Home / Peristiwa

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 08:11 WIB

Pemkot Yogya Distribusikan Tambahan Kartu Keluarga Sejahtera

Heroe Poerwadi saat distribusi KKS di Kantor Kemantren Gondokusuman. (Foto:Humas Pemkot Yogya)

Heroe Poerwadi saat distribusi KKS di Kantor Kemantren Gondokusuman. (Foto:Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemkot Yogyakarta mendistribusikan tambahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) baru. KKS adalah kartu yang digunakan untuk memanfaatkan program bantuan sosial dari pemerintah pusat bagi keluarga miskin.

“Penerima KKS ini adalah keluarga miskin yang masuk data Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS), tapi belum masuk data keluarga miskin Kementerian Sosial,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat distribusi KKS di Kantor Kemantren Gondokusuman, Jumat (20/8/2021).

Heroe menyatakan kriteria penerima KKS tidak ada perubahan dengan penerima sebelumnya. Tambahan penerima KKS tersebut berdasarkan usulan Pemkot Yogyakarta kepada pemerintah pusat. Tambahan KKS itu berasal dari data KSJPS Kota Yogyakarta yang belum mendapatkan program bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Baca juga   Gunung Merapi 4 Kali Luncurkan Awan Panas, Terjauh 3.000 Meter

“Penerima KKS ini tidak mendapatkan PKH dan BST. Jadi keluarga miskin yang selama ini belum menerima bantuan apapun,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta mencatat tambahan penerima program KKS sebanyak 2.148 KPM. Sebagian besar KKS telah didistribusikan saat vaksinasi Covid-19 di XT Square kepada 1.711 KPM.

Sekitar 20 KPM yang masuk data tambahan KKS itu dalam kondisi meninggal dunia dan lainnya. Sedangkan sisanya pendistribusian KKS dilakukan di kemantren kepada 417 KPM.

Baca juga   Pemkot Yogya Beri Tambahan Uang Saku Atlet dan Pelatih PON Papua

“Tahap pertama KKS sudah kami distribusikan di XT Square sekalian untuk vaksinasi. Kami undang, tapi ada yang belum datang sehingga kami bagikan di enam titik di wilayah,” papar Heroe.

Pihaknya menyebut nilai bantuan KKS sebesar Rp 200 ribu/bulan. Untuk KKS reguler mendapatkan jatah bantuan selama satu tahun. Lantaran penerima KKS baru adalah tambahan atau susulan, sehingga nominal yang diterima tiap KPM berbeda-beda. Misalnya ada yang mendapatkan KKS untuk lima bulan dan dua bulan.

“Nilai bantuan dalam KKS dapat digunakan keluarga penerima manfaat untuk berbelanja kebutuhan sembako di e-warung,” imbuhnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemasangan fasilitas wifi hingga 100 Mbps di GOR Gelarsena. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Permudah Komunikasi Pasien, GOR Gelarsena Dilengkapi Wifi
Bupati Kulonprogo menyerahkan secara simbolis rumah bantuan GKPY kepada Warji. (Foto: Humas Pemkab Kulonprogo)

Peristiwa

GKPY Wujudkan Mimpi Warji Miliki Rumah Sendiri
Gibran Rakabuming Raka menerima bantuan tahap kedua dari Bank Indonesia. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

BI Kembali Salurkan Bantuan Tabung Oksigen untuk Surakarta
Bank Klaten menyalurkan 247 paket sembako bagi para pedagang kaki lima. (Foto: Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Bank Klaten Salurkan 247 Paket Sembako Bagi PKL Terdampak PPKM
Peringatan Jogja Kembali, Jadikan Momentum Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Paguyuban Wehrkreis Daerah Perlawanan III Yogyakarta Peringati Peristiwa Jogja Kembali ke-72
Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah setidaknya memperoleh bantuan logistik selama 10 hari. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pelaku ‘Gandeng Gendong’ Cukupi Kebutuhan Permakanan Pasien Isoman Kota Yogya
Sinergi BUMN Peduli menyerahkan 325 ponsel bagi siswa-siswi SD sampai SMA di DIY dan Jateng. (Foto: dokumentasi media_twc)

Peristiwa

Sinergi BUMN Peduli Pendidikan, Serahkan Ponsel Bagi Pelajar di DIY Jateng
Gibran Rakabuming dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

Peristiwa

Gibran Instruksikan Jajarannya Percepat Vaksinasi