Home / Plus

Rabu, 25 Agustus 2021 - 22:14 WIB

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah

Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Hidup adalah sebuah pilihan, demikian kata bijak yang sering kita dengar. Begitu pula yang dipilih Tri Tunggal (54), sosok PNS yang memilih pensiun dini demi mengembangkan usaha yang dirintis bersama sang istri.

Kala bertugas sebagai abdi negara, sosok Tri Tunggal sangat dikenal di kalangan PNS di Kabupaten Klaten. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan gemar humor itu menyebabkannya mudah dikenal dan diterima banyak kalangan.

Selain piawai dalam olah suara khususnya melantunkan tembang campursari, dulu PNS satu ini juga dikenal sebagai Master of Ceremony (MC) yang cukup diperhitungkan di era 2000-an.

Tapi itu tadi, hidup adalah sebuah pilihan. Suratan takdir bicara lain. Tri Tunggal yang tinggal di dukuh Pelemsari, Jemawan, Jatinom, Klaten ini memilih meninggalkan dunia birokrasi yang sudah 20 tahun digelutinya, termasuk MC dan nyanyi yang pernah membesarkan namanya, dan memilih menekuni dunia percetakan.

Kini ayah tiga anak itu mendirikan usaha berlebel CV Sukses Mandiri. Dari tahun ke tahun usahanya terus berkembang pesat. Berawal dari usaha dengan 4 sampai 6 karyawan, kini usahanya mampu menyerap 20 karyawan yang kebanyakan dari warga sekitar.

“Terhitung 1 Mei 2018 lalu saya memilih pensiun dini. Bukan apa-apa, karena saya ingin fokus di usaha percetakan. Waktu itu usaha Sukses Mandiri terus berkembang. Kami banyak memperkerjakan warga sekitar. Alhamdulillah biar pun dilanda pandemi, usaha kami masih bisa bertahan bahkan bisa melayani pelanggan luar kota sampai Kalimantan dan Sulawesi,” tuturnya seperti diberitakan tim pemberitaan Dinas Kominfo Klaten, Selasa (24/8/2021).

Baca juga   Budidaya Lele Mutiara Miliki Prospek Bisnis yang Menjanjikan

Tri Tunggal lalu bercerita awal mula membangun usahanya. Suami dari Siti Muhmudah itu mengaku didorong oleh pengalaman sang istri yang mantan karyawan percetakan terkenal di Klaten.

Lalu bermodal menggadaikan SK dan sertifikat, Tunggal, demikian dia akrab disapa mengaku nekat mengambil pembiayaan ke bank.

“Tahun 2008 saya merintis usaha percetakan bersama istri. Kebetulan istri sangat pengalaman dunia percetakan khususnya dari sisi manajemen. Saya mengambil pembiayaan 200 juta waktu itu mengadaikan SK dan sertifikat tanah. Kini omzet penjualan per bulan rata-rata 500 juta. Pelanggan kami tidak saja Klaten, mulai Surakarta, Yogyakarta, Cilacap, Kabupaten di pantura bahkan sampai Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya santai.

Dikorek terkait kunci suksesnya 10 tahun mengembangkan bisnis percetakan, Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Dia mengaku tidak punya tim pemasaran. Namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah.

“Pelanggan kami mulai dari rumah sakit, perkantoran pemerintah maupun swasta, bahkan perorangan. Ada juga orang yang datang ke tempat saya sebagai pekerja freeland. Mereka hanya bekerja mencari pelanggan, tapi tidak bekerja di tempat saya. Saya percaya saja, kalau rejeki sudah diatur dan tidak pernah salah alamat. Karena kualitas produk kami bagus dan sesuai dead line, mereka suka bahkan jadi sukses. Yang penting semua bisa bekerja dan untung saja,” ungkapnya.

Baca juga   Menparekraf Berharap "Santripreneur Award" Jadi Pioner Pengembangan Kewirausahaan Indonesia

Pria yang masih aktif bermain bulutangkis itu mengaku sangat percaya mukjizat sedekah. Di saat pandemi dan banyak orang di PHK, usahanya justeru menambah karyawan. Tidak hanya itu, kadang pekerjaan itu juga diserahkan kepada kelompok lain biar sama-sama ikut berkembang.

“Saya tidak punya staf marketing. Yang penting kepada pelanggan kami berikan jaminan kualitas produk dan kepercayaan. Marketing saya adalah marketing sedekah. Apa yang bisa saya bantu misalnya untuk pengembangan pondok pesantren, pengajian, membangun masjid atau wakaf. Bahkan kemarin relawan Covid yang sangat membutuhkan operasional, kami bisa bantu sedikit. Saya sangat percaya rezeki tidak akan pernah tertukar dan salah alamat. Kadang ada cerita orang tertipu dalam usahanya. Bisa ada yang salah dalam cara kita mencari rezeki,” jelasnya panjang lebar.

Ditanya obsesi yang masih ingin diraih di tengah kesuksesan yang diraih di usia masih sangat muda itu, Tri Tunggal mengingatkan agar terus menjaga keseimbangan hidup antara mengejar dunia dan akherat.

“Sekarang anak-anak sudah besar dengan usahanya masing–masing. Bahkan yang nomor dua ini baru menyelesaikan studi di Yordania dan sudah menikah. Kalau dunia itu “sakmangan” (sudah cukup dengan sesuap nasi) saja. Manusia mau mengejar apa. Mau dipaksa-paksakan juga semua sudah ada batasan dan takarannya. Yang penting itu hidup bisa ibadah dengan baik, membantu orang lain, diberi sehat dan melihat anak-anak sukses. Itu sudah cukup,” pungkas Tri Tunggal. (*)

Share :

Baca Juga

Tanaman hias memiliki potensi besar dikembangkan di Indonesia. (Foto: Kemenkop UKM)

Plus

Tak Banyak yang Tau, Potensi Pasar Tanaman Hias Ternyata Lebih Tinggi dari Kopi dan Teh
(ANTARA FOTO/Ampelsa/rwa)

Plus

Foto: Budidaya Azolla untuk Pakan Ternak
(Foto: Istimewa/InfoPublik)

Plus

Ini Tips Sederhana dari OJK agar Tak Terperangkap Investasi Bodong
Foto: Dok.UGM

Plus

UGM Perguruan Tinggi Terbaik Program Kreativitas Mahasiswa 2022
Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggelar jumpa pers pendampingan IKM alumunium di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (18/2/2022). (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Rekrut Talent Creative, Pemkot Akan Dampingi IKM Aluminium dalam Ciptakan Inovasi Produk
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Temanggung mengikuti pelatihan shibori dan pewarnaan kain menggunakan pewarna alam. (Foto: MC.TMG)

Plus

Tingkatkan Keterampilan, Dharma Wanita Persatuan Temanggung Ikuti Pelatihan Shibori
(Foto:MC.Prov Jatim)

Plus

Ini Kisah Anak Muda Pengusaha Batik Asal Jatim Langganan Pejabat
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati. Foto: MC Kab Blora

Plus

Dekranasda Gelar “Fashion Show UMKM Batik Blora On The Street” di Grand Maerakaca