Home / Peristiwa

Jumat, 18 Juni 2021 - 09:51 WIB

Nikah Dini untuk Mengurangi Beban Orang Tua, Bukan Solusi Tepat

Atikoh Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Atikoh Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Menikahkan anak pada usia muda dengan alasan bisa mengangkat perekonomian keluarga, masih ditemui di masyarakat. Namun, itu bukan solusi tepat, karena justru berisiko menimbulkan berbagai dampak, mulai dari masalah kesehatan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kematian ibu maupun bayi.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, saat menjadi pembicara di acara Webinar bertajuk “Membangun Generasi Berkualitas Melalui Gerakan Jo Kawin Bocah“, Kamis (17/6/2021).

Webinar yang juga diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng Retno Sudewi, dan dokter spesialis kandungan Robby Hariyanto.

Atikoh mengajak kader PKK ikut menyosialisasikan gerakan Jo Kawin Bocah (jangan menikah di usia anak). Sebab, menikah pada saat usia masih belia, bisa menimbulkan masalah kesehatan dan berimplikasi pada masalah sosial. Menurut Atikoh, angka pernikahan dini di Indonesia selama Covid-19 cukup tinggi. Hal ini berkait dengan berlakunya UU No 16/2019 di mana, batas minimal perempuan menikah ditingkatkan. Mulanya pada UU 1 tahun 1974 batas minimalnya 16 tahun, ditingkatkan menjadi 19 tahun.

Baca juga   Di Temanggung 3 Formasi CPNS Ini Tanpa Peminat

Hal ini mengakibatkan, grafik dispensasi menikah yang diajukan oleh perempuan di Jateng pun ikut naik. Dari sebelumnya, 672 permintaan pada tahun 2019 menjadi 11.301 permintaan pada tahun lalu. Sementara permintaan dispensasi menikah pada pria, cenderung stagnan pada angka 1.671 permintaan.

Selain itu, pernikahan remaja pun dipicu kurangnya pemahaman soal hak anak. Seperti faktor ekonomi, pendidikan, lingkungan sosial, kultur, miskin pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengasuhan yang permisif.

“Faktor ekonomi misalnya. Seolah-olah ketika dinikahkan mengurangi beban keluarga. Tapi itu adalah penanganan problem instan. Karena kalau dinikahkan di usia muda, psikologi dan ekonominya belum siap,” ujarnya.

Baca juga   37.792 KK di Temanggung Terima Bansos PKH

Atikoh menyebut, ada risiko besar ketika menikahkan remaja dalam usia yang belum cukup. Di antaranya, kematian ibu dan bayi, putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga dan kemiskinan.

“Jadi, peran PKK penting dalam pencegahan menikah dini, menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan cegah stunting,” urainya.

Cara itu bisa ditempuh dengan berbagai strategi, seperti menggiatkan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG), Bina Keluarga Remaja, dan memperkaya pengetahuan tentang pengasuhan anak.

Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi mengatakan, sasaran Jo Kawin Bocah terutama adalah kelompok rentan. Di antaranya, keluarga miskin, berpendidikan rendah, masyarakat pedesaan, remaja, dan anak dengan orang tua tunggal. “Pernikahan anak menghambat hak anak dalam belajar, hak anak dalam kesehatan, psikis dan  kekerasan anak tinggi sekali pada kasus menikah di usia anak,” pungkas Retno Sudewi. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo melihat pelaksanaan vaksinasi anak usia 12-17 tahun dalam rangka Hari Anak Nasional 2021, di GOR Patriot Kodam IV/Diponegoro. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Ganjar Pranowo Apresiasi Anak-anak yang Antusias Divaksin
Serma Hartono bersama perangkat Kelurahan Kricak diskusi terkait meningkatnya kasus Covid-19. FOTO : nyatanya.com/istimewa

Peristiwa

Kasus Covid-19 Naik, Babinsa Koramil Tegalrejo Gelar Rapat Bareng Unsur Kelurahan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat launching Program 'Kita Jaga Usaha' yang diinisiasi Baznas. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

‘Kita Jaga Usaha’, Stimulus Bagi UMKM dari Baznas
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membuka gelaran Jogja International Batik Biennale. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Peristiwa

JIBB 2021 Resmi Dibuka, Angkat Batik Sebagai Filosofi Tanpa Batas
Ganjar Pranowo pada temu wicara dalam rangkaian UKM Virtual Expo (UVO) 2021. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Produk UKM Jateng Berpeluang Masuk Pasar Eropa dan Jepang
Bupati Klaten mengeluarkan instruksi, agar ASN jajarannya membeli beras Rojolele petani sendiri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Bupati Klaten Instruksikan ASN Beli Beras Rojolele Petani
Vaksinasi massal yang digelar Polres Batang bekerjasama dengan TNI, Pemkab, dan Kejaksaan Negeri Batang. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Batang)

Peristiwa

11 Ribu Vaksin untuk Puskesmas Batang Didistribusikan
Wakil Bupati Bantul Joko B. Purnomo (kedua dari kanan) bersama Lurah Guwosari usai menerima penghargaan Juara I dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2021. (Foto: Humas Bantul)

Peristiwa

Kalurahan Guwosari Wakili DIY ke Lomba Desa Tingkat Nasional