Home / Panggung

Rabu, 4 Agustus 2021 - 16:09 WIB

Pelukis Sidik Martowidjojo Gelar Pameran Tunggal di Pit Mabuk Art Venue

Sidik Martowidjojo dan lukisannya berjudul

Sidik Martowidjojo dan lukisannya berjudul "Alam Luas", ukuran 141 x 603 cm dengan media cat air di atas kertas.(Foto: agoes jumianto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Setelah mengalami penundaan beberapa kali dan beberapa bulan, karena pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan segala perubahan aturan, akhirnya perupa Sidik Martowidjojo bisa menggelar pameran tunggalnya.

Bertempat di Pit Mabuk Art Venue, Jalan Komp. Colombo 12 Mrican Caturtunggal, Depok, Sleman, pelukis kelahiran 24 September 1937 di Malang, Jawa Timur dengan nama lahir Ma Yong Qiang ini menyuguhkan 18 karyanya dalam berbagai ukuran.

“Dalam pameran tunggalnya ini Sidik Martowidjojo menyuguhkan 18 karya lukisan cat air di atas kertas, 2 diantaranya dengan media cat minyak di atas kanvas yang merupakan karya Sidik Martowidjojo mulai tahun 2002 sampai 2021,” jelas kurator pameran, Kuss Indarto dalam jumpa wartawan, Rabu (4/8/2021) di halaman Pit Mabuk Art Venue.

Karya Sidik Martowidjojo sebagian besar memang terpengaruh pemikiran dan penggodogan yang dilakukannya, utamanya perihal lukisan China kuno yang pernah dipelajari.

“Pada tahun 1993 saat Sidik Martowidjojo mengunjungi kota Fuqing, Fujian, China Selatan. Pada momentum inilah Sidik memutuskan untuk sepenuhnya menjadi pelukis di saat usianya sudah berkepala 5,” papar Kuss Indarto.

Dari sinilah seorang Sidik Martowidjojo mulai tekun melukis dan melukis sampai hari ini. Salah satu lukisannya yang dipajang di Pit Mabuk Art Venue adalah lukisan terbaru Sidik yang beberapa hari lalu baru rampung dikerjakan.

Baca juga   Prambanan Jazz Festival 2021, Lagi-lagi Digelar Secara Virtual

“Saya masih muda, inilah semangat saya yang bisa saya tularkan kepada anak-anak muda untuk tidak berhenti berbuat, tidak berhenti berkarya,” sambung Sidik Martowidjojo bersemangat.

Diusianya yang sudah 84 tahun, Sidik Martowidjojo masih menggebu dalam menorehkan kuas (pit) dengan sapuan warna yang cenderung berpihak pada alam. Karena memang kebanyakan lukisan Sidik membidik lanscape pemandangan dengan gayanya yang abstraksi.

Sidik Martowidjojo dan kurator Kuss Indarto menjelaskan salah satu karya yang dipamerkan dengan tema ‘Sidikscape’ Pit Mabuk Art Venue . (Foto: agoes jumianto)

Itu sebabnya kenapa ruang pameran yang dibangunnya pun menggunakan nama ‘Pit Mabuk’. Energi kuas (‘pit’ dalam bahasa China) menjadi spirit Sidik Martowidjojo untuk terus ‘mabuk’ berkarya.

Sebelum menetap di Yogyakarta (1990-an), keluarga Sidik lama tinggal di Jakarta. Dan sejak tinggal di Yogyakarta inilah Sidik banyak bergaul dengan para seniman, terutama dengan Handrio, Aming Prayitno, Widajat, Subroto Sm, dan lainnya.

Selain sejumlah pameran baik bersama maupun pameran tunggal yang diikutinya. Sidik Martowidjojo juga pernah mendapatkan penghargaan “Chinese Painting Excellence Award” pada Kompetisi Seni Lukis dan Kaligrafi China Sedunia di Beijing, China (2001).

Penghargaan ini diselenggarakan oleh beberapa lembaga, yakni China Daily, All China Youth Federation, China Federation of Literary Art Circles.

Pada tahun 2002, Sidik kembali mendapatkan penghargaan “Chinese Painting Excellence Award” pada Kompetisi Seni Lukis dan Kaligrafi China Sedunia di Nanjing, China.

Baca juga   Talk Show Launching Gendhing Soran Volume 1 dan Beksan Anak Keraton Yogyakarta

Kuss Indarto mengisahkan, pada medio 2010, dalam kapasitasnya sebagai Research Fellow, Sidik diundang dalam “The First-High Level Academic Forum for Asian Culture and Art Circle 2010” di Chengdu. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Mo Yan, sastrawan China yang meraih penghargaan Nobel Sastra pada tahun 2012.

“Tentunya ini sebuah kesempatan sekaligus kebanggaan bagi seorang Sidik Martowidjojo, dalam menjalani proses berkeseniannya,” ujar Kuss.

Pada 2014, Sidik Martowidjojo juga menggelar Pameran Tunggal “Enlighten Orientalism” di Salon 2014 de la SNBA (Societe Nationale des Beaux Arts) di Carrousel du Louvre, Paris, Prancis.

Pameran ini diselenggarakan oleh CICC (China International Cooperation Center). Dalam kesempatan tersebut Sidik menerima penghargaan berupa Medaille d’Or atau Medali Emas atas pilihan tim juri.

Dijelaskan Kuss Indarto, pameran tunggal Sidik Martowidjojo bertajuk ‘Sidikscape’ ini akan dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A, Sabtu (7/8/2021) oleh sampai waktu tak terbatas. (N1)

Share :

Baca Juga

Elsa Mayora. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Elsa Mayora dan Totalitas Menyanyi Dangdut
(Foto: YouTube Denny Caknan)

Panggung

Lagu ‘Angel’ yang Jadi Penanda Pertemanan Denny Caknan dan Cak Percil
alam satu karya yang dipamerkan kelompok ‘Anti Sport-Sport Club’ di Stonemilk Ward, Yogyakarta. (Foto: dokumentasi antisport-sportclub)

Panggung

Menumpuk Kegelisahan Pandemi, Kelompok ‘Anti Sport – Sport Club’ Pameran Seni Rupa
Prambanan Jazz Virtual Festiva 2021 kembali digelar secara virtual. (Foto: Rajawali Indonesia)

Panggung

Prambanan Jazz Festival 2021, Lagi-lagi Digelar Secara Virtual
Heri Pemad mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir yang telah hadir secara khusus untuk mengapresiasi karya-karya di ARTJOG (Foto: Dokumentasi ARTJOG)

Panggung

“Panyuwunan” Insan Kreatif di Penutupan ARTJOG MMXXI

Panggung

Galeri Lorong Gelar Festival Gotong Royong “Self-care for Worldwide Solidarity”
Halimun 'Tanpamu'. (Foto: Dokumentasi Halimun)

Panggung

Band Pop Asal Yogya, Halimun Rilis Single Anyar ‘Tanpamu’
Pergelaran wayang bertemakan "Amanat 5 September". (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Disbud Kota Yogya Gelar Wayang Sejarah “Amanat 5 September”