Home / News

Minggu, 18 September 2022 - 19:30 WIB

Pasien Pertama Cacar Monyet Dinyatakan Sembuh

Foto: Ist

Foto: Ist

NYATANYA.COM, Jakarta – Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril mengatakan pasien pertama konfirmasi positif cacar monyet (monkeypox) pada Agustus 2022 lalu telah sembuh dan sudah beraktivitas seperti biasanya.

“Kasus pertama orang yang terkonfirmasi monkeypox pada 19 Agustus 2022 dinyatakan positif kemudian dilakukan isolasi mandiri di rumah karena gejalanya ringan,” kata Syahril dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/9/2022).

Kemudian, lanjutnya pada 4 September 2022 dinyatakan selesai isolasi dan sekarang sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Artinya pasien tersebut sudah dinyatakan sehat, namun ada tiga orang kontak erat dan sudah dilakukan testing dan surveilans.

Baca juga   Tujuh Provinsi Masih Alami Kenaikan, Angka Kasus Konfirmasi Harian Berhasil Ditekan di 16 Ribu

Syahril mengatakan hasilnya semuanya sehat tidak ada konfirmasi positif atau bergejala monkeypox. Untuk memaksimalkan pemeriksaan, Kemenkes menambah jumlah laboratorium menjadi 15.

Sebelumnya hanya ada dua laboratorium pemeriksaan monkeypox. Semua laboratorium tersebar di sejumlah daerah bukan hanya di Pulau Jawa tapi juga ada di Sumatera sampai ke Ambon.

Secara total laporan dugaan monkeypox di Indonesia sebanyak 66 kasus. Dari total tersebut hanya satu kasus terkonfirmasi positif, du kasus suspek, dan 63 kasus discarded.

“Ada 18 orang dengan kasus discarded memiliki diagnosis klinis cacar air atau varicella,” ungkap Syahril.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Robert Sinto mengatakan trend kasus monkeypox di dunia menurun. Ia pun meminta kepada semua pihak tetap waspada.

Baca juga   Besok Dimulai, Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

“Beberapa waktu terakhir ini cenderung menurun, tapi kita tetap harus waspada. Indonesia sudah meningkatkan kapasitas untuk bisa memeriksakan kasus monkeypox,” kata Sinto.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan dr Achmad Farchanny Tri Adryanto mengatakan Kemenkes tengah melakukan penguatan-penguatan untuk sosialisasi kepada kelompok berisiko.

“Kemenkes melakukan penguatan untuk tata laksana bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di klinik, rumah sakit, sampai menjangkau ke daerah-daerah. Kemudian untuk juga pedoman terus diperbaharui dengan bantuan IDI dan pihak-pihak terkait,” kata dr Farhani.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Rancangan regulasi hak penerbit (publisher right) diharapkan bisa diterbitkan sebagai regulasi pada tahun ini, baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Presiden (Perpres). Foto: Wahyu Sudoyo/InfoPublik

News

Rancangan Hak Penerbit Diharapkan Terbit Tahun Ini
(Foto: Kominfo/Infopublik.id/Istimewa)

News

Presiden: Vaksinasi Dosis Ketiga Covid-19 Gratis untuk Masyarakat
Ilustrasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19. (Foto:dokumentasi)

News

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Kelima Tertinggi di Dunia
Digitalisasi UMKM jadi fokus Ganjar-Yasin genjot perekonomian rakyat. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Tiga Tahun Ganjar-Yasin Mengabdi, Digitalisasi UMKM Jadi Fokus Genjot Perekonomian Rakyat
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 3.214 Orang
Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS di Washington DC, Amerika Serikat. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

News

Hambat Kemajuan Negara Berkembang, Presiden Jokowi: Hentikan Perang Sekarang Juga
Foto: Humas Pemkot Yogya

News

Menuju 2023 Zero Sampah Anorganik, Kemantren Intensifkan Sosialisasi
Kementerian Perdagangan memastikan stok kedelai nasional aman meski terjadi kenaikan harga kedelai yang signifikan selama dua minggu terakhir. (Foto: MC Riau)

News

Siap-siap Harga Tempe Naik, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Kedelai Nasional