Home / News

Selasa, 19 Oktober 2021 - 17:13 WIB

Musim Hujan Tiba, DBD Masih Jadi Ancaman di Batang

Kepala Dinkes Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto. (Foto: MC Batang)

Kepala Dinkes Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto. (Foto: MC Batang)

NYATANYA.COM, Batang – Musim penghujan yang mulai tiba, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang memberikan peringatan keras, bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi kalangan anak-anak. Pasalnya, anak-anak senang bermain air, sementara dengan datangnya musim penghujan, menimbulkan timbulnya genangan.

Meski begitu, Kepala Dinkes Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto menyampaikan, sampai detik ini belum ada warga Batang yang terjangkit DBD.

“Tahun lalu memang kasus DBD tidak begitu terlihat, karena semua konsentrasi tertuju pada Covid-19. Jadi masih samar antara DBD dan Corona,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (19/10/2021).

Baca juga   Sudah Saatnya Pedagang Tradisional Masuki Digitalisasi Pasar

Demikian pula dengan Virus Chikungunya, kasusnya tidak begitu terlihat karena Pemkab Batang saat ini berkonsentrasi pada penanganan dan pemulihan akibat pandemi.

Ditemui secara terpisah, Manajer Pelayanan RS QIM Batang, dr. Maftuhah Nur Beti mengatakan, Virus DBD disebabkan banyak faktor, di antaranya lingkungan yang kurang bersih.

“Biasanya karena adanya genangan air yang bisa memicu perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti yang bisa membawa virus DBD,” terangnya.

Beberapa kasus bahkan menyebabkan kematian, karena penanganan yang terlambat. Untuk mengantisipasinya, masyarakat diminta melakukan pencegahan, dengan menerapkan 3M yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air dan mendaur ulang barang-barang bekas agar bernilai ekonomi.

Baca juga   Wujudkan Destinasi Wisata Terkoneksi, Kampung Jamune Bu’e Melaunching Taman Edukasi

“Yang perlu diperhatikan meminimalisir pakaian yang digantung di dalam kamar, sehingga bisa mencegah terjadinya DBD,” tegasnya.

Ia mengutarakan, di RS QIM virus yang sering dialami pasien typus.

“Berdasarkan data 1 Januari 2021 ada 333 pasien yang didiagnosis typus dan 161 pasien didiagnosis diare,” ujarnya. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

BPBD Kota Yogyakarta melakukan pemeriksaan salah satu EWS yang terpasang di permukiman bantaran sungai. (Foto: Dokumentasi BPBD Yogya)

News

Hadapi Musim Hujan, BPBD Yogya Pastikan EWS Berfungsi
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

UMP Jateng 2022 Naik 0,78 Persen, Perusahaan Abai Terancam Kena Sanksi
Tim BPBD Grobogan bersama unsur Polri melakukan penanganan papan penunjuk jalan yg tumbang usai diterjang hujan disertai angin kencang di Bundaran Simpang Lima, Kota Purwodadi, Grobogan, Jumat (22/10/2021). (Foto: BPBD Grobogan)

News

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Juga Terjang Grobogan
Presiden RI Joko Widodo, bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna melakukan kunjungan kerja, Jumat (12/11/2021). (Foto:sekpres/infopublik)

News

Resmikan Sirkuit Mandalika, Presiden Akan Jajal Lintasan dengan Motor Balapnya
Truk bermuatan buah yang terlibat kecelakaan di jalan Jogja – Wates Km 2 Gunung Gempal Giripeni, Wates, Kulon Progo. (Foto: dokumentasi Polres Kulonprogo)

News

Sopir Truk Ugal-ugalan! Tabrak 2 Motor, 3 Meninggal 4 Luka-luka
Closing Ceremony PON XX Papua 2021 15 Oktober 2021 (IG @subpbponkotajapura)

News

Bertabur Bintang Top Meriahkan Panggung Penutupan PON XX Papua
Titik longsor yang berada di wilayah hulu alur lembah sungai di Kota Batu, Jawa Timur. (Foto: Bidang Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BNPB/Pratama Sispa Sagardi)

News

Survey Udara Banjir Bandang Kota Batu, Ini yang Ditemukan BNPB
Rumah sakit darurat yang disiapkan Pemkot Magelang. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Magelang)

News

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Pemkot Magelang Siapkan RS Darurat