Home / Panggung

Kamis, 30 September 2021 - 14:49 WIB

Pameran Maket JSSP 4 ‘Jogja Patung Publik Nyawiji’ di Pendhapa Art Space

Dari kiri ke kanan, perwakilan seniman Kelompok YOS, Dra. Y Eni Lestari Rahayu dan Bapak Dunadi berbincang mengenai karya kelompok YOS untuk Kalurahan Margodadi. (Foto: Dok.JSSP 4)

Dari kiri ke kanan, perwakilan seniman Kelompok YOS, Dra. Y Eni Lestari Rahayu dan Bapak Dunadi berbincang mengenai karya kelompok YOS untuk Kalurahan Margodadi. (Foto: Dok.JSSP 4)

NYATANYA.COM, Bantul – Asosiasi Pematung Indonesia (API) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pameran Maket Jogja Street Sclupture Project (JSSP) 4 dengan tajuk Jogja Patung Publik Nyawiji.

Pameran yang diikuti 8 kelompok pematung ini digelar dari tanggal 30 September 2021 – 1 Oktober 2021, di Galeri Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan Yogyakarta.

Penyelenggaraan JSSP 4 sendiri akan terasa berbeda. Hal tersebut dikarenakan penyelenggaraan pameran akan berlangsung di 8 Kalurahan Budaya, Kalurahan Gilangharjo untuk Kabupaten Bantul serta Kalurahan Wedomartani, Kalurahan Girikerto, Kalurahan Pandowoharjo dan Kalurahan Margodadi untuk Kabupaten Sleman.

Nugroho selaku ketua panitia JSSP 4 mengatakan, JSSP 4 kali ini mengangkat tema Jogja Patung Publik Nyawiji. Satu bentuk wacana kemasyarakatan, bahwa gerakan kesenian kebudayaan haruslah memiliki kesinambungan.

“Tidak berhenti disitu saja, kami merealisasikan kegiatan ini dengan benar-benar terjun ke masyarakat. Melalui 8 Kalurahan Budaya, terdapat 8 kelompok seniman yang akan bersama untuk mewujudkan tetenger,” ungkapnya.

Baca juga   Tanggap Tanggon Tuwuh, Haryadi-Heroe Potong Tumpeng HUT ke-265 Kota Yogya

Kesempatan kali ini juga menghadirkan Dunadi yang merupakan Sekjen Asosiasi Pematung Indonesia. Dunadi menjelaskan bahwa program ini menitik beratkan pada pentingnya riset sebelum membuat karya patung, agar karya yang diciptakan bisa menjadi gambaran atau ikon potensi di setiap kalurahan Budaya.

Foto bersama perwakilan kelompok seniman bersama ketua panitia JSSP 4. (Foto: Dok.JSSP 4)

JSSP 4 akan mengemban misi untuk mencipta tetenger atau ikon untuk masing-masing Kalurahan budaya. Dra Y Eni Lestari Rahayu selaku Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan, JSSP 4 akan menjadi jalan untuk memunculkan potensi dari setiap Kalurahan Budaya. Sejalan dengan program Kalurahan Budaya yang menjadi unggulan program Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga   Via Vallen Curi Perhatian dengan Baju NKRI Harga Mati

JSSP 4 menampilkan karya maket 8 kelompok pematung yaitu: KLINIK ART STUDIO / Panggungharjo (Indra Lesmana, Bio Andaru, Agung Qurniawan), JIWA SEHAT/ Bangunjiwo (Komroden Haro, Basrizal Albara, Sardjito), DEWI SRI/ Sabdodadi (Harry Susanto, Amboro Liring, Edi Priyanto), PANDAI RUANG/ Gilangharjo (Wisnu Ajitama, Muhammad Ramdan, Muntoha Tri Subekti).

DADA (K)/ Wedomartani (Liflatul Muhtarom, Setiyo Nugroho, Irwan Riswoto), BURUH SENI/ Girikerto (Dwi Galuh Kusuma, A Susiyanindra Ardiprana, Angga Deri Pradeta), HOKKI/ Pandowoharjo (Khusna Hardiyanto, Edi Erwanto, Iwan Nugroho Agus), YOS/ Margodadi (Dedy Maryadi, Kukuh Karsono, Endri Cahyono).

Untuk melihat pameran maket yang akan berlangsung sampai tanggal 1 Oktober 2021 ini pengunjung dapat melakukan reservasi terlebih. Meski demikian pameran maket juga dapat dinikmati melalui channel YouTube Dinas Kebudayaan DIY tasteofjogja disbuddiy. (Aja)

Share :

Baca Juga

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Peringati Hari Aksara Internasional, Gubernur DIY Ajak Optimalkan Ranah Digital
(Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta)

Panggung

Dinas Kebudayaan Gelar Drama Musikal Hanacaraka
Godod Sutejo. (Foto: Dok Pribadi)

Panggung

Godod Sutejo: Dhapur Keris dalam Estetika Seni Rupa
Salah satu pentas monolog yang digelar TWN. (Foto: nyatanya.com/Sulis)

Panggung

Sukses Pentas Monolog, TWN Siap Garap Film Pendek
Fafa Yolanda. (Foto:nyatanya.com/dokumentasi)

Panggung

Fafa Yolanda, ke Yogya Kembangkan Talenta Menyanyi
Non-O saat berkarya di rumah studionya. (Foto: dokumenpribadi)

Panggung

Kartunis Non-o, Energi Berkaryanya Tak Pernah Padam
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

Panggung

Kundha Kabudayan Luncurkan “Yogya Kota Hanacaraka”

Panggung

Raffi Ahmad dan Artis Papan Atas Meriahkan Pembukaan PON XX Papua