Home / Peristiwa

Minggu, 2 Oktober 2022 - 17:50 WIB

Palsukan Data Hingga Terbitnya 6 Surat Hak Milik Palsu Atas Obyek Tanah Seluas 10 Hektar, Polda Lampung Amankan 5 Pelaku

Para tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers. Foto: Humas Polda Lampung/Tribratanews

Para tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers. Foto: Humas Polda Lampung/Tribratanews

NYATANYA.COM, Lampung Selatan – Membuat keterangan palsu kedalam akta autentik enam sertifikat tanah di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, lima pelaku ditangkap Ditreskrimum Polda Lampung.

Kelima pelaku tersebut, berinisial SJO, SYT, SHN, RA, dan FBM, memalsukan data hingga terbitnya enam sertifikat hak milik (SHM) atas obyek tanah seluas kurang lebih 10 hektare, kata Dir Reskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung di Mapolda Lampung, Jumat (30/9/2022).

Para pelaku terjerat UU Nomor 8 Tahun 1981 dan UU Nomor 2 tahun 2002, serta Laporan Polisi No.LP/B/414/IV/2022.

Diceritakan kronologisnya oleh Dir Reskrimum, sekitar Juni 2020, tersangka inisial SJO menjual objek tanah seluas 10 hektare dengan menggunakan dokumen pendukung kepemilikan yang diduga palsu.

“Surat palsu itu dibuat oleh tersangka SYT selaku kepala Desa Gunung Agung, dan dikuatkan oleh tersangka SHN selaku camat Sekampung Udik atas permintaan SJO terkait letak wilayah administrasi obyek tanah milik SJO yang semula berada di desa Gunung Agung telah beralih menjadi berada di Desa Malang Sari,” jelasnya.

Kemudian, obyek tanah tersebut dijual oleh rersangka SJO kepada Saksi berinisial AM dengan mengatasnamakan kepada tersangka SJO serta 5 orang anak-anak serta keponakannya sebagai penjual dengan dibantu oleh Tersangka RA selaku PPAT Daerah Kerja Kabupaten Lampung Selatan.

“Untuk membuatkan Akta Jual Beli (AJB) yang isinya memuat keterangan palsu atas transaksi jual beli tersebut. Setelah beralih kepemilikan kepada saksi AM maka obyek tanah tersebut diajukan permohonan penerbitan SHM nya kepada BPN Kabupaten Lampung Selatan, sehingga dalam prosesnya dilakukan pengukuran bidang tanah oleh FBM selaku juru ukur BPN. Dimana, Tersangka FBM menerima upah dari saksi AM sebesar Rp2.500.000,” tuturnya.

Selanjutnya, tidak melaporkan tentang adanya penguasaan pihak lain terhadap obyek tanah dimaksud berupa adanya pemukiman warga dalam gambar ukur dan berita acara kerja atas pelaksanaan tugas pengukuran tersebut sehingga dapat diterbitkannya 6 Sertifikat Hak Milik atas obyek tanah tersebut atas nama saksi AM.

Baca juga   Maling Motor di Rumah Kos Diciduk Polisi Saat Hendak Pulang ke Purworejo

“Setelah keenam SHM tersebut diterbitkan, maka saksi AM memberitahukan hal tersebut kepada Kepala Desa Malang Sari serta memasang plang kepemilikan diatas obyek tanah tersebut,” jelas Dir Reskrimum Polda Lampung.

Sementara, dikarenakan obyek tanah seluas 10 hektar itu terdapat adanya penguasaan fisik yang dilakukan oleh 55 kepala keluarga sejak tahun 1991, berdasarkan pengakuan kepemilikan berupa SKT dan Sporadik, maka masyarakat Desa Malang Sari melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Guna dilakukan pengusutan lebih lanjut atas terjadinya dugaan tindak pidana penerbitan 6 SHM tersebut,” kata Dir Reskrimum Polda Lampung.

Dir Reskrimum Polda Lampung membeberkan peran masing-masing tersangka dengan rincian sebagai berikut:

  1. Tersangka SJO

Tersangka SJO selaku orang yang telah menjualkan obyek tanah kepada saksi AM dengan diatasnamakan kepada dirinya dan 5 orang anak-anak serta keponakannya dihadapkan Tersangka RA selaku PPAT Lampung Selatan dengan menggunakan surat yang yang diduga palsu yang dibuat oleh Tersangka SYT yang dikuatkan oleh Tersangka SHN selaku Camat.

Sehingga dapat diterbitkan Sertifikat Hak Milik atas nama Saksi AM. SJO mendapatkan uang Rp900 ribu dari menjual tanah kepada saksi AM.

Pasal yang disangkakan Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

  1. Tersangka SYT

Selaku Kepala Desa Gunung Agung atas perbuatannya pada bulan Juni 2020 telah membuatkan surat keterangan palsu atas obyek tanah milik Tersangka SJO yang kemudian dibeli oleh Saksi AM.

SYT mendapatkan imbalan Rp1 juta. Pasal yang disangkakan Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

  1. Tersangka SHN
Baca juga   Waduh! 11 Satpam RS Kariadi Semarang Masuk Bui, Aniaya Terduga Pencuri hingga Tewas

Tersangka SHN yang merupakan Camat Sekampung Udik menguatkan (dengan membubuhkan tandatangan dan cap stempel kecamatan Sekampung Udik) surat palsu yang dibuatkan oleh tersangka SYT pada tahun 2020, sehingga surat tersebut digunakan oleh Saksi AM yang semula terletak di Kabupaten Lampung Timur seolah benar terletak di Desa Malang Sari Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2013.

Sehingga surat keterangan itu digunakan oleh Saksi AM sebagai dokumen pendukung dalam permohonan penerbitan SHM. Pasal yang disangkakan Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

  1. Tersangka RA

Sebagai PPAT Daerah Kabupaten Lampung Selatan yang telah membuatkan AJB antara Tersangka SJO serta 5 orang anak-anak dan keponakanya selaku penjual dengan saksi AM selaku pembeli atas obyek tanah di Desa Malang Sari.

Dalam pelaksanaan penandatanganan AJB, tidak semua pihak menghadap kepada Tersangka RA sehingga terdapat 2 tandatangan pihak yang diduga dipalsukan.

Tersangka RA mendapatkan imbalan sebesar Rp30 juta atas jasanya membuatkan 6 AJB antara Tersangka SJO dan 5 anak-anak serta keponakannya dengan Saksi AM. Pasal yang disangkakan Pasal 266 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

  1. Tersangka FBM

FBM selaku juru ukur BPN Kabupaten Lampung Selata mengajukan pemohonan penerbitan SHM oleh saksi AM tidak melalaikan tentang adanya penguasaan pihak lain atas obyek tanah yang dilakukan pengukuran tersebut pada gambar ukur dan berita acara sehingga terjadi penerbitan SHM atas obyek tanah yang juga diakui kepemilikannya dan dikuasai fisiknya tersebut oleh 55 kepala Keluarga.

Tersangka FBM tidak melaporkan fakta sesungguhnya. FBM menerima imbalan sebesar Rp2,5 juta dari saksi AM. Pasal yang disangkakan Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Share :

Baca Juga

Pelajar SMAN 2 Batang ini mengukir prestasi dengan menjadi Juara umum pada Asian Law Student’s Assosiation (ALSA) English Festival yang digelar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. (Foto: MC Batang)

Peristiwa

SMAN 2 Batang Sabet Juara Umum ALSA E-Fest Undip 2021
Posko Gugus Pertembakauan mulai menerima aduan dan keluhan masyarakat terkait tembakau. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Tampung Aduan dan Masukan, Temanggung Buka Posko Gugus Pertembakauan
Foto: Ist

Peristiwa

Ajudan Istri Ferdy Sambo Brigadir RR Ditetapkan sebagai Tersangka
TNI AL masih terus berupaya melakukan pencarian (SAR) terhadap 22 korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam di sekitar wilayah perairan Selat Makassar. Foto: Dispenal

Peristiwa

21 Korban Tenggelamnya Kapal Ladang Pertiwi 02 Ditemukan, Begini Kondisinya
Foto: Djanes Nafi/InfoPublik

Peristiwa

Kominfo Jamin STB yang Beredar Berkualitas, Termasuk yang Diberikan untuk Warga Miskin
Petugas saat mengevakuasi korban. Foto: Ist/selalu.id

Peristiwa

Duh, Siswi SMPN 1 Surabaya Nekat Loncat dari Lantai 2 Gedung Sekolah
Pelaku bernama Subardi (44) berhasil diringkus polisi saat sedang melintas di jalan. Foto: Dok.Polres Kulon Progo

Peristiwa

Curi Gabah di Lima Tempat, Subardi Dicokok Polisi Kulon Progo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat melakukan pantauan vaksinasi bagi pekerja di Puskesmas Sidoharjo. (Foto: Diskominfo Kab Sragen)

Peristiwa

Dikebut! Capaian Vaksinasi di Sragen Terus Bertambah