Home / News

Rabu, 23 Februari 2022 - 12:48 WIB

Minta BNPB Berbenah, Ini 5 Arahan Presiden Jokowi pada Rakornas PB 2022

Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya dalam pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana (PB) 2022 BNPB, Rabu (23/2/2022). (Foto: Humas BNPB)

Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya dalam pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana (PB) 2022 BNPB, Rabu (23/2/2022). (Foto: Humas BNPB)

NYATANYA.COM, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu dan sistematis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai leading sector juga harus terus berbenah diri, agar lebih antisipatif, responsif dan adaptif.

Hal itu penting, karena Indonesia telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020 – 2044. Rencana tersebut harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.

“Tahapan harus dilakukan secara disiplin dan konsisten. Bangsa Indonesia harus tangguh terhadap bencana,” ujar Presiden secara langsung dari Istana Bogor saat memberikan sambutannya dalam pembukaan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana (PB) 2022 BNPB, Rabu (23/2/2022).

Pada kesempatan itu, Presiden secara khusus menyampaikan lima arahan kepada BNPB sebagai pilar penanggulangan bencana.

Pertama, BNPB diharapkan untuk terus berbenah diri dengan budaya kerja dengan nilai-nilai berkualitas.

“Budaya kerja BNPB harus siaga, antisipatif, responsif dan adatif,” ujarnya.

Ini dilatarbelakangi bencana yang dapat terjadi setiap saat dan tidak terduga kekuatannya. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana.

Kedua, upaya penanggulangan bencana harus berorientasi pada pencegahan. Bencana seperti gempa dan erupsi gunung api memang tidak dapat dicegah. Namun, ada kejadian bencana yang dapat dicegah, seperti banjir dan tanah longsor.

Baca juga   Dilalui Patahan Sesar Semangko, Sumbar Rawan Diguncang Gempa

Presiden Jokowi mencontohkan upaya penghijauan dan penanaman vegetasi untuk pencegahan banjir dan tanah longsor.

“Di beberapa daerah ini dilakukan, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, agar penanaman vetiver lebih digalakkan,” pesannya.

Upaya tersebut harus dilakukan secara sinergi antara BNPB dan kementerian-lembaga, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

Ketiga, infrastruktur yang dibangun untuk mengurangi risiko bencana harus terus ditingkatkan dan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Ia mencontohkan upaya penanaman vegetasi untuk mengurangi dampak bahaya tsunami dan cuaca ekstrim.

Presiden menggambarkan fenomena perubahan iklim dunia yang akan semakin mengerikan.

“Semua negara sudah ngeri dan sudah mengalami bencana yang sebelumnya tidak ada dan ada karena perubahan iklim,” ujar Presiden.

Mengantisipasi dan mengurangi dampak tsunami, Presiden mencontohkan penanaman mangrove dan tanaman asosiasi, seperti nipah, cemara pantai, ketapang, nyamplung dan kelapa. Ia meminta untuk penanaman di daerah pesisir pantai yang memiliki potensi bahaya tsunami atau pun cuaca ekstrim.

Kemudian, jalur evakuasi harus disiapkan dan instrumen peringatan dini untuk menyelamatkan nyawa manusia harus terus disiagakan. Instrumen tersebut harus diperbaharui dan dicek secara rutin.

Baca juga   Presiden Ajak Negara Asia dan Eropa Atasi Kesenjangan Akses Vaksin Covid-19

Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh BNPB tetapi juga kementerian-lembaga, namun Jokowi meminta BNPB untuk selalu mengingatkan demi keselamatan rakyat.

Keempat, BNPB harus aktif untuk mengajak semua pihak pusat dan daerah agar semua program pembangunan harus berorientasi pada tangguh bencana.

Hal ini harus dilakukan dengan perencanaan dengan pengarusutamaan pengurangan risiko bencana. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mengurangi bencana.

“Pengarusutamaan yang tangguh bencana harus ditingkatkan,” jelas Presiden.

Lima, Presiden menekankan pada pembangunan sistem edukasi kebencanan berkelanjutan di daerah rawan bencana. Ia juga mengatakan, budaya sadar kebencanaan harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat.

“Gali berbagai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Latih masyarakat untuk tanggap menghadapi bencana. Lakukan latihan, simulasi setiap saat, jangan tunggu sampai bencana terjadi,” harap Kepala Negara.

Di akhir arahan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa agenda Indonesia tangguh bencana harus dilakukan semua puihak. Ia mengajak para pemangku kepentinga untuk merangkul kekuatan dan potensi di masyarakat untuk wujudkan masyarakat tangguh bencana.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo ngobrol dengan salah satu murid SDN Kedungpane 02. (Foto: Humas Jateng)

News

PTM Terbatas Berjalan Baik, Sejumlah Sekolah Berlakukan Pembelajaran “Hybrid”
Guna memastikan persediaan sembako menjelang hari raya Idulfitri 1443 Hijriah telah tercukupi, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman melakukan peninjauan ke sejumlah tempat. (Foto: Humas Sleman)

News

Jelang Idulfitri, Pemkab Sleman Pastikan Persediaan Sembako Aman
Propam Polres Sukoharjo menggelar operasi Gaktibplin. (Foto : istimewa)

News

Polwan Polres Sukoharjo Gelar Operasi Gaktibplin
Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Tiga Daerah Ini Diminta Genjot Vaksinasi dalam Dua Minggu
Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap. (Foto: InfoPublik)

News

JHT Jadi Program Perlindungan Sosial Jangka Panjang bagi Pekerja, Begini Penjelasannya
Gusti Putri Paku Alam foto bersama pimpinan Bank peserta pelayanan Serambi. (Foto: Teguh)

News

Outlet Penukaran Uang Kas Keliling Dibuka di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman, Ini Jadwalnya
Presiden Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres)

News

Presiden Jokowi Dipercaya Jadi Anggota GCRG, Bersama 5 Pemimpin Dunia Ini
Menkominfo Johnny Gerard Plate dalam Konferensi Pers Menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, Pemilu Berkualitas untuk Indonesia Maju di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (4/1/2022). Foto: Amiriyandi/InfoPublik

News

Hingga 4 Januari 2023, Kominfo Tangani 1.321 Hoaks Politik