Home / Plus

Rabu, 11 Agustus 2021 - 09:54 WIB

Omset Jatuh Selama PPKM, Tri Isnaeni Kembali Bersemangat Dikunjungi Pak Ganjar

Ganjar Pranowo saat mampir ke salah satu toko roti di Pati. (Foto: Humas Jateng)

Ganjar Pranowo saat mampir ke salah satu toko roti di Pati. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Pati – Betapa terkejutnya Tri Isnaeni, pengusaha UKM roti yang ada di Pati. Tak ada angin dan tak ada hujan, tiba-tiba rumahnya didatangi tamu istimewa. Orang nomor satu di Jawa Tengah.

Rumah Tri Isnaeni nampak sepi saat mobil yang dinaiki Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berhenti di depan rumahnya, Selasa (10/8/2021). Di dalam rumah yang dijadikan tempat produksi dan penjualan roti itu, hanya terlihat beberapa pegawai yang sedang sibuk bekerja.

Tiba-tiba Ganjar masuk dan melihat-lihat roti yang dipajang di instalasi. Tri yang sedang mengawasi pekerjanya, langsung menutup mulutnya karena terkejut.

“Lho Pak Ganjar,” katanya tak percaya.

Beberapa saat Tri hanya terdiam. Ia tak percaya, pria yang berdiri di hadapannya adalah Ganjar. Sebab, Tri tak mendengar kabar, jika akan kedatangan gubernur idolanya itu.

“Bapak kok bisa sampai ke sini,” tanyanya tak percaya.

Ganjar hanya tersenyum. Ia mengatakan sengaja mampir saat melakukan kunjungan kerja di Pati. Ganjar pun melihat-lihat kondisi toko roti milik Tri.

Ganjar Pranowo melihat langsung proses produksi roti Sari Rasa yang pernah Juara I Tingkat Provinsi Kreasi Roti pada 2017. (Foto: Humas Jateng)

Kepada Ganjar, Tri mengatakan pernah mendapat Juara I Tingkat Provinsi Kreasi Roti pada 2017 lalu. Selain itu, ia juga berhasil menyabet Juara III Tingkat Nasional, dengan produk unggulan roti gulung kejunya.

Baca juga   Racik Sewu, Inovasi Jamu Gendongan yang Dikemas Kekinian

“Setelah itu penjualan meningkat. Sehari bisa produksi 1.000 boks roti. Tapi setelah pandemi omzet turun drastis, bahkan merugi,” jelasnya.

Tri juga mengatakan betapa ia merasakan masa kejayaan dan langsung berubah pada masa keterpurukan. Akibat pandemi, banyak toko roti yang biasa ia setori tutup. Omzetnya jatuh, per hari tak lebih dari 100 boks roti diproduksi.

“Itupun hanya pesanan-pesanan. Saya sampai sempat jual asset, salah satu toko rotinya dijual demi menutupi kebutuhan,” jelasnya.

Diakui, kondisi kini sudah mulai membaik. Pesanan sudah mulai mengalir, meski belum seramai saat masa kejayaannya dulu. Sebelum PPKM, pesanan sudah mulai ramai, sekitar 40 persen.

“Tapi setelah PPKM, penjualan kembali menurun. Bahkan lebaran Iduladha kemarin, kita cancel banyak pesanan buat hantaran orang hajatan, sampai 16.000 lebih. Saat ini ya kami masih terdampak. Tapi tidak apa-apa, yang penting masih sehat,” jelasnya.

Baca juga   Jumat Berkah, Komunitas Mutiara Berbagi untuk Kaum Duafa

Tri sangat senang karena dikunjungi Ganjar. Ia memang sempat mengirimi direct massage (DM) ke Ganjar. Ia tak menyangka, pesan itu dijawab Ganjar dengan langsung datang.

“Senang sekali rasanya, dapat semangat sekaligus motivasi agar tetap bertahan dan mencari jalan keluar. Apalagi ini tadi diborong semuanya roti saya. Seneng rasanya. Ya saya akan tetap bertahan dan terus berusaha. Rezeki kan sudah diatur oleh Allah, mungkin kalau kita bersabar, suatu saat akan ada jalan keluar,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga sempat ngevlog dan mempromosikan dagangan Tri. Ia meminta masyarakat membeli roti yang terkenal dan juga juara tingkat provinsi dan nasional ini.

“Saya ada di toko roti Sari Rasa di Pati. Ini Juara I di Pemprov dan Juara III di nasional lho. Andalannya roti gulung keju dan roti pisang. Ini enak tenan, sumpah. Jadi ayo dibeli, bisa datang langsung ke sini atau ke instagramnya @sarirasa_. Kamu harus datang, ayo nglarisi produk UKM kita,” ucap Ganjar Pranowo. (*)

Share :

Baca Juga

Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerima bibit pohon dari Fahmi Ali dan Lukman, yang berkeliling Indonesia mengkampanyekan menanam pohon. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Bersepeda Keliling Indonesia, Fahmi dan Lukman Kampanyekan Menanam Pohon
Selain banyak diminati konsumen di Indonesia, batik ciprat ini mulai diminati para konsumen dari Malaysia dan Irlandia. (Foto:Diskominfo Kabupaten Temanggung)

Plus

Batik Ciprat Difabel Diminati Pasar Malaysia dan Irlandia
Mulyana, di luar aktivitasnya sebagai guru SD, suskes menjalankan usaha beternak bebek petelur. (Foto: zainuri arifin)

Plus

Mantab! Guru SD Ini Raup Rp14 Juta/ Bulan dari Beternak Bebek
Anak-anak di Desa Nglobo mengekspresikan dukungannya pada atlet Jateng yang berlaga di PON XX Papua dengan menggambar. (Foto: Dokumentasi Sedulur Art Blora)

Plus

Begini Anak-anak Desa Nglobo Dukung Atlet Jateng Berlaga di PON XX Papua
Kelompok Tani Winongo Asri berada di RW 07 Kelurahan Patangpuluhan. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Klomtan Winongo Asri Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kampung Sayur
(Foto:kratonjogja.id)

Plus

Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton
Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Plus

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah