Home / Peristiwa

Senin, 14 Februari 2022 - 12:22 WIB

Pastikan Nasib 22 WNI, KBRI Kuala Lumpur Koordinasi dengan Malaysia

Pasukan Polis Marin (PPM) telah menahan 22 pendatang asing tanpa izin (PATI) dalam sebuah perahu di Perairan Sungai Buloh, Selangor, Sabtu (12/2/2022). (Foto: ANTARA)

Pasukan Polis Marin (PPM) telah menahan 22 pendatang asing tanpa izin (PATI) dalam sebuah perahu di Perairan Sungai Buloh, Selangor, Sabtu (12/2/2022). (Foto: ANTARA)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, mencari kepastian ke pihak berwenang setempat terkait informasi penahanan 22 orang warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke negara tersebut secara tidak resmi.

Hal itu, disampaikan Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/2/2022).

“Kami tengah memastikan kepada pihak yang berwenang atas penahanan WNI yang masuk melalui jalur laut secara tidak resmi,” ujar Yoshi Iskandar.

Menurut Yoshi, kordinasi akan dilakukan dengan pihak berwajib di Malaysia dan di Indonesia, serta permintaan akses kekonsuleran, untuk memastikan kondisi 22 WNI tersebut.

Baca juga   Kecelakaan Maut di Cibubur Akibatkan 11 Orang Meninggal, Polisi Tutup Jalur Arah Cileungsi

Sebelumnya, Pasukan Polis Marin (PPM) telah menahan 22 pendatang asing tanpa izin (PATI) dalam sebuah perahu di Perairan Sungai Buloh, Selangor, Sabtu (12/2/2022).

PPM, menahan PATI tersebut pukul 06.30 waktu setempat, setelah perahu yang mereka naiki kandas akibat kerusakan mesin setelah beberapa lama dikejar pihak aparat.

Sedangkan, Komandan PPM Wilayah Satu Pulau Pinang, Asisten Komisioner Shamsol Kassim, mengatakan operasi dijalankan sesuai hasil informasi mengenai perahu yang menjalankan aktivitas penyeludupan migran melalui jalan laut.

Baca juga   Kunjungi KWT Ngudi Makmur, Belasan Mahasiswa Desain ISI Surakarta Siapkan Progam Pelatihan

Hasil pemeriksaan mendapati, semua PATI berusia 20 hingga 53 tahun terdiri dari 22 laki-laki dan tiga wanita tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Mereka turut menahan tekong perahu dan dua pembantunya untuk kepentingan penyelidikan.

Semua PATI dibawa ke Pangkalan Marin untuk urusan dokumentasi sebelum diserahkan kepada Pegawai Penyelidikan Kantor Penyelidikan Kriminal (JSJ) Kantor Polisi Daerah (IPD) Kuala Selangor.

Shamsool mengatakan, hasil informasi awal mendapati mereka membayar agen di Indonesia antara RM1,200 (Rp4,1 juta) hingga RM1,500 per orang untuk masuk ke Malaysia.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Ilustrasi: nyatanya.com

Peristiwa

Tergiur Imbalan Rp25 Juta, Perempuan Kutai Timur Nekat Jadi Kurir Sabu
3 regu Damkarmat Kota Yogyakarta dan 1 unit Damkar Bantul datang ke lokasi kebakaran. Foto: Dok. Damkarmat Kota Yogyakarta

Peristiwa

Ditinggal Pemiliknya ke Gereja, Rumah di Perum Perwita Regency Sewon Bantul Kebakaran
Petugas BPBD Kabupaten Sragen bersama tim gabungan melakukan pemotongan batang pohon tumbang di salah satu ruas jalan usai diterjang angin kencang pada Minggu (23/1). (Foto: BPBD Kabupaten Sragen)

Peristiwa

Angin Kencang Ngamuk di Sragen, 34 Rumah Rusak dan Puluhan Pohon Tumbang
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah. Foto: Humas Polri/Tribratanews

Peristiwa

Polisi: Kasus Dugaan Investasi Bodong NET89 Naik Tahap Penyidikan
Ilustrasi: nyatanya.com

Peristiwa

Tiga Orang Penyebar Informasi Bersifat Provokasi dan Tindakan Makar di Kota Sorong Diciduk Polisi
Foto: MC.TMG

Peristiwa

Kunjungi Temanggung, Menko PMK Tekankan Kejar Target Penurunan Angka Stunting
Bupati Kulon Progo Sutedjo saat memantau vaksinasi anak di wilayahnya. (Foto: MC. Kab Kulon Progo)

Peristiwa

Ribuan Anak di Kulon Progo Sudah Divaksin Covid-19
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah. Foto: Humas Polri/Tribratanews

Peristiwa

Polri Cekal 15 Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Dugaan Investasi Bodong NET89