NYATANYA.COM, Sukoharjo – Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo kembali menyalurkan santunan uang duka untuk ahli waris warga miskin (gakin) yang meninggal.
Penyaluran santunan mendapat perhatian Bupati Sukoharjo Etik Suryani, yang melakukan pantauan di Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Jumat (1/4/2022).
Santunan kematian yang cair merupakan kematian gakin periode Mei hingga Juli 2021.
“Setiap ahli waris menerima santunan uang duka sebesar Rp3 juta. Ini yang terbesar di Indonesia,” ujar bupati.
Menurutnya, program santunan uang duka Rp3 juta merupakan program Bupati Sepuh Wardoyo Wijaya, dan dilanjutkan oleh Etik Suryani – Agus Santosa. Program tersebut dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi ahli waris gakin yang meninggal.
Dikatakan bupati, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Hal itu karena pengajuan anggaran santunan harus by name by address, sehingga harus diajukan terlebih dahulu dalam APBD.
Etik juga kembali mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan saat pencairan uang duka, karena pandemi belum usai.
“Tolong prokesnya dijaga selama pencairan, agar tidak muncul klaster penularan baru. Jadi, warga yang mengambil santunan kematian, syaratnya harus sudah vaksin, yang belum langsung divaksin di sini,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Sukoharjo, Suparmin mengatakan, saat ini Dinsos mencairkan santunan uang duka untuk periode bulan Mei-Juli 202, untuk 2.337 ahli waris. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp7,011 miliar.
“Karena masih pandemi, pencairan uang duka pada 2.337 ahli waris dilakukan di 12 kecamatan masing-masing untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.
Rincian penerima santunan dari 12 kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Weru 2305 orang, Tawangsari 195 orang, Bulu 127 orang, Nguter 211 orang, Sukoharjo 157 orang, Bendosari 128 orang.
Kemudian Kecamatan Mojolaban 308 orang, Polokarto 287 orang, Grogol 196 orang, Baki 173 orang, Gatak, 162 orang, dan Kecamatan Kartasura 163 orang.
(N1)