Home / Peristiwa

Sabtu, 18 September 2021 - 16:49 WIB

Pemprov Jateng Bangun 28 Rumah Tahan Gempa untuk Komunitas Pengrajin Gula di Cilacap

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau pembangunan rumah tahan gempa untuk masyarakat komunitas pengrajin gula. (Foto: Humas Jateng)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau pembangunan rumah tahan gempa untuk masyarakat komunitas pengrajin gula. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Cilacap – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan rumah sederhana sehat tahan gempa untuk masyarakat komunitas pengrajin gula. Konstruksi Struktur Rumah yang mampu menahan gempa hingga 9,4 SR ini dirakit/dibangun secara swakelola oleh masyarakat sendiri dalam komunitas di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau pembangunan tersebut bagian dari program perumahan komunitas yang diselenggarakan Pemprov Jateng. Program ini telah ditingkatkan kualitasnya hingga mampu mengantisipasi gempa.

“(Pembangunannya) Ini kayak puzzle, tinggal nempel-nempelin. (Membangun) Kerangkanya hanya butuh waktu 10 jam untuk satu rumah. Jadi lebih efisien dalam tenaga kerjanya, juga tahan gempa,” kata Gus Yasin, sapaannya, Kamis (16/9/2021).

Baca juga   KWT Munawaroh Sukses Kembangkan Kampung Sayur Organik

Pembangunan 28 rumah tahan gempa bagi komunitas pengrajin gula ini diinisiasi Pemprov Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim). Pada pembangunan ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng juga ikut berkontribusi.

“Karena ini nanti jadi kompleks sendiri, kita dibantu dari Baznas untuk bikin musalanya. Semoga bermanfaat,” imbuhnya.

Baca juga   Kunjungi Perbatasan Indonesia-PNG, Gus Yasin Terima Kasih kepada TNI dan Polri

Terkait kualitas, Kepala Bidang Perumahan Disperakim Jateng, Wiharnanto, mengatakan pembangunan perumahan ini menggunakan teknologi dari Kementerian PUPR. Rumah tersebut menggunakan teknologi rumah unggul sistem panel instan (Ruspin).

Wiharnanto menegaskan, bantuan yang diberikan Pemprov Jateng hanya pada sisi bangunan, sedang tanahnya diupayakan sendiri oleh warga.

“Mereka mengadakan tanah sendiri. Membeli tanah sendiri secara iuran, kemudian setelah punya tanah minta bantuan ke kita (Pemprov Jateng) melalui Disperakim kabupaten. Kemudian kita bantu rumahnya, satu orangnya Rp35 juta,” paparnya. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo cek ketersediaan oksigen. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Sidak Depo Oksigen di Demak, Ganjar Pastikan Stok Aman dan Harga Tidak Naik
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, Budiyanto. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Di Pemkot Pekalongan, 30 Formasi CASN Ini Masih Nihil Pelamar
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengunjungi RS di Banjarnegara. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

BOR RS Banjarnegara Tinggi, Ini Pesan Ganjar
Selain memberikan teguran secara langsung petugas juga membagikan ribuan masker kepada para pedagang maupun masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Meski Grafik Covid-19 Menurun, Operasi Yustisi Tetap Digelar
Ketua DPW PKS DIY, Agus Mas'udi dan jajaran pengurus DPW PKS DIY saat ziarah ke makam Brigjen Katamso dan Kolenel Sugiyono di TMP Kusumanegara. (Foto:Istimewa)

Peristiwa

Banyak Kaum Milenial Belum Tau di TMP Kusumanegara Terdapat Makam Pahlawan Revolusi
Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menggunting pita, menandai peresmian Jembatan Hijau dan Jalan Gus Dur di Pajangan. (Foto: Humas Bantul)

Peristiwa

Bupati Bantul Resmikan Jembatan Hijau dan Jalan Gus Dur di Pajangan
Akses jalan tol Boyolali dibuka kembali sejak Minggu (25/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

Gerbang Tol dan 20 Ruas Jalan di Boyolali Kembali Dibuka
Baznas Klaten memberikan bantuan sosial Rp8 juta kepada janda Mbah Rubiyem. (Foto: Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Sempat Viral, Mbah Rubiyem Sumringah Dapat Bansos dari Baznas