Home / Peristiwa

Jumat, 16 Juli 2021 - 12:19 WIB

MUI Jateng Ajak Umat Muslim Salat Idul Adha di Rumah, Ini Naskah Khotbahnya

Logo Provinsi Jawa Tengah. (Ilustrasi: nyatanya.com)

Logo Provinsi Jawa Tengah. (Ilustrasi: nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Semarang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, mengajak umat Islam melaksanakan salat Idul Adha 1442 H di rumah saja. Imbauan ini dilakukan dalam upaya menekan penularan Covid-19.

Ketua Umum MUI Jateng Ahmad Darodji menuturkan, hal tersebut telah tertuang pada tausyiah bernomor 05/DP-P.XIII/T/VII/2021. Selain ajakan salat hari raya Idul Adha di rumah saja, MUI juga mengimbau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

“Khotbah Salat Idul Adha 2021 sudah dibikinkan. Khotbahnya cuma delapan menit dan itu bisa dilakukan oleh suami atau puteranya bisa,” ujarnya, Jumat (16/7/2021).

Baca juga   67 KPM di Kota Magelang Terima BST Rp2 Juta

Darodji menuturkan, tata cara salat Idul Adha di rumah cukup mudah. Bahkan, jemaah bisa dilakukan hanya dengan dua orang.

“Tidak apa-apa, jadi kalau hanya dua orang ya tidak apa-apa. Maka harus ada yang mendengarkan harus ada yang berkhotbah. Yang mengimami bisa jadi khatib juga,” imbuhnya.

Naskah khotbah Idul Adha 1442 H bisa diunduh di https://jatengprov.go.id/wp-content/uploads/2021/07/Naskah-Khutbah-Idul-Adha-1442-H.pdf

Terkait penyembelihan hewan kurban, MUI Jateng mengimbau agar diserahkan ke Rumah Potong Hewan (RPH). Jika tak memungkinkan, panitia penyembelihan hewan kurban hendaknya memperhatikan protokol kesehatan.

“Kalau tidak (di RPH), penyembelihan bisa dilakukan di area yang tertutup agar masyarakat tidak bisa mendekat. Semua yang terlibat swab antigen, menggunakan masker, jaga jarak, dan memakai sarung tangan,” sebutnya.

Baca juga   Sampai Juli 2021, Polres Temanggung Sudah Vaksinasi 8.273 Orang

Setelah penyembelihan hewan kurban, panitia hendaknya mengantar daging ke lokasi-lokasi penerima. Dikatakan Darodji, protokol tersebut bisa dilakukan di seluruh Jawa Tengah.

“Karena sekarang kan tidak bisa dibedakan (zona persebaran Covid-19). Bisa saja yang menyembelih di zona hijau, yang terima di zona merah,” ungkapnya.

Terakhir, ia meminta petugas keamanan agar dapat mengawasi protokol kesehatan, saat dilakukan penyembelihan hewan kurban. (*)

Share :

Baca Juga

PLT Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Di Temanggung 3 Formasi CPNS Ini Tanpa Peminat
Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Apik Kaliwugu. (Foto: Diskominfo Kendal)

Peristiwa

1.000 Santri Apik Kaliwungu Divaksin
Peringatan Jogja Kembali, Jadikan Momentum Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Paguyuban Wehrkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta Peringati Peristiwa Jogja Kembali ke-72
Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan pers terkait aturan PPKM. (Foto:nyatanya.com/Humas Semarang)

Peristiwa

Makan di Simpanglima Sudah Tak Dilarang, Asal…
Vaksinasi Merdeka Candi yang diselenggarakan Polres Boyolali di Kecamatan Nogosari. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Peristiwa

Vaksinasi Moderna Sasar 2.800 Masyarakat Nogosari
Gerakan” Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi” di Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Surakarta “Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi”
Selain memberikan edukasi terkait protokol kesehatan, Satpol PP Kota Yogya juga memberikan bantuan beras. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Satpol PP Kota Yogya Salurkan Bantuan Beras kepada Pedagang
Sri Sultan HB X menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang baru, Dr. H. Masmin Afif, M.Ag. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Masmin Afif, Kakanwil Kemenag DIY yang Baru Soan Gubernur