Home / Peristiwa

Minggu, 29 Agustus 2021 - 10:18 WIB

Penderita Diabetes dan Hipertensi Mulai Disasar Vaksinasi

Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

NYATANYA.COM, Sukoharjo – Sasaran vaksinasi corona semakin luas. Selain menyasar masyarakat umum, saat ini pun vaksinasi sudah bisa diberikan pada masyarakat yang menderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT). Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno, Jumat (27/8/2021).

Dalam pencanangan yang juga dihadiri Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), masyarakat penderita penyakit DM dan HT yang jadi sasaran vaksinasi adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca juga   Pemkot Yogyakarta Terima Penghargaan KPAI 2021

“Pemerintah saat ini terus melakukan percepatan pemberian vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penderita penyakit kronis Diabetes Melitus dan Hipertensi ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penderita penyakit kronis yang terinfeksi corona memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit kronis. Untuk itu, pemberian vaksinasi kepada penderita penyakit kronis diharapkan dapat mengurangi resiko tersebut. Bupati berharap kedepan vaksinasi juga bisa diberikan pada penderita penyakit kronis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan agar setelah dilakukan vaksinasi untuk tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itum juga menjaga pola hidup sehat dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga   93% Pelaku Parekraf DIY Telah Divaksin, 3 Obwis Ini Sudah Dibuka

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, selama ini kasus positif corona berat memiliki penyakit penyerta atau kormobit diabetes melitus dan hipertensi. Untuk itulah pemerintah memberikan perhatian lebih dan memobilisasi untuk mengikuti vaksinasi corona.

“Penderita diabetes melitus dan hipertensi usianya tidak lagi tua, tapi sudah menimpa usia yang lebih muda,” ujar Yunia. (*)

Share :

Baca Juga

Ganjar Pranowo cek ketersediaan oksigen. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Sidak Depo Oksigen di Demak, Ganjar Pastikan Stok Aman dan Harga Tidak Naik
Setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah setidaknya memperoleh bantuan logistik selama 10 hari. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pelaku ‘Gandeng Gendong’ Cukupi Kebutuhan Permakanan Pasien Isoman Kota Yogya
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyaksikan pelaksanaan vaksinasi 'Drive Thru' yang digelar di UGM. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Vaksinasi ‘Drive Thru’ Sasar 3.000 Orang
TransJogja berhenti beroperasi selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Banyak Jalan Disekat PPKM Darurat, TransJogja Berhenti Beroperasi
Heroe Poerwadi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diinisiasi oleh shelter mandiri Warungboto Tangguh. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Shelter Mandiri Warungboto Tangguh Gelar Vaksinasi Massal
Edotel Klaten mulai difungsikan sebagai tempat isolasi terpusat bagi ibu hamil dan menyusi. (Foto: Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Klaten Siapkan Tempat Isolasi Terpusat Khusus Ibu Hamil dan Menyusui
Tahun ini Pemkot Yogya targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama
Salon Sapi mengais untung jelang Idul Adha. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Boyolali)

Peristiwa

Jelang Idul Adha, ‘Salon’ Sapi Laris Manis