Home / Panggung

Sabtu, 23 April 2022 - 20:50 WIB

Pensilterbang Art Mural Project, Bikin Kampung Sayidan Makin Berwarna

Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Siapa tak kenal dengan Kampung Sayidan? Kampung di tengah Kota Yogyakarta di pinggir Kali (sungai) Code yang menjadi tempat mukim tokoh pers terkenal, Pak Besut. Kampung yang juga menjadi tempat lahirnya kelompok musik Shaggydog, sekaligus kampung yang menginspirasi salah satu lagunya yang terkenal ‘Di Sayidan’.

Sayidan kini, menjelma menjadi salah satu Kampung Wisata di Kota Yogyakarta terus saja memberi inspirasi hidup dan kehidupan masyarakatnya.

Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Tak salah jika kemudian sekelompok seniman rupa yang tergabung dalam Pensilterbang Art Community menggarap proyek mural dengan memilih Kampung Sayidan sebagai ‘rumah’nya berkarya.

Mural Project kali ini merupakan salah satu cara yang dipilih untuk ikut mengemas sebuah kawasan kampung wisata (Sayidan) agar memperkuat karakter kawasan yang estetis dan harapannya mampu menginspirasi kegiatan penunjang wisata berikutnya.

Tentunya untuk mengaktualisasikan gagasan project mural ini dipercayakan peran ‘Pensilterbang’ yang telah memiliki pengalaman dalam meng’creat’ sebuah area dinding menjadi sebuah karya visual (mural) dibantu warga setempat.

Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Owner Pensilterbang, Andi Purnawan Putra, menjelaskan tema yang diangkat dalam project ini adalah ‘berdaya dalam kemandirian’, harapannya pasca kegiatan ini akan menstimulasi ide dan gagasan kreatif warga setempat (Sayidan dan Prawirodirjan) dalam berkarya mengoptimalkan potensi yang ada secara mandiri.

“Karena dengan semangat kemandirian setidaknya warga akan dapat memunculkan ide kreatif yang mengangkat potensi lokalitasnya; kelompok UMKM (kuliner dan kerajinan), event budaya, fasilitas space public dan mind set warganya dalam menatap masa depan kawasan,” beber Andi.

Bentuk dan object karya mural di Sayidan lebih mengangkat lokalitas wilayah termasuk mengangkat sejarah kampung, mengangkat potensi lokal, potensi bangunan (penunjang wisata), bahkan tokoh ikonik setempat seperti Shaggydog dan tokoh pers masa lalu ‘Pak Besut’.

Baca juga   Sydney Amberley Rilis Single 'Hati dan Impian' Karya Yunan Helmi
Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

“Dengan mengangkat ketokohannya (Pak Besut) kita perlu diingatkan kembali peran besar pak Besut untuk dunia pers di negri ini. Eksis pada tahun 1945 hingga 1981 di RRI Yogyakarta,” imbuh Andi.

Ditambahkan Andi, dengan mengangkat beliau tentunya tidak sekedar mengingat kiprahnya akan tetapi semangan dan peran juangnya dalam mengisi kemerdekaan dengan versinya masing-masing perlu ditauladani sampai kapanpun.

Sementara untuk teknis pengerjaan mural, ada beberapa tahapan yang dilakukan Pensilterbang Art Community. Begini tahapannya:

  • Minggu I dan II bertemu dengan pengurus kampung Sayidan dan minggu selanjutnya bertemu dengan pemuda warga kampung Sayidan mengenai beberapa rencana kegiatan mural.
  • Minggu III melakukan riset dengan mewancarai tokoh masyarakat untuk menggali informasi terkait kawasan, sejarah, dan beberapa kejadian penting.
  • Minggu IV pengumpulan data dan dinarasikan secara singkat untuk nantinya dibuat disain visualnya.
  • Minggu V kerjabakti pada area dinding yang akan digunakan sebagai media mural (bayak dinding yang rusak, berlumut, kotor dan bekas karya mural sebelumnya.
  • Minggu VI menyiapkan disain untuk di mockup pada foto lokasi untuk melihat aplikasi disain pada bidang dinding. Menentukan teknik penggarapan dan pembagian tugas.
  • Minggu VII ( Pada tgl 1 April ) merupakan awal pengerjaan mural. Dimulai dari sisi selatan kampung sepanjang 100 meter.
  • Minggu VIII melanjutkan disisi utara (gang samping hotel de’ senopati) dan barat (gang samping lie jong) sepanjang 50 meter.
  • Minggu IX finishing mural baik sisi selatan, utara maupun barat.
  • Minggu X (minggu akhir bulan april) pengerjaan dikampung Sayidan sepanjang 50 meter. Sehingga total karya 200 meter.
Baca juga   Charly Van Houten Kecelakaan di Tol Cipularang, Mobil Ringsek, Satu Kru Luka Berat

Pensilterbang art community yang didirikan pada 1997 oleh Andi Purnawan Putra sengaja memberikan kesempatan pada anggota baru yang pada desembar 2021 dilantik menjadi bagian dari Pensilterbang.

Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Mereka adalah ; Felix, Arifin, Arka, Zein, Lintang dan Zidan (mahasiswa ISI dan siswa lulusan SMSR) dimana mereka sebelumnya merupakan peserta PKL di Pensilterbang yang saat ini berkegiatan di ruang Ekraf (lantai 4 Pasar Prawirotaman) Jalan Parangtritis Yogyakarta.

Melibatkan generasi muda dan calon seniman muda ini merupakan cara ampuh untuk menstimulan kepekaan terhadap permasalahan lingkungan dan berkarya dengan merefleksikan kehidupan sosial selain kemasan estetikanya dalam setiap karya.

“Karna dengan seni, segala sesuatu akan terkemas dengan lebih ‘cair’, baik dan mudah diterima di masyarakat.,” ucap Andi.

Pensilterbang Art Community. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Project ini (bisa jadi) merupakan ‘pemanasan’ untuk menjadikan sebuah kampung semisal gallery, dimana pengunjung dapat mengapresiasi karya seni disudut-sudut dinding bangunan perkampungan, mengemas UMKM dengan cara unik dan artistik dan memunculkan event budaya setempat.

Sehingga bukan hal yang tidak mungkin jika suatu hari kelak hal ini merupakan strategi diferensiasi pada objek wisata perkampungan.

“Harapannya project ini mampu menguatkan eksistensi sebuah kawasan kampung wisata (Sayidan) dan mampu menginspirasi karya estetis dan inovatif lainnya dikemudian waktu, sejalan dengan motto pensilterbang; berkarya, peduli, berbagi,” pungkas Andi.

(Aja)

Share :

Baca Juga

Rizky Billar dan Lesti Kejora. Foto: Ist

Panggung

Alasan Ini Membuat Lesti Kejora Cabut Laporan Terhadap Rizky Billar
Penampilan Tari Manggalatama oleh Wahyuning Kuswolo. (Foto: Dokumentasi FKY 2021)

Panggung

Bersama-sama Kita Mulai “Mereka Rekam” FKY 2021
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria secara simbolis menyerahkan penghargaan di ajang JFW 2021. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Panggung

Diapresiasi Wagub DKI, Jakarta Film Week 2021 Sukses Digelar
Sarasehan MLKI dengan mengusung tema 'Memelihara dan Melestarikan adat tradisi yang sudah melembaga di Kota Yogyakarta', Jumat (10/6/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Panggung

Melestarikan Adat dan Tradisi pada Generasi Muda, Ini yang Dilakukan Pemkot Yogya dan MLKI
Ganjar Pranowo dan keluarga saat menonton Prambanan Jazz Festival, Sabtu (2/7/2022). Foto: Humas Jateng

Panggung

Momen Ganjar Nonton Prambanan Jazz Festival, Ada Kerinduan Luar Biasa
Komunitas pecinta group band legendaris The Beatles di Yogyakarta menggelar kopdar dan syawalan, Minggu (29/5/2022) malam. Foto: Dok.JBC

Panggung

Komunitas Pecinta The Beatles Yogya Gelar Kopdar dan Syawalan, Ini Cerita Kemeriahannya
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi membuka Gelar Ketoprak Virtual “Nyi Corah” pada Senin (29/11/2021) di pendopo ndalem Kaneman, Kadipaten Kidul, Kraton, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

Kampung Kadipaten Kidul Gelar Ketoprak Virtual “Nyi Corah”
(Foto: Instagram @penyalincahaya)

Panggung

Pecahkan Rekor, Film “Penyalin Cahaya” Raih 12 Piala Citra FFI 2021