Home / Peristiwa

Selasa, 29 Juni 2021 - 21:16 WIB

Paguyuban Wehrkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta Peringati Peristiwa Jogja Kembali ke-72

Peringatan Jogja Kembali, Jadikan Momentum Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peringatan Jogja Kembali, Jadikan Momentum Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Paguyuban Wehrkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta menggelar peringatan peristiwa Jogja Kembali ke-72 di Tetenger Yogya Kembali yang terletak di sisi barat Hotel Grand Ina Indonesia.

Ketua Badan Pengurus Cabang Paguyuban Wehrkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta, Sudjono menyatakan, peringatan peristiwa Jogja Kembali dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tentang semangat persatuan Indonesia yang dijadikan sebagai modal utama mempertahankan NKRI.

“Peristiwa Jogja Kembali yang terjadi 72 tahun lalu itu juga semakin menguatkan predikat Yogyakarta sebagai Kota Perjuangan. Peristiwa Jogja Kembali ini sangat berkaitan dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret saat seluruh pejuang bahu membahu mengusir penjajah agar angkat kaki dari Tanah Air,” katanya, Selasa (29/6/2021).

Peristiwa Jogja Kembali merupakan salah satu benang merah awal berdirinya NKRI. Dari peristiwa tersebut, negara dan bangsa Indonesia diakui kedaulatannya oleh dunia dan secara nyata bebas dari belenggu penjajahan, terutama saat itu penjajahan Belanda.

Kota Yogyakarta yang pada saat itu menjadi Ibukota negara Republik Indonesia, berhasil direbut kembali dari tangan Belanda oleh para pahlawan. Tentara Belanda pergi setelah mengalami kekalahan dalam perang dan diplomasi.

Baca juga   Pemkab Klaten Salurkan 3.000 Paket Beras Bantuan Kemensos

Peristiwa ini tentunya juga tidak bisa dilepaskan dari sebelumnya Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, yang menjadi bukti kuat dan kokohnya jiwa nasionalisme yang dimiliki para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Jasa para pahlawan dan seluruh masyarakat Yogyakarta sangat besar dalam dua peristiwa tersebut. Atas besarnya jasa yang diberikan itulah, hingga saat ini Yogyakarta diberi hak-hak keistimewaan yang perlu selalu kita lestarikan.

Melihat pada pengaruhnya yang begitu besar terhadap Negara Indonesia, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Sisruadi menegaskan seluruh warga masyarakat Kota Yogyakarta agar menjadikan peringatan Jogya Kembali bukan hanya peringatan yang bersifat kedaerahan tetapi juga peringatan atas diakuinya kedaulatan Republik Indonesia secara de facto dan de jure oleh dunia.

“Sehingga kiranya wajib bagi kita untuk memberikan penghormatan atas pengorbanan para pahlawan dengan senantiasa berupaya meneruskan semangat nasionalisme dan patriotisme melalui kegiatan-kegiatan yang positif, yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa, serta mendukung ke-Istimewaan Yogyakarta agar langgeng dan abadi,” ucapnya pada kesempatan yang sama.

Baca juga   Antre Sembako, Mbah Rofik Dapat Peci dari Gus Yasin

Sebagai generasi penerus bangsa, lanjutnya, juga diwajibkan untuk mengemban tanggung jawab yang besar guna mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Saat ini yang para generasi muda yang dipanggul bukan senjata, tetapi semangat. Semangat untuk selalu berkarya, semangat untuk terus produktif dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, yang tidak boleh dilupakan adalah kebersamaan. Tanpa kebersamaan, tidak akan mampu mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa.

Melalui peringatan Jogja Kembali, ia berharap dapat menggugah rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita nasional seperti diamanatkan dalam UUD 1945 yaitu masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.(*)

Share :

Baca Juga

Gus Yusuf menerima Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Peristiwa

Polda Jateng Salurkan Bantuan Beras PPKM Darurat di Ponpes API Tegalrejo
Gibran Rakabuming Raka menerima bantuan ventilator oksigen produk asli Indonesia dari PT Layani NahdlatulUlama yang dirancang Institut Teknologi Bandung. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Gibran Terima Bantuan Ventilator Portabel Buatan Anak Bangsa
Azka Yahdiyani Putri, pemuda pelopor bidang agama, sosial, budaya menerima tim fact finding dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) RI di Kantor Kemantren Tegalrejo. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta Ikuti Fact Finding Tingkat Nasional
Ganjar Pranowo berdialog dengan salah satu petani yang kembali memperoleh hak atas tanahnya. (Foto:Humas Jateng)

Peristiwa

Setelah Berjuang 21 Tahun, Petani Ungaran Akhirnya Mendapatkan Hak Tanah
Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Pasar Ditutup Selama PPKM Darurat, Pedagang Diberi Keringanan Bayar Restribusi
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau jalannya vaksinasi. (Foto: Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Buruh Pabrik Jadi Sasaran Vaksin Pemkab Sragen
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Oksigen Gratis Pemkab Sukoharjo untuk Masyarakat
Direktur PT Ndayu Alam Asri Sragen, Untung Wibowo Sukowati menyerahkan unit mobil bantuan operasional Satgas Covid-19 kepada Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Pemkab Sragen Terima Bantuan Mobil Operasional Satgas Covid-19