Home / Peristiwa

Sabtu, 2 April 2022 - 20:01 WIB

Pelaku Pembuangan Sampah Ilegal di Bekasi dan Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka

Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani menetapkan A (52) sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan menetapkan T (43), MS (59) dan G (52) sebagai tersangka kasus pengelolaan sampah ilegal di kota Tangerang, Provinsi Banten. (Foto: Biro Humas KLHK)

Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani menetapkan A (52) sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan menetapkan T (43), MS (59) dan G (52) sebagai tersangka kasus pengelolaan sampah ilegal di kota Tangerang, Provinsi Banten. (Foto: Biro Humas KLHK)

NYATANYA.COM, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK melakukan penindakan terhadap pelaku pengelolaan sampah ilegal di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, penindakan itu dilakukan dengan menetapkan A (52) sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan menetapkan T (43), MS (59) dan G (52) sebagai tersangka kasus pengelolaan sampah ilegal di kota Tangerang, Provinsi Banten.

“Pengelolaan sampah ilegal tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai terjadi seperti peristiwa meledak atau runtuhnya Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) di Leuwigajah, Cimahi, pada tahun 2005 yang telah menelan korban lebih dari 150 jiwa,” ujar Dirjen Gakkum KLHK dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Sabtu (2/4/2022).

Lebih lanjut Rasio Ridho menjelaskan, penetapan tersangka A merupakan hasil pengembangan setelah pada 24 Februari 2022 lalu pihaknya telah menetapkan ES (47) sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Baca juga   Pria Mengaku Polisi di Video Viral 'Polisi Cekcok Vs Ketua RT' Minta Maaf

Kedua tersangka, yakni ES dan A, disangkakan telah melakukan tindak pidana pengelolaan sampah ilegal yang jumlahnya diperkirakan mencapai 508.776 meter kubik.

Sampah-sampah ini dibuang di bantaran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan luasan lebih kurang 3,6 hektare (ha).

“Saat ini penyidik telah menahan kedua tersangka ES dan A di Rutan Bareksrim di Mabes Polri,” imbuhnya.

Sedangkan tersangka T, MS, dan G disangkakan melakukan tindak pidana pengelolaan sampah illegal yang diduga terkontaminasi limbah bahan berbahaya beracun (B3) di bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

Penetapan tersangka dan penahanan terhadap kelima tersangka ini dinilai menunjukkan keseriusan dan komitmen Gakkum LHK untuk mencegah pencemaran dan perusakan lingkungan hidup akibat pengelolaan sampah ilegal.

Baca juga   Minta Maaf! Kasus Pengemudi Mercy Curi Cokelat di Alfamart Berakhir Damai

“Pembuangan sampah ilegal yang berada di bantaran sungai seperti ini tidak hanya mencemari tanah, air sungai, dan mengganggu kesehatan masyarakat, serta merugikan negara karena harus memulihkan lahan-lahan yang tercemar,” jelasnya.

Menurutnya penindakan kasus ini harus menjadi pembelajaran dan peringatan bagi penanggung jawab dan pengelola sampah, termasuk pemerintah daerah, untuk menghentikan pengelolaan atau pembuangan sampah ilegal.

Para pelaku atau istansi yang melakukan tindakan mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat menurutnya diancam hukuman sangat berat.

“Berdasarkan Pasal 98 dan atau Pasal 99 Undang-Undang (UU) No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, penanggung jawab dan atau pelaku pengelolaan sampah ilegal diancam hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 15 miliar,” pungkasnya.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara langsung bantuan kursi roda tersebut di kediaman Koko Taufik Bagas (18) dan Paijah (70) yang merupakan penerima bantuan kursi roda. (Foto: Humas Sleman)

Peristiwa

Diserahkan Langsung Bupati, Koko dan Paijah Sumringah Dapat Bantuan Kursi Roda dari Pemkab Sleman
Krisna Septian SH Kuasa Hukum Jamil berharap pelaku segera ditangkap. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Antisipasi Pelaku Pengancaman Kabur, Kuasa Hukum Jamil Desak Polisi Tangkap Terlapor
Warung makanan yang terbakar di Pondok Benowo Indah, Surabaya. Foto: selalu.id

Peristiwa

Warung Makanan di Pondok Benowo Indah Surabaya Terbakar, Satu Motor Ikut Hangus
Polsek Mergangsan gelar jumpa pers penangkapan pelaku klitih di Bintaran. Foto: Ist

Peristiwa

Polisi Tangkap 7 Pelaku Klitih di Bintaran, Enam Orang Masih di Bawah Umur
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat hadiri peringatan Harganas 2023. (Foto: istimewa)

Peristiwa

Pemkab Sukoharjo Siap Wujudkan Keluarga Bebas Stunting
Sejumlah bantuan di bidang lingkungan hidup sebagai upaya peningkatan kapasitas dan mendorong peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup diserahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo. Bantuan diserahkan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Lobi Kantor Bupati, Senin (20/12/2021).

Peristiwa

Dorong Masyarakat Kelola Lingkungan, Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, turun langsung melakukan pengecekan di pos penjagaan. (Foto:MC Diskominfo Prov Jatim)

Peristiwa

Kapolda Jatim: Aplikasi PeduliLindungi Diterapkan di Seluruh Jajaran Satker
Indonesian Coffee Week untuk mempromosikan kopi Indonesia kepada pecinta dan pegiat usaha kopi, serta masyarakat di Johannesburg, Afrika Selatan. (Foto: KBRI Pretoria)

Peristiwa

KBRI Pretoria Promosikan Kopi Indonesia di Afrika Selatan