Home / News

Sabtu, 18 September 2021 - 17:00 WIB

Pemda DIY Percepat Persertifikatan Aset Tanah JJLS

Salah satu ruas jalan baru JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) yang dibangun di wilayah Girisubo Gunungkidul. (Foto: Agoes Jumianto)

Salah satu ruas jalan baru JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) yang dibangun di wilayah Girisubo Gunungkidul. (Foto: Agoes Jumianto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemda DIY akan segera membentuk tim untuk menangani proses persertifikatan aset tanah yang dimiliki oleh Pemda DIY. Persertifikatan tanah tersebut akan dilakukan bagi tanah JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) yang ditujukan untuk meningkatkan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji saat Rapat Koordinasi Persertifikatan Aset Tanah Pemda pada Jumat (17/9/2021) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta yang digelar secara daring dan luring dan dihadiri Kepala-kepala OPD terkait.

Proses persertifikatan tanah dilakukan setelah proses pengadaan tanah selesai, ditandai dengan dilaksanakannya tahap penyerahan hasil berupa berita acara pelepasan hak atas tanah dan dokumen pengadaan tanah dari Kanwil BPN (Badan Pertanahan Nasional) kepada Dinas PUP-ESDM (Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral).

Baca juga   Gunung Merapi Kembali 'Muntah-muntah' Dini Hari Tadi

Pemberkasan selanjutnya dilaksanakan oleh Dinas PUP-ESDM, lalu dilanjutkan oleh Kantor Pertanahan. Selanjutnya dilakukan proses ukur gabung untuk kemudian dilanjutkan permohonan SK hak dan pendaftaran hak.

Menurut Aji, hingga saat ini progres persertifikatan tanah JJLS telah berjalan di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. Luas tanah di Kulon Progo yang perlu dilakukan proses persertifikatan yaitu sebesar 296.284 m2 dengan 70 bidang. Sebanyak 51% atau 36 bidang telah terbit sertifikatnya.

Kabupaten Bantul dengan luas tanah 244.133 m2 terdiri dari 89 bidang, telah terbit sertifikatnya sebesar 64% atau 57 bidang. Sementara itu, Gunungkidul dengan luas 2.388.639 m2 terdiri dari 396 bidang, telah terbit sertifikatnya sebanyak 161 bidang atau 41%.

Baca juga   Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas

Sementara itu, untuk jalan provinsi di Gunungkidul, dari luas tanah 2.347.336 m2, sebesar 2.123.223 m2 telah bersertifikat dengan jumlah 186 sertifikat. Di Kabupaten Bantul, jalan provinsi yang sudah dibebaskan yaitu seluas 1.451.529 m2 dan yang telah bersertifikat yaitu sebesar 1.450.044 m2 atau sebanyak 530 sertifikat.

Sedangkan untuk wilayah Kulon Progo, total luas tanah yang perlu dibebaskan yaitu 1.857.346 m2. Tanah yang sudah bersertifikat yaitu seluas 1.642.249m2 dengan 427 sertifikat. Dengan pembentukan tim tersebut, diharapkan progres persertifikatan tanah dapat segera diselesaikan. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Klaten dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi. Dalam waktu dekat pihaknya akan menyasar anak usia 12 - 18 tahun untuk divaksin. (Foto: Humas Klaten)

News

Klaten Segera Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Anak
Foto tangkapan layar percakapan WA yang mengatasnamakan Wakil Bupati Purworejo. (Foto:nyatanya.com/Humas Purworejo)

News

Awas Aksi Tipu-tipu! Nama Wakil Bupati Purworejo Dicatut
Rusunawa Gemawang, meski lokasinya berada di Kabupaten Sleman namun kini difungsikan sebagai shelter pasien Covid-19 oleh Pemkot Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Rusunawa Gemawang Mulai Difungsikan Menjadi Shelter Covid-19
Penampakan awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 1 September 2021 pukul 10.13 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas ke Arah Barat Daya
Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI 2021, Senin (16/8/2021) dari Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, DKI Jakarta. (Foto:Humas Pemda DIY)

News

Presiden Jokowi: Pandemi Ujian sekaligus Momentum Mawas Diri
Menko PMK Muhadjir Effendy saat kunjungannya ke Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Menko PMK Apresiasi Pemkot Yogya Tekan Kasus TB
Kadarmanta Baskara Aji. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Selama PPKM Darurat, Pemda DIY Targetkan Penurunan Mobilitas Minimal 30%
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Tunda Sekolah Tatap Muka, Positif Covid-19 Pada Anak di Yogya 2.051 Kasus