Home / Peristiwa

Minggu, 27 Juni 2021 - 22:39 WIB

Pemkot Yogya Targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama

Tahun ini Pemkot Yogya targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Tahun ini Pemkot Yogya targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini menargetkan kembali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA), namun dengan kenaikan peringkat yakni utama.

“Setelah dua kali mendapatkan penghargaan KLA dengan kategori nindya, tahun ini harus naik peringkat yakni kategori utama,” jelas Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat menerima tim verifikasi KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Jumat (25/6/2021) di Gedung PKK Balaikota Yogyakarta.

Berbagai upaya pun terus dilakukan Pemkot Yogya untuk menyabet predikat tersebut, saat ini Kota Yogya sendiri telah mempunyai 196 kampung ramah anak, 45 Kelurahan, dan 14 Kemantren ramah anak.

“Sudah banyak kampung yang mendeklarasikan diri guna menopang kepentingan anak-anak, khususnya dalam hal bermain dan belajar,” jelasnya.

Untuk bidang pendidikan dan kesehatan, Kota Yogyakarta memiliki 451 sekolah ramah anak, dan 18 puskesmas ramah anak. Sementara untuk perlindungan anak, Kota Yogyakarta memiliki 45 Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“PATBM adalah sebuah gerakan kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak,” katanya.

Selain itu, tambah Wawali, Kota Yogyakarta memiliki 90 kader sigrak (siap grak atasi kekerasan), 1 UPT perlindungan perempuan dan anak, dan 1 komisi perlindungan anak indonesia daerah.

Baca juga   Si Asmara, Aplikasi Surat Menyurat Terobosan Dinkes Temanggung

“Kota Yogyakarta juga mempunyai lembaga konsultasi pengasihan keluarga PUSPAGA yang berfungsi dengan baik karena dikelola oleh tenaga profesional, untuk mengaksesnya pun tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya

Pihaknya menambahkan Pemkot Yogyakarta juga tengah mengembangkan rumah ibadah ramah anak. Menurutnya Masjid sebagai ruang publik untuk beribadah dapat menjadi salah satu alternatif untuk dikembangkan menjadi tempat anak-anak berkumpul, melakukan kegiatan positif, inovatif, kreatif dan rekreatif yang aman dan nyaman, dengan dukungan orangtua dan lingkungannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menuturkan dalam mewujudkan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak juga bisa dilihat dari banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya yang telah memiliki berbagai program dan inovasi yang mendukung terhadap terwujud Kota Yogya sebagai kota layak anak.

“Seperti penyediaan fasilitas bagi anak yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta melalui Pevita, dan monika (mobil internet dan perpustakaan) yang merupakan perpustakaan keliling yang menjangkau ke wilayah, sementara di sekolah juga telah banyak di bentuk satgas anti kekerasan,” jelasnya lagi.

Baca juga   Percepatan Vaksinasi, Kemendagri Kunjungi Klaten

Sekretaris Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementrian PPA, Maydian Werdiastuti mengatakan evaluasi KLA dilaksanakan rutin setiap dua tahun oleh Kementerian PPPA, dalam evaluasi tersebut terdiri dari beberapa tahap seperti tahap verifikasi administrasi dan data, serta tahap verifikasi Lapangan.

“Evaluasi KLA ini untuk mengetahui kinerja dari semua stakeholders anak di daerah, yang ditunjukkan dalam bentuk regulasi, program, dan kegiatan pembangunan dalam bentuk pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, serta melihat sejauh mana setiap daerah bermitra dan bersinergi dengan pilar-pilarnya seperti lembaga masyarakat, media, perguruan tinggi, dan semua stakeholders di daerah,” jelasnya.

Di masing-masing daerah, lanjutnya, baik di provinsi maupun kota/Kabupaten dalam menerjemahkan pemenuhan hak anak (PHA) dan perlindungan khusus anak (PKA) sangat bervariasi bahkan sampai ke tingkat RT, RW, desa/kelurahan.

Hal tersebut menurutnya patut diapresiasi karena membuat anak-anak semakin terlindungi dan pelayanan semakin dekat dengan anak. Ia pun berharap Kota Yogyakarta dapat meraih penghargaan KLA dengan kategori utama. (*)

Share :

Baca Juga

Serbuan Vaksin yang digelar Kodim Kota Salatiga. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Percepat Vaksinasi, Kodim Kota Salatiga Gelar Serbuan Vaksin
Wagub Jateng Gus Yasin Maimoen saat mendampingi kunjungan kerja Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Solo Raya. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Wagub Gus Yasin, Vaksinasi Solo Raya Bagus!
Kudus Bermunajat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Kudus Bermunajat, Bupati Ingatkan Semua Pihak Tak Kendor
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat sidak ke Pasar Darurat dan Pasar Baru Kedungwuni.(Foto:nyatanya.com/Dinkominfo Pekalongan)

Peristiwa

Hari Ke-3 PPKM Darurat, Warga Semakin Tertib
Gus Yusuf menerima Bantuan Sosial Dalam Rangka PPKM Darurat dari Pemerintah melalui TNI/Polri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Peristiwa

Polda Jateng Salurkan Bantuan Beras PPKM Darurat di Ponpes API Tegalrejo
Para pedagang di pasar Batang ini juga mengikuti upacara bendera. (Foto:Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Wujud Nasionalisme, Pedagang Pasar Ini Gelar Upacara Bendera
Penanaman varietas padi Srimulyo oleh petani di Dusun Clapar, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Kembangkan Varietas Padi Srimulyo, Mahasiswa Turun ke Sawah
Wali kota Yogyakarta meninjau pelaksanaan vaksinasi masal yang digelar di klinik Bidokes Polda DIY Klitren, Gondokusuman. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Jasa Raharja dan Polda DIY Dukung Penuh ‘Jogja Merdeka Vaksin’