Home / News

Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:37 WIB

Peluang Ekspor Salak Pondoh ke Negara ASEAN Makin Terbuka

Peluang ekspor Salak Pondoh asal Sleman, Provinsi DIY ke negara anggota ASEAN dinilai semakin terbuka dengan diluncurkannya ekspor perdana komoditas perkebunan tersebut ke Kamboja. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

Peluang ekspor Salak Pondoh asal Sleman, Provinsi DIY ke negara anggota ASEAN dinilai semakin terbuka dengan diluncurkannya ekspor perdana komoditas perkebunan tersebut ke Kamboja. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

NYATANYA.COM, Sleman – Peluang ekspor Salak Pondoh asal Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) negara anggota Asosiasi Negara-negara Kawasan Asia Tenggara atau Asociation of South East Asia Nation (ASEAN) dinilai semakin terbuka dengan diluncurkannya ekspor perdana komoditas perkebunan tersebut ke Kamboja.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi, mengatakan negara-negara ASEAN menjadi sasaran ekspor Salak Pondoh karena minat mereka terhadap produk buah-buahan asal Indonesia cukup tinggi.

“Produk-produk Indonesia, khususnya salak pondoh asal Yogyakarta sekarang mulai diminati di luar negeri. Hal ini tentu menjadi peluang bagi kita untuk terus menggenjot ekspor produk Indonesia ke luar negeri,” ujar Dirjen PEN Kemendag dalam keterangan resminya, Jumat (8/10/2021).

Dengan ekspor komoditas yang semakin meningkat, Dirjen PEN Kemendag optimistis pemulihan ekonomi nasional akan berjalan semakin cepat.

Baca juga   Wabup Sleman Ajak Para Dukuh Terlibat dalam Pemberantasan Narkoba

Untuk itu, Kemendag dipastikan terus melakukan berbagai terobosan untuk menggerakkan kegiatan ekspor komoditas unggulan berbagai daerah, seperti mengajak ribuan petani Salak Pondoh asal Yogyakarta bekerja sama untuk mengekspor hasil panennya ke Kamboja.

“Kegiatan ini diinisiasi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan bersama PT Serena Sejahtera. Perusahaan ini merupakan peserta program pendampingan eksportir (export coaching program – ECP) 2021 untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” jelas dia.

Lebih lanjut Dirjen PEN Kemendag menjelaskan, pada tahap awal, dilakukan ekspor Salak Pondoh ke Kamboja sebanyak enam ton, dengan nilai sebesar US$15 ribu (sekitar Rp213,8 juta).

Ekspor ini dinilai akan membantu ekonomi sekitar 1.200 petani yang terlibat dalam rantai perdagangannya.

“Kami berterima kasih kepada para peserta ECP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ekspor salak pondoh ke Kamboja,” kata dia.

Baca juga   Kelompok Termos85 Siapkan Pameran "GoART" di Leman Art House

Kepala Balai Besar PPEI, Heryono Hadi Prasetyo, menambahkan, program ECP untuk wilayah Yogyakarta telah memasuki tahap ketiga yaitu market development dari delapan tahapan pendampingan.

Para peserta ECP dipastikan telah diberikan pendampingan mengenai kesiapan dokumen ekspor, hal-hal yang disiapkan ketika bernegosiasi dengan calon pembeli, pengetahuan tentang kepabeanan dan pengiriman barang ekspor, kalkulasi harga ekspor, serta sistem pembayaran ekspor.

“Tahun ini, program ECP dilaksanakan di 10 kota, yaitu Semarang, Surabaya, Bandung, Bandar Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Banda Aceh, Serang, Samarinda, dan Makassar. Jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan di setiap wilayah berjumlah 30 pelaku usaha,” tutur dia. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Siapkan Skema Intervensi Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19
Ilustrasi vaksin Moderna. (Foto: istimewa)

News

Vaksinasi Dosis Ketiga bagi Nakes Jateng Dimulai Minggu Ini
Selain lima unit mobil vaksinasi, Pemkot Yogya juga menerima bantuan 10.000 rapid antigen senilai Rp175 juta, dan 1 buah oksigen konsentrator senilai Rp15 juta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Pemkot Yogya Terima Bantuan 5 Unit Mobil Operasional Vaksin dari BEI
Dengan adanya peningkatan kapasitas PCR yang ada, pembatasan penumpang di Bandara Soetta sudah tidak diperlukan. (Foto: Dokumentasi Humas Kemenhub)

News

Kemenhub Hapus Pembatasan Penumpang Internasional di Bandara Soetta
Gibran Rakabuming dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

News

Positif Covid-19, Gibran Rakabuming: Saya Masih Kerja 24 Jam untuk Warga Solo
Sekretaris Daerah DIY R. Kadarmanta Baskara Aji mengatakan untuk SD dan PAUD perlu perlakuan yang sangat hati-hati sebab siswa pada kedua jenjang tersebut belum memungkinkan untuk menerima vaksin. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Belum Memungkinkan Terima Vaksin, PTM SD dan PAUD Harus Diwaspadai
(ilustrasi:nyatanya.com/istimewa)

News

Bantul Akan Bangun Instalasi Produksi Oksigen
Bupati Afif Nurhidayat di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Wonosobo. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

News

Waspada! Nama Bupati Wonosobo Dicatut untuk Jual Beli Motor