dirilis hari ini. Risiko terhadap prospek terlihat mengarah ke bawah,” kata Kahkonen, Rabu (22/6/2022).

Menurut laporan tersebut, peningkatan permintaan di dalam negeri yang terjadi sejak akhir tahun lalu akan meringankan tekanan yang dirasakan oleh sektor swasta, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengalami kerugian yang tidak proporsional selama masa pandemi.

Pemulihan di dalam negeri juga memungkinkan terjadinya konsolidasi fiskal, sementara kebijakan keuangan terus mengakomodasi secara tepat. Hal ini memungkinkan terjadinya peningkatan pinjaman dari bank yang mendukung pemulihan.

Akan tetapi, serangan Rusia di Ukraina telah menambah tantangan yang sebelumnya diakibatkan oleh pandemi.

Baca juga   Gempabumi M 6,7 Guncang Banten, Sejumlah Rumah Warga di Pandeglang Rusak

Harga komoditas mengalami peningkatan tajam dan tampaknya akan terus berada pada tingkat yang tinggi pada 2022-2023.

Sementara Indonesia mendapatkan keuntungan jangka pendek dari harga komoditas yang meningkat, harga-harga di dalam negeri mulai naik dan pendanaan luar negeri menjadi lebih ketat.

Hal ini memperberat tantangan kebijakan terkait dengan meningkatnya subsidi energi serta halangan bagi kebijakan moneter. Laporan itu membahas ke dua hal tersebut dengan mendalam.

Satu Kahkonen menambahkan, meskipun pertumbuhan diproyeksikan mengalami peningkatan di 2022, perkembangan global terus menimbulkan risiko terjadinya penurunan yang signifikan, yang dapat berakibat besar bagi pemulihan jangka panjang Indonesia.

“Adalah penting untuk mepertahankan reformasi kebijakan struktural untuk mendukung pertumbuhan dan mengurangi ketergantungan kepada stimulus makroekonomi jangka pendek,” kata Kahkonen.

Ia memaparkan, meskipun subsidi energi dapat membantu menahan lonjakan harga dalam jangka pendek, adanya reformasi subsidi juga tetap diperlukan.

Adanya rencana exit (exit plan) yang mendorong perubahan dari pemberian manfaat secara umum menjadi dukungan yang lebih terarah untuk masyarakat yang miskin dan rentan adalah hal yang penting..

Selain itu, sektor keuangan yang stabil dan berfungsi dengan baik menjadi kunci pemulihan dari krisis Covid-19 dan menuju pertumbuhan perekonomian jangka panjang, termasuk melalui investasi di bidang-bidang layanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan.

Baca juga   Vaksinasi Covid-19 Indonesia Lampaui Target WHO, 40 Persen pada Akhir Tahun

IEP edisi Juni 2022 berfokus pada berbagai upaya untuk memperdalam sektor keuangan untuk mempertahankan momentum pemulihan dari pandemi.

“Meskipun sektor keuangan Indonesia telah terbukti dapat bertahan selama pandemi, berbagai upaya lebih lanjut untuk mengatasi kendala struktural perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan” ucap Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia danTimor-Leste, Habib Rab.

Menurut Habib Rab, upaya reformasi yang terarah dapat menjadikan sektor keuangan lebih dalam, lebih efisien, serta lebih berketahanan.

Laporan itu, merekomendasikan tiga pilar reformasi untuk memperkuat sektor keungan Indonesia. Pilar pertama difokuskan pada peningkatan permintaan dan penawaran keuangan melalui peningkatan akses dan penggunaan jasa keuangan, perluasan dan peningkatan kualitas produk-produk pasar keuangan, dan mobilisasi tabungan jangka panjang.

Pilar kedua difokuskan pada peningkatkan alokasi sumber daya dengan mendorong persaingan di sektor perbankan, memperkuat kerangka kepailitan, dan memperkuat perlindungan konsumen.

Pilar ketiga difokuskan pada penguatan ketahanan sistem keuangan untuk menghadapi guncangan dengan peningkatan efektivitas pengawasan di sektor keuangan, memperkuat kerangka kesiapan krisis serta resolusinya, dan mendorong pengelolaan risiko terkait iklim dan bencana alam.

(Ism/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat menerima kunjungan Walikota Padang Hendri Septa. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Walikota Padang Belajar Penataan Wisata Heritage di Kota Yogya
(Foto: BMKG)

News

BMKG: Waspadai Hujan Sedang Hingga Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Jawa Timur
Plt Deputi Klimatologi BMKG, Urip Haryoko mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan dini adanya La Nina. (Foto: Tangkapan Layar/InfoPublik)

News

BMKG Keluarkan Peringatan Dini dan Dampak La Nina
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Terus Meningkat, Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Tambah 348 Orang
Jaksa Agung Burhanuddin. (Foto: dok. Puspenkum)

News

Usut Kasus Ekspor CPO, Jaksa Agung: Dukungan Masyarakat Jadi Motivasi untuk Lebih baik
Ilustrasi. (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik)

News

Malam Ini, 3.182.400 Dosis Vaksin AstraZeneca Dijadwalkan Tiba di Bandara Soetta
Polda DIY melakukan sterilisasi ke sejumlah gereja yang ada di Kabupaten Sleman dalam rangka perayaan Paskah 2022. (Foto: Istimewa)

News

Polda DIY Sterilisasi Gereja Jelang Perayaan Paskah
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menemukan kendaraan mewah dan truk industri atau pengangkut hasil pertanian yang mengonsumsi BBM jenis bersubsidi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/4/2022). Foto: ANTARA

News

Meski Temukan Penggunaan Tidak Sesuai Peruntukan, Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman