Home / News

Senin, 29 November 2021 - 08:25 WIB

Pemerintah Ambil Langkah Cepat Hadapi Varian Omicron

Pemerintah merespon cepat atas merebaknya varian Covid-19, Omicron, yang baru-baru ini terkonfirmasi di beberapa negara. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar Menko Marves Luhut B. Pandjaitan yang juga dihadiri Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, serta para epidemolog dari Universitas Indonesia, UGM dan Unair yang dimintai pendapat dalam pengambilan keputusan terkait penanganan Pandemi Covid-19. (Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Pemerintah merespon cepat atas merebaknya varian Covid-19, Omicron, yang baru-baru ini terkonfirmasi di beberapa negara. Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar Menko Marves Luhut B. Pandjaitan yang juga dihadiri Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, serta para epidemolog dari Universitas Indonesia, UGM dan Unair yang dimintai pendapat dalam pengambilan keputusan terkait penanganan Pandemi Covid-19. (Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres)

NYATANYA.COM, Jakarta – Pemerintah merespon cepat atas merebaknya varian Covid-19, Omicron, yang baru-baru ini terkonfirmasi di beberapa negara.

“Varian tersebut mengandung 50 mutasi yang mempengaruhi kecepatan penularan dan kemampuannya untuk menghindari antibodi yang dibentuk oleh vaksin, tetapi ini semua masih terus dipelajari oleh para ahli,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan dalam konperensi pers secara virtual, Minggu, (28/11/2021).

Dengan banyaknya mutasi tersebut, lanjut Luhut, WHO telah meningkatkan status varian tersebut menjadi variant of concern (varian yang mengkhawatirkan) dan memberikan nama varian baru tersebut sebagai varian Omicron.

Sampai dengan hari ini, telah ada 13 negara yang mengumumkan bahwa mereka sudah mendeteksi (confirmed dan probable cases) Varian Omicron ini di negara mereka.

Dimulai dari Afrika Selatan dan Botswana, varian omicron ini ditemukan pula diantaranya di Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia dan Hong Kong.

“Melihat distribusi negara-negara tersebut, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Varian Omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara,” tegas Luhut.

Untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah mengumumkan beberapa kebijakan penting yang dirangkum ke dalam empat poin utama. Pertama, melarang masuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari ke negara-negara seperti Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

Baca juga   Presiden Jokowi Dijadwalkan Nonton Langsung MotoGP Mandalika 2022

“Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1×24 jam,” tutur Luhut. Pelarangan tersebut, lanjutnya, akan berlangsung selama 14 hari.

Kedua, WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin pertama akan dikarantina selama 14 hari. Ketiga, Pemerintah akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari luar negeri di luar kesebelas negara yang masuk daftar, menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari. Dan terakhir, tambah Luhut kebijakan karantina ini akan diberlakukan mulai (29/11/2021) pukul 00.00 WIB.

“Daftar negara yang ada dapat bertambah maupun berkurang berdasarkan evaluasi berkala yang akan dilakukan, Kementerian Kesehatan akan melakukan tindakan genomic sequencing, terutama dari kasus-kasus positif perjalanan luar negeri,” tegas Luhut.

Pemerintah, menurutnya, akan terus mencermati perkembangan varian ini.

“Akan kita lihat bersama perkembangan varian ini dalam 2 minggu kedepan, sehingga kerja sama baik dengan seluruh masyarakat maupun kerja sama internasional sangat diperlukan,” ungkapnya.

Indonesia telah menangani kasus Covid-19 dengan maksimal.

“Hal ini patut disyukuri tetapi perlu terus meningkatkan protokol kesehatan dan penggunaan Peduli Lindungi, percepatan vaksin juga penting, vaksin tetap efektif dan harus terus digerakkan. Utamanya menjelang nataru, kita harus mengambil langkah antisipasi,” imbuh Luhut.

Baca juga   Kasus Covid-19 di 15 Provinsi Konsisten Turun, 8 Provinsi Masih Landai

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menekankan agar masyarakat tidak panik dalam menanggapi varian baru ini.

“Yang penting kita harus waspada. Setiap harinya para ahli dari seluruh dunia terus meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi Covid-19. Yang diperlukan tentu ketaatan kita terhadap protokol kesehatan dan pemerintah akan berusaha dengan maksimal dalam mencegah ini semua,” imbuhnya.

Terakhir, Luhut terus mengingatkan kembali agar masyarakat harus tetap waspada tanpa perlu panik, dan mempercayai langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah ini sudah didiskusikan dengan para ahli.

“Kami mengambil langkah tengah, agar ada keseimbangan antara penanganan dengan kehidupan perekonomian kita. Terus tingkatkan protokol kesehatan, patuh dengan penggunaan Peduli Lindungi, dan kerja sama kita semua dapat membuahkan hasil yang maksimal,” tutup Luhut.

Hadir dalam konferensi pers ini selain Menteri Kesehatan juga Kepala BNPB, serta para epidemolog dari Universitas Indonesia, UGM dan Unair yang dimintai pendapat dalam pengambilan keputusan terkait penanganan Pandemi Covid-19.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik

Share :

Baca Juga

Bupati Yuni mengajarkan cara mencuci tangan yang benar kepada murid TK Pertiwi Sine 1. (Foto: Diskominfo Sragen)

News

Sasar 34.000 Siswa SMP, Vaksinasi Pelajar di Sragen Terus Dikebut
Bupati Temanggung Al Khadziq di depan wartawan. Bupati melarang penjualan minyak goreng dengan cara bundling, sebab merugikan konsumen. (Foto: MC.TMG)

News

Bupati Temanggung Larang Penjualan Minyak Goreng dengan Cara Bundling
Kedatangan vaksin jadi jenis Pfizer sejumlah 1.737.000 dosis melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat (4/3/2022) pukul 15.33 WIB. (Foto: InfoPublik/ Ryiadhy Budhy Nugraha)

News

Kedatangan 1.737 Juta Dosis Vaksin Pfizer Amankan Stok Vaksinasi
Tarian Roro Jonggrang ditampilkan pada Gala Dinner delegasi DEWG G20 di kawasan Candi Prambanan, Rabu (18/5/2022). Foto: InfoPublik/Amiriyandi

News

Tari Roro Jonggrang Pukau Delegasi 2nd DEWG G20 Meeting di Yogyakarta
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Update Covid-19 Hari Ini 21 September 2022, Kasus Positif Bertambah 2.348
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Kecamatan Jatibarang, Brebes yang terdampak banjir, Senin (9/1/2023). Foto: Humas Jateng

News

Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Brebes, Ganjar Berikan Bantuan
Rusunawa Gemawang, meski lokasinya berada di Kabupaten Sleman namun kini difungsikan sebagai shelter pasien Covid-19 oleh Pemkot Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

News

Rusunawa Gemawang Mulai Difungsikan Menjadi Shelter Covid-19
Foto: Humas Kominfo

News

Sidang Kedua DEWG G20 Rampungkan Isu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi