Home / News

Senin, 7 November 2022 - 12:48 WIB

Pemerintah Berkomitmen Atasi Emisi Gas Rumah Kaca, Ini Kata Menteri Trenggono

Menteri Trenggono saat pembukaan Paviliun Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-27 UNFCCC di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu (6/11/2022). Foto: Dok

Menteri Trenggono saat pembukaan Paviliun Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-27 UNFCCC di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu (6/11/2022). Foto: Dok

NYATANYA.COM, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyiapkan program Ekonomi Biru untuk berkontribusi mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai upaya menahan laju perubahan iklim global yang diakibatkan emisi gas rumah kaca.

NDC merupakan dokumen yang memuat komitmen dan aksi iklim sebuah negara yang dikomunikasikan kepada dunia melalui United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Sesuai Enhanced NDC yang baru-baru ini diserahkan ke Sekretariat UNFCCC, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca dari target semula sebesar 29 persen menjadi 31,89 persen tanpa syarat, dan dari target 41 persen menjadi 43,20 persen dengan bantuan internasional.

“Perubahan iklim saat ini mempengaruhi semua negara, mengganggu ekonomi nasional, merugikan rakyat, komunitas, dan diyakini akan semakin parah di masa depan. Di sektor kelautan, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang mempersiapkan program ekonomi biru sebagai kontribusi terhadap NDC,” ujar Menteri Trenggono saat pembukaan Paviliun Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-27 UNFCCC di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu (6/11/2022) pagi waktu setempat.

Baca juga   Wakili Presiden Jokowi, Wapres Hadiri KTT Perubahan Iklim PBB di Mesir

Program ekonomi biru yang dimaksud meliputi perluasan kawasan konservasi laut sebagai ekosistem blue carbon, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut, pesisir, dan darat yang ramah lingkungan, serta penataan pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil untuk menghindari kerusakan akibat tingginya aktivitas ekonomi.

Trenggono optimis, implementasi program ekonomi biru mampu menahan laju perubahan iklim, melalui hadirnya ekosistem kelautan dan perikanan yang sehat dan berkelanjutan.

“Perlindungan ekosistem blue carbon di kawasan konservasi tertutup, pembatasan armada perikanan, aktivitas budidaya rendah emisi, dan perlindungan terhadap laut, pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan kontribusi konkret dalam penurunan emisi gas rumah kaca,” bebernya.

Baca juga   Presiden: Pembangunan IKN Melanjutkan Gagasan para Presiden Sebelumnya

Sementara itu, Paviliun Indonesia dalam COP ke-27 UNFCCC di Mesir mengangkat tema Aksi Iklim Bersama yang Lebih Kuat atau Stronger Climate Actions Together.

Ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 13 dengan mandat bagi masyarakat global untuk mengambil tindakan segera dalam memerangi perubahan iklim beserta dampak-dampaknya.

Paviliun Indonesia memfasilitasi para pihak yang mewakili negara maupun non-negara, untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan isu dan praktik, serta memberikan inspirasi untuk aksi iklim.

“Kami mengajak setiap bangsa untuk bekerja sama menyelamatkan bumi ini dan berbagi tujuan yang sama. Kami juga membuka diri untuk menerima masukan terhadap apa yang telah kita capai dan siap untuk mengambil tindakan, melangkah lebih jauh dan lebih berani untuk bumi kita,” pungkasnya.

COP ke-27 berlangsung mulai 6 sampai 18 November 2022 diikuti ratusan negara peserta Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim atau UNFCCC.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat memberi keterangan di Mapolda Jatim. Foto: selalu.id

News

Diperiksa 12 Jam di Polda Jatim, Ketua Panpel Arema FC Dicecar 165 Pertanyaan
Ilustrasi, Pantai Baron di Gunungkidul. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Peringatan BMKG, Waspada Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Menko Luhut: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga Waktu yang Belum Ditentukan
Warga korban bencana di wilayah Kecamatan Sapuran menerima bantuan. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo)

News

Warga Korban Bencana di Sapuran dan Kalikajar Terima Santunan
UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogya memperoleh sertifikat manajemen mutu ISO 9001:2015. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Yogya Raih Sertifikat ISO 9001:2015
Foto: Humas Pemkot Yogya

News

Hari Anak Nasional, Sudahkah Hak Anak Kota Yogya Terpenuhi di Sekolah?
MY Esti Wijayati. Foto: Ist

News

Kasus Pemaksaan Hijab di SMAN 1 Banguntapan, MY Esti Wijayati: Pentingnya Memperkuat Moderasi Beragama di Institusi Pendidikan
Epidemiolog dan Peneliti Senior, Kamaluddin Latief, pada Senin (25/10/2021) menilai kebijakan PCR untuk penerbangan domestik adalah langkah tepat dan dibutuhkan sebagai bagian dari proses screening dalam upaya pengendalian pandemi. (Foto: Kemenkes)

News

Epidemolog: Tes PCR untuk Penerbangan Domestik Dinilai Langkah yang Tepat