Home / Peristiwa

Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:12 WIB

Pemkot Yogya Kembali Salurkan BPUM Rp1,2 Juta bagi UMKM

Ilustrasi penyaluran Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). (Foto: HUmas Pemkot Yogya)

Ilustrasi penyaluran Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). (Foto: HUmas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Yogyakarta menyalurkan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) secara hibah tunai bagi pelaku UMKM se Kota Yogyakarta sebesar Rp1,2 Juta rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DPKUKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, Kamis (5/8/2021).

“Bedanya adalah untuk tahun 2020 para UMKM dapat mendaftarkan diri melalui tujuh pintu bersumber dari koperasi, Kepala Dinas seluruh Indonesia, Himbara, Kementerian/Lembaga, PNM dan Pegadaian,” jelas Riyanto.

Sedangkan untuk tahun 2021 hanya ada satu lembaga pengusul yaitu Dinas Koperasi UKM Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Maka tugas dari Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta adalah melakukan pendataan awal jumlah UMKM yang sesuai dengan kriteria penerima bantuan untuk diusulkan ke Kementerian Koperasi UKM.

“Untuk Kota Yogyakarta sendiri memiliki kebijakan bahwa setiap pemohon yang akan mendapatkan BUMP ini harus sesuai NIK warga Kota Yogyakarta. Apabila dalam satu Kartu Keluarga punya usaha sendiri-sendiri, yang akan mendapatkan dana ini hanya di hitung satu saja per KK/pemohon,” ungkapnya.

Kriteria UMKM calon penerima bantuan adalah mereka yang memiliki kegiatan usaha mikro dengan KTP Kota Yogyakarta, memiliki Izin Usaha Mikro (IUM), tidak sedang mengakses kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable), serta bukan sebagai aparatur ASN TNI BUMN dan BUMD.

Baca juga   Polres Temanggung Gencarkan ‘Tracking’ OTG

Untuk itu, bagi pemohon UMKM yang sudah mendaftar BPUM pada tahun 2020 tidak perlu mendaftar lagi pada Program BPUM tahun 2021.

“Meskipun di kabupaten lain tidak mensyaratkan seperti ketentuan di kota, namun adanya ketentuan diwajibkan NIK Kota Yogyakarta ini untuk mempermudah kami dalam mendata. Karena kami berbasis digital yang nantinya akan terkoneksi dengan Dindukcapil dan Dinas Kominfosan Kota Yogya melalui JSS,” terang Riyanto.

Merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi UKM No 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

Tata cara penyaluran BPUM meliputi Pengusulan calon penerima oleh Dinas PerinKopUKM Kota Yogyakarta melalui aplikasi Jogja Smart Services (JSS), dilanjutkan Pembersihan data dan validasi data calon penerima oleh Kementerian Koperasi dan UKM, Penetapan penerima oleh Kementerian Koperasi dan UKM, dan Pencairan dana langsung ke rekening penerima BPUM atau melalui bank penyalur BPUM.

Data akan dilakukan verifikasi dan validasi oleh Kemenkop UKM bersama dengan Kementerian Keuangan dan OJK. Teknis dari penyaluran BPUM adalah penerima UMKM yang telah lolos dalam validasi akan ditransfer ke rekening penerima sebesar Rp1,2 juta sekali transfer.

Baca juga   Dua KRI Evakuasi Penumpang KM Mutiara Timur yang Terbakar di Perairan Karangasem Bali

Pada tahun 2021 sampai dengan pengusulan BPUM tahap 2 telah diusulkan sebanyak 2.102 UKM dari total pendaftar 2.484 UKM Kota Yogyakarta. Dari SK penerima tahap 1 – 15 yang telah dikirimkan oleh Kemenkop UKM telah berhasil sebanyak 300 UKM Kota Yogyakarta ditetapkan sebagai penerima BPUM tahun 2021.

“Agar tidak ada terjadinya kerumuman kita libatkan kemantren dan kelurahan se Kota Yogyakarta untuk membantu pemerintah dalam mendapat warganya yang ingin mengajukan dana BPUM. Jadi mengumpulkan berkasnya dikelurahan setiap seminggu sekali dikumpulkan di kemantren kemudian petugas dari kami mengambil berkas di kecamatan kita usulkan ke kementrian,” jelasnya.

Totok berharap, UMKM Kota Yogyakarta saat kondisi seperti ini lebih pintar membaca kondisi pasar dengan pola perubahan perilaku konsumen.

“Saat ini kondisi konsumen dengan adanya PPKM ini banyak melakukan transformasi digitalisasi maka UMKM harus berani kearah sana. Kami harapkan UMKM bergerak dinamis dan cepat beradaptasi dengan perubahan ini,” Kata Riyanto. (*)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Temanggung kini memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang repesentatif. Di Labkesda baru ini, nantinya masyarakat bisa melakukan pengecekan kualitas air, makanan, dan test swab, baik itu PCR maupun antigen. (Foto: MC.TMG)

Peristiwa

Dibangun dengan Anggaran Rp2,4 Miliar, Temanggung Kini Miliki Laboratorium Kesehatan Daerah
Operasi Zebra Candi 2021 Polres Blora diisi dengan kegiatan bakti sosial. (Foto: MC Kab. Blora/Teguh)

Peristiwa

Operasi Zebra Candi 2021, Polres Blora Buka Gerai Masker dan Baksos
Kegiatan vaksinasi di wilayah Kapanewon Wates, Kulonprogo, mendapat sambutan positif dari masyarakat. (Foto: Humas Pemkab Kulonprogo)

Peristiwa

Target 1.000 Orang/hari, Vaksinasi Kulonprogo Rampung Oktober
Foto: Diskominfo Kab.Sukoharjo

Peristiwa

Diskominfo Sukoharjo dan The Park Mall Solo Baru Gelar Workshop Digital Anantara
Ilustrasi. Foto: Ist

Peristiwa

Polda Aceh Sita Uang Fee Pengadaan Wastafel dari Dana Refocusing Covid-19
Aparat gabungan Kecamatan Gatak terus menerus tanpa kenal lelah mengimbau warga untuk melasanakan gerakan 5M. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Gugus Tugas Gatak Tak Lelah Imbau Warga Taati Prokes
Dengan penangkapan 22 kapal tersebut, total KKP telah menangkap 51 kapal ikan yang terdiri dari 5 kapal ikan asing yaitu 4 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Filipina. KKP juga mengamankan 46 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan. (Foto:KKP)

Peristiwa

KKP Amankan 22 Kapal Ikan Ilegal Saat gelar Operasi Pengawasan di Enam WPP
Bupati Magelang Zaenal Arifin melakukan penarikan undian Tabungan Utama Bank Bapas 69 periode 25 serta Undian Kredit Pegawai Periode 3 dan Kredit Umum Periode 2 Tahun 2022. Foto: humas/beritamagelang

Peristiwa

Warga Sawangan Magelang Raih Mobil Daihatsu Ayla Undian Bank Bapas 69