Home / Panggung

Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:47 WIB

Mini Orkestra Gita Cinta Pelajar Jogja Bangga Tampil di Upacara 17 Agustus Komunitas

Mini orkestra Gita Cinta Pelajar Jogja saat berpartisipasi dalam upacara 17 Agustus di kawasan Gunungketur Pakualaman. Foto: Ist

Mini orkestra Gita Cinta Pelajar Jogja saat berpartisipasi dalam upacara 17 Agustus di kawasan Gunungketur Pakualaman. Foto: Ist

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Upacara bendera banyak digelar di berbagai tempat menandai puncak peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Salah satu upacara yang tampil beda serta berkesan, seperti yang diselenggarakan di kawasan Gunungketur Pakualaman Yogyakarta, Rabu (17/8/2022).

Beberapa komunitas, terutama didominasi komunitas sepeda onthel di Yogya saling bersinergi. Komunitas selain sepeda onthel, misalnya Perempuan Berkebaya serta Komunitas Jogjakarta 45.

Kian berkesan lagi, setiap dilantunkan lagu-lagu seperti Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta dan sejumlah lagu perjuangan diiringi kelompok mini orkestra, Gita Cinta Pelajar Jogja.

Mini orkestra Gita Cinta Pelajar Jogja saat berpartisipasi dalam upacara 17 Agustus di kawasan Gunungketur Pakualaman. Foto: Ist

“Setiap kami menggelar upacara 17 Agustus, baru tahun ini bisa menggandeng kelompok orkestra. Meski tampil tidak full atau mini orkestra, tapi memberi banyak kesan,” ungkap panitia kegiatan, Muntowil.

Baca juga   Enam Waranggana Cilik Terima Penghargaan dari Bupati

Muntowil yang akrab disapa Towil sekaligus ketua Pagoejoeban Onthel Djogjakarta (Podjok) menjelaskan, peserta upacara 17 Agustus tersebut menggunakan kostum khas, seperti bernuansa jadul, perjuangan, kebaya maupun surjan.

Khususnya komunitas sepeda onthel yang ikut upacara 17 Agustus tersebut, antara lain ada Podjok, Kosti DIY, Kodja, Basoka, Pendowo, Pocil, Kokeraya, Kontakgede dan Pory.

“Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari semangat kami di era pandemi untuk gumregah, bangkit dan optimis dengan cara berkolaborasi atau bersinergi dengan komunitas-komunitas di Jogja,” beber Towil.

Baca juga   Yogyakarta dan Surakarta Launching Bersama Calendar of Event 2022

Sementara itu konduktor mini orkestra Gita Cinta Pelajar Jogja, Bernad Wijaya merasa ada kebahagian tersendiri, ia dan grupnya dapat berpartisipasi dalam upacara 17 Agustus tersebut.

“Selain lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta, kami juga mengiringi saat dinyanyikan beberapa lagu wajib nasional, seperti Hari Merdeka dan Tanah Airku,” papar Bernad.

Personil dari Gita Cinta Pelajar Jogja tersebut terdiri dari Vita (keyboard), Ais (snare), Rangga (cello), Nadia-Shela-Echa (violin 1) dan Jeanny-Caca (violin 2).

(N3)

Share :

Baca Juga

Dalam PKRJT 2021 kali ini sebanyak lima grup kesenian tampil apik secara virtual dan dengan durasi terbatas melalui channel YouTube Diskominfo Kabupaten Magelang. (Foto:humas/beritamagelang)

Panggung

Pekan Kesenian Rakyat Jateng 2021 Digelar di Taman Buah Karangrejo Borobudur
Karya Arifin Lancor, Pesta Rakyat (70x90) akrilik di atas kanvas, 2021. (Foto: Ist/Katalog)

Panggung

Kelompok Java Drawing Pameran ‘Bledug’ di Djawata Resort & Laborat Art
Pentas musik Strada di Seven Sky Lippo Plaza yang berakhir bentrok antar penonton. Foto: tangkapan layar video WA

Panggung

Bentrok Penonton Pentas Musik di Seven Sky Lippo Plaza Yogya, Ini Masalahnya Hingga Sri Sultan Angkat Bicara
Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi membuka gelaran ARTJOG MMXXI. (Foto:nyatanya.com/YouTube ARTJOG)

Panggung

ARTJOG MMXXI 2021 Resmi Dibuka Sandiaga Uno
Penampilan Noto dan Swingayogya di Panggung Bregas Ngayogjazz 2021 “Tetep Ngejazz Lan Waspada”. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

Ngayogjazz 2021, Kemeriahan di Tengah Kewaspadaan
Topik Sudirman dan Dory Harsa berkolaborasi lewat lagu Piyambakan. (Foto:nyatanya.com/YouTube Dory Harsa Music)

Panggung

Berdua, Dory Harsa dan Topik Sudirman Rilis ‘Piyambakan’
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto:MC AMBON/Dokumentasi)

Panggung

Sandiaga Uno Buka Festival Musik Rakyat dan Resmikan Monumen Musik Kota Ambon
Kukuh Prasetya Kudamai. Foto: Istimewa

Panggung

Usai Novelnya Terbit, Kukuh Berharap Film ‘Mendung Tanpo Udan’ Bisa Digarap