Home / Panggung

Rabu, 30 Juni 2021 - 11:48 WIB

Pameran Seni dan Launching Gallery MayinArt Indonesia “If Walls Could Speak”

Regeneration #2 karya Deddy PAW. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

Regeneration #2 karya Deddy PAW. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – “If Walls Could Speak” adalah seri pameran seni yang diselenggarakan oleh MayinArt Gallery sejak tahun 2009 di Singapore. Tahun 2021, event ini diadakan di Indonesia di dua kota besar yaitu Jakarta dan Yogyakarta.

Pameran di Yogyakarta juga menandai launching galeri MayinArt di Indonesia, yang beralamat di Perumahan Sonosewu Baru 446 Yogyakarta. Alamat ini selanjutnya akan menjadi kantor utama MayinArt di Indonesia, yang merupakan galeri online berbasis di Singapura.

Personal Space karya Hono Sun. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

Pameran akan berlangsung dari tanggal 4 Juli – 9 Agustus 2021 secara hybrid, online dan offline dengan jam kunjung harian mulai pukul 09:00 – 21:00 WIB.

Dalam rilis yang dikirim via WA, Senin (28/6/2021), MayinArt adalah platform kurasi seni online yang hadir dengan pilihan seimbang antara seniman mapan dan seniman baru dari berbagai negara dengan fokus utama Indonesia dan India.

“Secara khusus MayinArt mendedikasikan diri untuk mengungkap bakat-bakat kreatif dari seniman-seniman yang tinggal di daerah terpencil, dan membawa karya mereka yang menakjubkan kepada pecinta seni di seluruh dunia. Kami hadir untuk memuaskan hasrat seni para kolektor berpengalaman, sekaligus kolektor muda yang baru lahir,” jelas Deti Lucara dalam rilisnya.

Baca juga   "Agakugu Cigintaga Kagamugu", Via Vallen Pamer Kemesraan
Mountain Series #5 karya Sri Pramono. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

“Dalam pameran bertajuk “If Walls Could Speak” di Yogyakarta, kami mempersembahkan 21 seniman pilihan dengan lebih dari 40 karya berbagai gaya mulai dari realisme, surealisme, hiperalisme, abstrak, ekspresionisme, hingga karya instalasi 3D,” imbuhnya.

Para seniman yang terlibat diantaranya AT Sitompul, Budi Ubrux, Choerudin Roadyn, Deddy PAW, Elisa Faustina, Fatoni Makurodi, Fery Eka Chandra, Giring Prihayatsono, Heri Cahyono, Hono Sun, Irwanto Lentho, Januri, Joko Sulistyono, Kadek Marta Dwipayana, Klowor Waldiyono, Mulyo Gunarso, Reza Prastica Hasibuan, Sigit Raharjo, Sri Pramono, Suryo, dan Tofan Mohammad Siregar.

Selain itu, juga hadirnya Ugo Untoro dan teman-teman yang tergabung dalam kelompok seni eksperimen “The Art of Choosing”, yang akan menyuguhkan karya instalasi kolaborasi.

Cosmic Jam karya Fatoni Makurodi. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

Seni dalam Ruang dan Makna Pribadi

Tema “If Walls Could Speak” merupakan sebuah upaya untuk merespon dan menginterpretasikan dinding atau ruang dalam arti luas, ruang dimana kita hidup, berubah dan tumbuh. Baik itu ruang publik ataupun ruang pribadi, ruang memiliki kesamaan makna sebagai tempat berpijak dan berekspresi baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Baca juga   Kembangkan Talenta Artis dan Kreator Konten, NETV Hadirkan Wajah Baru NET Talent

Di masa pandemi covid-19 ini, konsep ruang ditantang dan dipertanyakan seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Ruang kini berubah menjadi sekat yang membatasi ruang gerak kita. Sebuah ruang sosial yang luas dengan segala aktivitasnya yang kompleks harus dilipat ke dalam ruang personal yang sempit. Disinilah seni menemukan perannya sebagai daya penggerak, katarsis dan juga terapi yang menstimulasi jiwa dan raga yang menolak untuk tunduk pada ruang-ruang isolasi dan lockdown yang memenjarakan raga kita.

Salah satu sudut galeri MayinArt Indonesia. Foto:nyatanya.com/MayinArt)

“Sesuai dengan tema pameran, kami juga menyelenggarakan sebuah permainan interaktif untuk mengobarkan jiwa kreatif Anda, “What Will Your Walls Speak”. MayinArt memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjelajahi dan menafsirkan dinding dan ruang dengan prespektif dan narasi Anda sendiri, dan merancang kolase dinding sesuai imajinasi Anda,” lanjut Deti Lucara.

Dijelaskan Deti Lucara, permainan ini juga merupakan upaya untuk mendekatkan seni kepada masyarakat luas, dan meyakini bahwa semua orang bisa menjadi kurator untuk ruang spesial kita, kebebasan memilih dan menata karya seni yang sesuai dengan gaya dan estetika perupa. (N1)

Share :

Baca Juga

Workshop Jogja Cross Culture 2022 di Grand Inna Hotel, Selasa (10/5/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Panggung

Jogja Cross Culture 2022, Optimisme Yogya Jadi Pusat Seni Budaya
Penampilan Yogyakarta Royal Orchestra di Taman Budaya Gunungkidul, Senin (20/12/2021) pukul 19.00 WIB. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Yogyakarta Royal Orchestra Sukses Gelar Konser Akhir Tahun 2021
Aurelia Skolastika dan Yunan Helmi. Foto: Ist

Panggung

Aurelia Skolastika Debut Single ‘Untukmu Indonesia’ di Hari Kemerdakaan RI
Happy Asmara. (Foto: Instagram @happy_asmara77

Panggung

Happy Asmara Artis Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik AMI Awards 2021
Pegawai lokananta melakukan perawatan pita kaset di Lokananta, Solo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO

Panggung

Lokananta, Lorong Waktu dan Saksi Hidup Perjalanan Musik Indonesia
Gelar Karya Arsitektur 'Home of Us' EXPERVM 2023 di PAS. (Foto: Istimewa)

Panggung

Gelar Karya Arsitek ‘Home of Us’ EXPERIVM 2023 di PAS,Ajang Tunjukkan Karya Ekspresi Menginspirasi
Sandiaka Uno saat menyaksikan Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia. Foto: Dok Birkom Kemenparekraf

Panggung

Ini Harapan Sandiaga Uno pada Event Marvel Studios: A Universe of Heroes Exhibition Indonesia
Permadani Wonosobo menggelar pawiyatan atau kursus Panatacara tuwin Pamedhar Sabda. Foto: MC Kab.Wonosobo

Panggung

Jaga Budaya Jawa, Permadani Wonosobo Gelar Pawiyatan