Home / Peristiwa

Jumat, 24 September 2021 - 11:21 WIB

Omset Perajin Gerabah Bayat Turun Drastis Selama Pandemi

Sentra kerajinan gerabah di Bayat Klaten ikut tredampak pandemi Covid-19. (Foto: Diskominfo Klaten)

Sentra kerajinan gerabah di Bayat Klaten ikut tredampak pandemi Covid-19. (Foto: Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Hampir dua tahun pandemi Covid-19 berlangsung, sudah memberi banyak dampak pada kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini juga dirasakan perajin gerabah di Klaten. Selama kurun pandemi pendapatan mereka anjlok hingga 50%, lantaran turunnya permintaan pasar.

Pengakuan itu diungkapkan Novi (30), seorang perajin gerabah yang tinggal di RT 02 RW 03 Pager Jurang, Bayat, Klaten. Usaha yang dirintis turun-temurun dari orang tuannya sejak 2006 itu beruntung masih bisa bertahan setelah merabah pemasaran secara online.

“Kini kami mencoba menjajaki pemasaran online sejak 2019. Dulu usaha gerabah ini warisan orang tua. Tapi sejak 2021 ini kami membuka usahanya sendiri. Produk kami seperti pot, panci, wajan, piring. Karena pandemi pendapatan turun sampai 50%. Pangsa pasar kami ke Jawa Timur dan Jawa Barat seperti Cirebon, Jakarta bahkan sampai Riau. Umumnya produk yang diminati adalah perabotan rumah tangga,” jelasnya.

Baca juga   Antisipasi Varian Mu, Ganjar Beli "Whole Genome Sequencing"

Terkait kualitas bahan Novi menjelaskan lebih memanfaatkan tanah asli Bayat. Hal itu terkait kualitas dan sifatnya yang cocok untuk gerabah.

“Kami menggunakan bahan khusus seperti tanah 3 macam yang ada di Bayat. Tanah di sini unik dan kualitas tanahnya lebih kuat. Warnanya juga berbeda dengan tanah-tanah yang lain. Untuk pot peminatnya masih stabil sampai omset pot naik hampir kurang stock. Sekarang belum berani ekspor, biaya ekspor mahal. Omset pot terus naik permintaanya. Biasanya pesanan dikirim lewat ekspedisi dan memesannya melalui instagram @wdnoviana_gerabah_bayat,” katanya.

Baca juga   Okupansi TT RS Turun, Pekalongan Masuk PPKM Level 2

Menanggapi penurunan omzet perajin gerabah, Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten Cahyo Dwi Setyanto mengaku anggaran pemerintah untuk para perajin terpaksa direfocusing. Pemihakan bantuan untuk pengusaha dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Selama pandemi kami masih bisa melakukan pembinaan bagi para pelaku usaha sebagai bentuk perhatian pemerintah. Selain itu untuk promosi, pemihakan pemerintah bisa dilakukan dengan memanfaatkan showroom Dekranasda. Pekan depan akan ada tamu dari Jawa Timur langsung berkunjung ke Dekranasda Klaten. Maaf untuk program bantuan bagi pengusaha dan perajin terpaksa direfocusing,” jelas Cahyo. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada perwakilan warga Desa Polobogo, Getasan. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Kab Semarang)

Peristiwa

Pemkab Semarang Salurkan 1.347 Ton Bantuan Beras PPKM
Kandang ayam milik salah satu peternak ayam broiler atau ayam potong di Desa Pusporenggo tampak kosong, menurut pemilik peternakan Radityo Herlambang pengiriman bibit ayam sedikit terganggu adanya PPKM. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

PPKM Diperpanjang, Peternak Ayam Broiler Kesulitan Jual Hasil Panen
Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji dan Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

Peristiwa

TMMD Reguler ke-111 Selesai, Teguh Prakosa Berpesan Agar Dirawat dan Dipelihara dengan Baik
Mentan Syahrul Yasin Limpo kedua dari kiri dan Wabup Boyolali Wahyu Irawan batik merah menanam pohon Stroberi disela-sela kunjungan kerja di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak. (Foto: Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

Ngemplak Jadi Percontohan Pertanian Pekarangan Rumah Tangga
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Pekalongan Percepat Penyaluran BLT Dana Desa
Paguyuban Setyo Rukun Blora. (Foto: MC Kab. Blora/Teguh)

Peristiwa

Paguyuban Pensiunan PNS Pejabat Blora Gaungkan 5B untuk Jaga Kesehatan
UGM bergerak cepat bantu atasi melonjaknya kasus Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Dok UGM)

Peristiwa

Kasus Covid-19 Melonjak, UGM Siapkan 136 Kamar
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa melalukan “ground breaking” pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Pemkab Sukoharjo Bangun Mal Pelayanan Publik