Home / Plus

Kamis, 6 Oktober 2022 - 14:17 WIB

Penderita Hipertensi Nggak Perlu Cemas, Mahasiswa ITB Ciptakan Dendeng Plant-Based

Dendeng berbahan dasar mikroalga spirulina yang diberi nama Spirulina Garlic Jerky (SPIGAKY). Foto: Humas ITB

Dendeng berbahan dasar mikroalga spirulina yang diberi nama Spirulina Garlic Jerky (SPIGAKY). Foto: Humas ITB

NYATANYA.COM, Bandung – Tiga Mahasiswa Program Studi Teknik Pangan ITB di bawah bimbingan Dr. Ir. Dianika Lestari, S.T., M.T., berhasil meraih posisi 2nd Winner and Best Innovation Idea pada kompetisi 2nd SEAFAST-Nestlé FPDC 2022. Mereka adalah Maria Evelyn (14319005), Elizabeth (14319022), dan Jason Thamleonard (14319029).

Kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (FATETA IPB) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HIMITEPA) bersama SEAFAST dan Nestle.

Di tahun ini, FPDC mengangkat tema “Preventing Indonesia’s Major Health Issues through Development of Plant-Based Food and Beverage for Teen, Adult, and Senior”.

Tiga Mahasiswa Program Studi Teknik Pangan ITB di bawah bimbingan Dr. Ir. Dianika Lestari, S.T., M.T., berhasil meraih posisi 2nd Winner and Best Innovation Idea pada kompetisi 2nd SEAFAST-Nestlé FPDC 2022. Foto: Humas ITB

Berdasarkan tema tersebut, ketiganya berinovasi membuat dendeng berbahan dasar mikroalga spirulina yang diberi nama Spirulina Garlic Jerky (SPIGAKY).

Bahan dasar spirulina dipilih karena kandungan proteinnya sangat tinggi hingga mampu menyaingi daging. Selain itu, proses kultivasi spirulina juga mudah sehingga bahan baku lebih terjamin keberlanjutannya daripada daging merah.

Jason menjelaskan, “Dosen-dosen kami sering bilang kalau itu (spirulina) memang berpotensi untuk makanan masa depan, karena kultivasinya mudah dan proteinnya sangat tinggi. Tinggal perkaranya adalah rasa, bagaimana cara kita membuat dia punya rasa dan tekstur yang enak. Karena nyatanya orang tidak hanya makan untuk nutrisi, tapi untuk rasa juga. Jadi untuk fungsi rasa dan fungsi kesehatan kami tambahkan bahan baku bawang putih (garlic).”

Baca juga   Kasus Covid-19 Naik, Jokowi: Masih Terkendali dan Tetap Waspada

Kombinasi antara bahan baku nabati berupa spirulina dan bawang putih menurut penuturan mereka cocok untuk penderita tekanan darah tinggi.

Penyakit tekanan darah tinggi atau yang dikenal pula dengan istilah hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum ditemui di Indonesia.

Jika tidak ditangani dan dikontrol dengan baik, tekanan darah tinggi dapat memicu penyakit komplikasi lain yang lebih serius.

Oleh sebab itu, mereka melihat hal ini sebagai suatu peluang dalam menginovasikan produk untuk penderita tekanan darah tinggi.

“Dari apa penyebab hipertensi ini bisa kami breakdown lebih jauh lagi, dan ternyata daging merah merupakan salah satu bahan pangan yang dapat menaikkan tekanan darah. Mulai dari situ kami mengecek produk apa yang bisa mengganti keinginan orang-orang untuk makan daging, namun tetap mendapat manfaatnya tanpa menanggung risiko tekanan darah naik,” ujar Elizabeth sebagaimana dirilis Humas ITB, Kamis (6/10/2022).

Baca juga   Jumat Berkah, Komunitas Mutiara Berbagi untuk Kaum Duafa

Spirulina merupakan bahan makanan tinggi protein namun rendah sodium dan lemak trans sehingga aman dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Sedangkan bawang putih terbukti mengandung senyawa yang dapat mengatur tekanan darah sehingga bersifat anti hipertensi.

Dengan formula demikian, SPIGAKY merupakan alternatif makanan yang sangat cocok dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi.

Produk SPIGAKY hasil inovasi mahasiswa Teknik Pangan ini telah dipamerkan dalam acara Food Ingredient Asia yang bertempat di Jakarta International Expo pada 7-9 September 2022 lalu.

Food Ingredient Asia merupakan ajang pameran bahan makanan terbesar se-ASEAN yang dihadiri oleh ratusan pelaku industri bahan pangan. Dari sana mereka mendapatkan banyak masukan dan umpan balik dari berbagai pihak terkait produk mereka.

Dari segi kelayakan dan peluang, SPIGAKY memenuhi kriteria ke duanya. Namun untuk pengembangan lebih lanjut, Maria, Elizabeth, dan Jason sepakat bahwa hal tersebut membutuhkan keseriusan dan dukungan dari banyak pihak.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Karang Taruna Kabupaten Bantul merintis Batik Sawo Kecik yang merupakan seragam Karang Taruna Kabupaten pertama di Indonesia, dan telah memiliki hak cipta HaKi (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan Surat Keputusan Bupati. (Foto: Humas Pemkab Bantul)

Plus

Pertama di Indonesia, Bantul Launching Batik Sawo Kecik Karang Taruna
Seporsi masakan koloke ayam, bagian kuahnya berwarna kemerahan. (Foto:istimewa)

Plus

Koloke Ayam, Sayur Kembang Kolnya Beri Nuansa Putih
Sarasehan forum bank sampah Kemantren Pakualaman, Rabu (7/12/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Bebas Sampah Anorganik di 2023, Pemkot Yogya Dorong Penambahan Bank Sampah di Wilayah
Dengan rasa yang khas dan legit, sale pisang buatan Bang Zae cukup laris di pasaran. Hingga saat ini dia telah menjual 2 kwintal sale pisang dan produknya sudah ada di 10 outlet oleh-oleh khas Batang. (Foto: MC Batang, Jateng)

Plus

Bangkit dari Pandemi, Usaha Sale Pisang Bang Zae Laris Manis
Olahan umbi garut dapat dikonsumsi rutin dan bisa mendukung kesehatan badan. (Foto:istimewa)

Plus

Olahan Garut Jaga Fungsi Pencernaan
Diskusi dan Ngopi Bersama bertajuk Membangun Konservasi Berbasis Ekonomi, Secangkir Kopi Merawat Bumi, Jumat (1/4/2022), di komplek Kantor Desa Larangan Lor, Garung. (Foto: Diskominfo Kab.Wonosobo)

Plus

Secangkir Kopi Merawat Bumi, Membangun Konservasi Berbasis Ekonomi di Kawasan Dieng
Vita menjelaskan produk batik kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poewadi yang mengunjungi Rumah Batik Jinggar saat gowes dodolan kampung di Kelurahan Wirogunan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Kreativitas Vitalia Pamoengkas Kembangkan Batik
Hermawati Setyorinny, Ketua Umum DPP Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (Akumandiri). Foto: Ist

Plus

Akumandiri dan BPR MSA Angkat UMKM