Home / News

Kamis, 30 Mei 2024 - 08:30 WIB

MUI: Butuh Kesamaan Pandang soal Boikot Produk Terafiliasi Israel

Foto: Antara

Foto: Antara

NYATANYA.COM, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Dr. H. Ikhsan Abdullah, mensinyalir sejumlah perusahaan multinasional asing yang terafiliasi Israel melakukan perlawanan balik atas gerakan boikot di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dengan memanfaatkan ketidakseragaman daftar boikot yang beredar luas di tengah masyarakat.

“Perlu ada kesamaan pandang soal ini, sehingga umat tidak ragu mana yang harus diboikot dan mana yang tidak,” kata Ikhsan dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5/2024).

Ikhsan mencontohkan Danone, gergasi makanan dan minuman asal Perancis, sempat merasa di atas angin setelah salah satu organisasi penggagas gerakan boikot global, BDS Indonesia, tidak memasukkan nama perusahaan dan produknya dalam daftar boikot.

Padahal, katanya, organisasi gerakan boikot lainnya jelas mencantumkan Danone sebagai korporasi global yang aktif mendukung perekonomian Israel dan karenanya perlu ikut diboikot.

“Belakangan ini muncul berbagai iklan yang mencatut nama pengurus besar Nahdhatul Ulama di Australia, Prof. Nadirsyah Hosen, yang dalam iklan disebut sebagai orang yang ber-campaign menyatakan produk Danone di Indonesia, yaitu air mineral merek AQUA, tidak terafiliasi Israel. Padahal, ketika kami klarifikasi, beliau menyatakan namanya dicatut dan tidak pernah menyatakan hal tersebut,” kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, AQUA dulunya memang produk Indonesia, sebelum kemudian dibeli oleh Danone. Danone sendiri, lanjutnya, mayoritas sahamnya dimiliki oleh Blackrock, korporasi miliarder Israel.

Baca juga   PMK Mewabah, MUI Jateng Beberkan Syarat Sah Hewan Kurban

Karena itulah merek tersebut ikut menjadi sasaran boikot masyarakat Muslim. Saat ini, banyak kalangan di Indonesia yang sudah meninggalkan merek-merek asing yang terafiliasi Israel.

Lebih jauh, Ikhsan menyebut gerakan boikot efektif untuk menekan korporasi asing yang pro Israel.

Dia menceritakan bahwa dari beberapa sesi pertemuan antara MUI dan pemimpin sejumlah merek asing, termasuk Danone AQUA, Unilever, McDonald, Pizza Hut, diketahui omzet korporasi asing di Indonesia susut hingga 45% seiring merebaknya gerakan boikot produk Israel dan semua yang terafiliasi.

“Kekuatan gerakan boikot ini dahsyat, tidak bisa diabaikan. Di Cirebon saja, resturan Burger King sampai tutup. Boikot ini satu-satunya yang bisa melumpuhkan perekonomian Israel dan Amerika, yang merupakan penyokong utama persenjataan Israel.” ujarnya.

Lebih jauh, Ikhsan menjelaskan bahwa sebenarnya di Indonesia sudah ada lembaga yang secara spesifik mengeluarkan daftar boikot produk pro Israel dan ini bisa jadi rujukan kaum Muslimin.

“Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) yang telah mengeluarkan daftar 10 produk terafiliasi Israel dan ini bisa rujukan,” katanya.

Ikhsan juga menceritakan gerakan boikot sejauh ini memberi efek positif pada perekonomian Indonesia.

Baca juga   Polri Antisipasi Ancaman Terorisme di Pemilu 2024

Sejak boikot menggelora pada Oktober 2023, dia bilang banyak warga Muslim yang beralih mengkonsumsi produk nasional.

“Ini sangat penting diketahui masyarakat, produk makanan, minuman dan obat-obatan nasional mengalami peningkatan penjualan. Boikot ini jihad bersama kita untuk meningatkan produk nasional. Produk nasional yang selama ini selalu ‘diawani’ oleh produk nasional, seolah kualitasnya selalu kalah, akhirnya bisa unjuk gigi,” tegasnya.

Pada November 2023, MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang “Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina”.

Dalam fatwa tersebut, MUI merekomendasikan umat Islam “semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme”.

Fatwa itu disusul dengan instruksi (irsyadat) agar Muslimin berpantang dari mengkonsumsi produk terafiliasi Israel.

Karena itu, Ikhsan mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga nyala api gerakan boikot produk Israel dan semua yang terafiliasi.

“Umat Muslim dan semua pihak di Indonesia perlu ingat bahwa Indonesia masih berhutung budi pada Palestina yang termasuk yang awal mengakui kemerdekaan Indonesia dan kita belum bisa membalas kebaikan itu karena faktanya Palestina masih terjajah, dalam cengkraman Israel dan bahkan menghadapi genosida,” pungkasnya. (N1)

Sumber: infopublik.id

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di RSDC Asrama Haji Donohudan dengan memakai hazmat. (Foto: Humas Jateng)

News

Pakai Hazmat, Ganjar Pimpin Upacara Kemerdekaan di RSDC Donohudan
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Kebijakan Digital dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dedy Permadi. (Foto: AYH/Humas Kominfo)

News

Hati-hati Lur, 11 Aplikasi di Google Play Store Berpotensi Langgar Data Pribadi
Setelah sempat terkendala cuaca, pada Jumat (12/11/2021) pagi sekitar pukul 11.30 WIB akses ini bisa kembali dilewati kendaraan. (Foto: MC Kab Magelang)

News

Longsor yang Tutup Akses Jalan Magelang-Boyolali Sudah Bisa Dilewati
Mendagri M. Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)

News

Mendagri: IKN Berdampak Positif Terhadap Pembangunan Daerah
Pasar yang menjadi ikon wisata di kawasan Malioboro itu beroperasional kembali sampai pukul 21.00 WIB sejak 4 Mei 2022. Foto: Humas Pemkot Yogya

News

Belum Banyak yang Tau, Pasar Beringharjo Kembali Buka Sampai Malam
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa para jemaat Misa Natal di beberapa gereja sambil gowes keliling Kota Semarang, Sabtu (25/12/2021). (Foto: Humas Jateng)

News

Ganjar Keliling Gereja, Sapa Jemaat Misa Natal
Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Kapolres dan Dandim menjajal trek baru ujian praktik SIM. (Foto:istimewa)

News

Bupati Karanganyar Jajal Trek Baru Ujian Pembuatan SIM
Livery branding logo BBI yang dipasang pada salah satu armada Boeing 737-800 NG bernomor registrasi PK-GMV. Foto: Ist/InfoPublik.id

News

Garuda Dukung Promosi Produk Dalam Negeri Lewat Branding Logodi Pesawat