Home / Wisata

Minggu, 5 Desember 2021 - 12:16 WIB

Nglanggeran, Desa Tandus di Gunungkidul yang Kini Mendunia

Gunung Api Purba Ngelanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: tangkapan layar instagram @gunungapipurba)

Gunung Api Purba Ngelanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: tangkapan layar instagram @gunungapipurba)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pergi ke Yogyakarta tak melulu hanya ke keraton ataupun Malioboro. Beranjaklah dari kota lalu arahkan tujuan Anda ke Kabupaten Gunungkidul. Tepatnya di Kelurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk. Jaraknya kurang lebih 27 kilometer dari kota Yogyakarta.

Desa ini dulu tak dikenal, tandus, dan kering. Namanya pun susah dieja. Namun sekarang, jika Anda datang ke daerah ini akan takjub. Desa ini sungguh memesona. Ada banyak hal yang bisa Anda nikmati. Tak hanya alamnya tapi juga budaya masyarakatnya.

  1. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran atau orang-orang lebih sering menyebut Gunung Api Purba, berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sini Anda bisa melihat matahari terbit pada pagi hari dan sunset saat petang. Untuk mencapai puncak gunung ini kira-kira butuh waktu sekitar 50 menit.

Dilansir dari gunungpurba.com, secara fisiografi gunung ini terletak di zona Pegunungan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur atau tepatnya di Sub Zona Pegunungan Baturagung (Baturagung Range. Kemeringan lereng gunung ini >45 derajat.

Dari sejarah geologinya, gunung ini merupakan gunung api purba yang berumur tersier (Oligo- Miosen) atau 0,6–70 juta tahun yang lalu.

Material batuan penyusun Gunung Nglanggeran merupakan endapan vulkanik tua berjenis andesit (Old Andesite Formation). Jenis batuan yang bisa ditemukan antara lain breksi andesit, tufa dan lava bantal.

Beberapa bukti lapangan menunjukkan, dulu pernah ada aktivitas vulkanis di gunung ini. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya batuan sedimen vulkank klastik seperti batuan breksi andesit, tufa dan adanya aliran lava andesit.

Baca juga   Hari Ini 1030 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh, Meninggal 26 Pasien

Bentuk kawah Gunung Api Purba dapat ditemukan di puncak gunung.

Selain potensi gunung api purbanya, di kawasan ini Anda bisa menjumpai fauna dan flora langka, seperti tanaman tremas (tanaman obat yang hanya hidup dikawasan ekowisata Gunung Api Purba), kera ekor panjang.

Selain itu, Anda juga bisa menemui aktivitas seni dan budaya masyarakat seperti bersih desa. Dengan adanya potensi tersebut di Desa Nglanggeran juga pengembangan desa wisata.

Anda juga melakukan camping ground di kawasan Gunung Lima Jari yang jaraknya 50 meter dari puncang Gunung Purba.

  1. Embung Nglanggeran

Luas daya tampung embung ini mencapai 0,34 hektar. Embung ini digunakan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng milik warga. Objek wisata ini terletak sekitar 1,5 kilometer dari gunung api purba.

  1. Air Terjun Kedung Kandang

Di sini Anda juga bisa melihat air terjun. Namun tidak selamanya air bisa mengalir. Aliran air bergantung pada musim. Jika kemarau panjang kering. Namun di kala musim penghujan debit airnya sangat deras.

Air Terjun Kedung Kandang terletak di sebelah selatan Gunung Api Purba.

  1. Kampung Pitu

Lokasinya ada di puncak sebelah timur Gunung Api Purba. Ini merupakan objek wisata budaya. Disebut kampung pitu (tujuh) karena kampung ini hanya memiliki tujuh Kepala Keluarga (KK). Jumlah penghuni itu tetap berisi tujuh sepanjang masa. Tidak boleh kurang dan lebih.

  1. Griya Cokelat Nglanggeran

Di sini Anda dapat menyaksikan proses produksi olahan cokelat yang dihasilkan dari kebun coklat masyarakat. Menu unggulannya, minuman cokelat murni dengan beragam varian rasa.

Baca juga   Menparekraf: Patung Yesus di Tana Toraja Bukan Sekadar Wisata Religi

Segala potensi yang ada di Desa Ngelanggeran itu dimanfaatkan masyarakatnya untuk mengangkat perekonomian desa. Mereka juga bisa memperhankan budaya dan adat istiadat yang ada di desa itu.

Karena potensi dan keelokannya itu, Desa Nglanggeran berhasil meraih penghargaan Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO). Ia berhasil mengalahkan desa-desa terkenal dari berbagai negara di dunia.

Penghargaan itu diberikan pada Kamis (2/12/2021) di Madrid, Spanyol. UNWTO menilai, aktivitas pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, dinilai sangat baik dalam hal pengembangan kepariwisataan.

Warga desa juga terbukti dapat menjaga desa, lingkungan alam, budaya dan keharmonisan masyarakatnya termasuk gastronomi lokalnya.

Penilaian untuk desa terbaik didasarkan pada sumber daya alam dan budaya, serta tindakan dan komitmen yang inovatif dan transformatif terhadap pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Ada 174 desa diusulkan 75 negara anggota UNWTO dalam ajang ini. Dari jumlah itu, Desa Nglanggran bersama 43 desa berhasil mendapat pengakuan Best Tourism Villages 2021 dari UNWTO.

UNWTO mengakui, desa-desa itu berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai pendorong yang kuat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata dapat menjadi pendorong kohesi sosial dan inklusi dengan mempromosikan distribusi manfaat yang lebih adil ke seluruh wilayah, serta pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili dalam sebuah keterangan resmi, Kamis (2/12/2021).

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Peresmian zona Menara Eiffel Taman Pintar dilakukan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat, Sisruwadi bersama Duta Besar Republik Perancis untuk Republik Indonesia, Olivier Chambard, Kamis (2/12/2021). (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Taman Pintar Hadirkan Zona Baru, Jelajah Menara Eiffel
Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Teh Talua, Rasanya Nendang Bikin Pria Tambah Garang
Ilustrasi tempat wisata di DIY. (Foto:nyatanya.com/Igantius Anto)

Wisata

PPKM Level 4, Penutupan Tempat Wisata di DIY Juga Diperpanjang
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyapa seorang bocah yang ikut tampil pada penampilan tarian perdana Rawa Pening Performing Art 2021. (Foto: MC Kab Semarang)

Wisata

Rawa Pening Performing Art 2021, Momentum Kebangkitan Pariwisata
Tradisi Saparan warga Desa Borobudur ini dilaksanakan setiap setahun sekali di bulan Safar penanggalan Jawa, yang tahun ini digelar selama tiga hari sejak Jumat (24/9/2021) hingga Sabtu (26/9/2021). (Foto: Diskominfo Magelang)

Wisata

Terapkan Prokes, Kirab Saparan Borobudur Digelar dengan Naik Andong
Salah satu depot rujak cingur yang cukup populer di Kota Malang adalah Depot Rujak Cingur Mentawai. Rujak Cingur Mentawai yang dipelopori oleh Ny Hendro ini sudah ada sejak tahun 1969. (Foto: MC Kota Malang)

Wisata

Menikmati Rujak Cingur Mentawai yang Legendaris di Kota Malang
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengunjungi sentra industri jamu gendong di Padukuhan Gesikan, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Jumat (14/1/2022). (Foto: Humas Sleman)

Wisata

Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Sentra Industri Jamu Gendong Gesikan Sleman
Wahana nonton bioskop secara Drive-in di Junkyard Borobudur. (Foto: humas/beritamagelang)

Wisata

Pertama di Magelang, Drive in Cinema, Nonton Film dari Dalam Mobil