Home / Plus

Jumat, 9 Desember 2022 - 10:10 WIB

Nikah Bersama Satu Abad NU di Stadion Kridosono, Simbol Dilapangkan Rezeki Pengantin

Nikah bersama Satu Abad NU diikuti oleh 11 pasangan dari berbagai wilayah seperti Kota Yogya, Sleman dan Bojonegoro. Foto: Humas Pemkot Yogya

Nikah bersama Satu Abad NU diikuti oleh 11 pasangan dari berbagai wilayah seperti Kota Yogya, Sleman dan Bojonegoro. Foto: Humas Pemkot Yogya

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya menjadi saksi nikah pada acara Nikah Bersama Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan di Studion Kridosono, Kamis (8/12/2022).

Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan satu abad NU dengan tujuan memberikan fasilitas gratis para jomblo mencari pasangan dan menikah sesuai dengan tuntunan sekaligus menjadi solusi bagi pasangan yang belum menikah secara resmi.

Aman Yuriadijaya menyampaikan Pemerintah Kota Yogakarta menyambut baik dan apresiasi yang tinggi kepada segenap panitia penyelenggara Forum Taaruf Indonesia (Fortais), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DIY dan pihak-pihak lainnya, atas penyelenggaraan kegiatan ‘Nikah Bersama 1 Abad NU’.

“Saya sangat mengapresiasi yang tinggi kepada Fortais dan seluruh pihak terkait, yang melaksanakan nikah bersama di Studion Kridosono, dengan nikah massal aspek-aspek yang berkaitan dengan keluarga sekaligus bagian dari mewujudkan ketahanan sosial masyarakat dapat tercapai. Semoga pernikahan yang dilaksanakan di lapangan ini, semoga menjadi simbol di lapangkan semuanya, mulai dari rejeki keluarganya dan sakinah mawadah warohmah,” ujar Aman dikutip dari portal resmi Pemkot Yogya.

Baca juga   Pasar Prawirotaman, Pasar Rakyat Pertama di Yogyakarta yang Sudah Ber-SNI

Ketua Fortais Indonesia, Ryan Budi Nuryanto menyampaikan Nikah Bersama Satu Abad NU merupakan sebagai wujud komitmen yang berperan aktif gotong royong bangkit bersama pasca pandemi, sekaligus mewujudkan pasangan sakinah ber-Pancasila.

Nikah bersama ini diikuti oleh 11 pasangan dari berbagai wilayah seperti Kota Yogya, Sleman dan Bojonegoro. Peserta usia nikah bersama ini dengan rentang usia 19 hingga 66 tahun.

“Acara nikah bersama ini tidak dipungut biaya, gratis. Bahkan peserta nikah massal mendapatkan fasilitas gratis mahar atau cincin kawin perak seberat dua gram, seperangkat alat solat dan bendera NU. Selain itu juga mendapat fasilitas rias dan busana pengantin, dokumentasi, dokumen pernikahan hingga tasyakuran,” ungkap Ryan.

Baca juga   Locals Unit Angkringan Jogja Citymewah, Berdayakan UMKM Kuliner di Yogya

Ryan mengungkapkan pernikahan yang dibangun ini dapat mewujudkan generasi yang berkualitas melalui pembangunan keluarga berketahanan, sebuah keluarga yang bahagia, sejahtera lahir dan batin serta tercukupi segala apsek kebutuhan baik keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, serta cinta.

Salah satu pasangan nikah bersama, Alfitra Surya Wibawa (21) dan Agnes Dewi Astuti (22) mengaku bahagia dapat mengikuti nikah massal.

“Kita ingin membuat cerita yang unik untuk bisa diceritakan ke anak cucu besok,” terangnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Noken buatan mama-mama Kamoro cukup diminati konsumen. Menurut Emeliana hasil rajutanya lumayan laku selama PON Papua, khususnya di Klaster Mimika. (Foto: Ryiadhy InfoPublik).

Plus

Noken Buatan Mama-mama Kamoro Laris Manis di PON XX Papua
Trah Martowirono menggelar reuni 2023 dengan tema unik, Antariksa. (Foto: Ist)

Plus

Reuni Trah Martowirono Hadirkan Tema Unik ‘Antariksa’, Begini Keseruannya
Foto: Jhon/InfoPublik

Plus

Mobil Listrik Mulai Berseliweran di Lokasi KTT G20 Bali, Begini Penampakannya
Rangkaian penyuluhan dan pelatihan pembuatan kue kering herbal di KWT Sewagati di Pasekan Lor, Gamping. (Foto:istimewa)

Plus

Kelompok Wanita Tani Aktif Bikin Kue Kering Herbal
Ilustrasi. (Foto: iStock)

Plus

5 Olahraga Ini Dapat Turunkan Resiko Penyakit Jantung, Nomor 1 Paling Gampang Dilakukan
Dalam budidaya ikan air tawar bisa memanfaatkan bahan-bahan alami. (Foto: istimewa)

Plus

Daun Pepaya Tingkatkan Imunitas Tubuh Ikan Tawar
Ircham Latif mulai serius tekuni miniatur truk oleng. Foto: MC TMG

Plus

Jajaki Usaha Miniatur Truk Oleng, Produk Asal Desa Mento Ini Sudah Rambah Luar Jawa
Kriya Kayu Rik Rok di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. UMKM pengolahan kerajinan kayu dari limbah kayu ini mendapatkan manfaat dari pendampingan Pemprov Jateng. (Foto: Diskominfo Jateng)

Plus

Dikunjungi Ganjar, UMKM Kriya Kayu Rik Rok Magelang Makin Moncer