Home / Panggung

Minggu, 3 Desember 2023 - 15:47 WIB

Perjalanan Politik Dipotret dalam Karya Seni di Pameran Prasasti Volume 2 ‘Kala Romantika’ yang Digelar di PAS

NYATANYA.COM, Bantul – Pameran seni tahunan bertajuk Prasasti Volume 2 ‘Kala Romantika’ digelar di Pendhapa Art Space (PAS) Jalan Lingkar Selatan Tegal Krapyak, Panggungharjo, Sewon Bantul.

Pameran seni yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISHIPOL Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bekerja sama dengan PAS tersebut, dibuka oleh Dra Pratiwi Wahyu Widiarti MSi, Kepala Departemen Ilmu Komunikasi FISHIPOL UNY. 

Pameran akan berlangsung tiga hari mulai Minggu sampai Selasa 3-5 Desember 2023 dibuka mulai pukul 10.00-20.30 WIB.

Pameran seni memajang sebanyak 50 karya hasil kreasi 10 kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi FISHIPOL UNY dan partisipasi sejumlah mahasiswa ISI Yogyakarta serta mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Karya seni yang dipajang bertema mengenai soal politik sarat kritik sosial yang dikemas dalam  beragam jenis karya, mulai dari karya lukisan seni instalasi, film,  jurnalistik, periklanan dan bentuk seni lainnya.

Pratiwi Wahyu Widiarti mengungkapkan, melihat pameran Prasasti Volume 2 bertema ‘Kala Romantika’ secara keseluruhan mampu menggambarkan perjalananan politik di Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, Reformasi hingga sekarang ini, yang diekspresikan dalam bentuk karya seni dan budaya berupa lukisan, seni instalasi, film.

Baca juga   Petugas Terinfeksi Omicron, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Diisolasi 7 Hari

“Bagi mahasiswa yang mengikuti pameran ini, memandang politik menjadi bagian kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Pameran ini layak diapresiasi dan menginspirasi,” papar Pratiwi.

Ketua Penyelenggara Pameran Aida Nuha Nabila mengatakan, pameran ‘Kala Romantika’ kali ini, merupakan sebuah refleksi tentang romantika politik masa lampau yang diinterpretasikan pada konteks politik saat ini dan harapan masa depan yang dikemas dalam bentuk karya seni dan budaya.

Pameran ini, juga menyoroti esensi soft politik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kuratorialnya, acara ini mengajak pengunjung untuk merenungkan politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar arena elit di Senayan.

Acara ini melibatkan serangkaian program selain pameran, saat dari pembukaan diawali dengan penampilan Tari Gambyong.

Baca juga   Agendakan Lur! CherryPop 2022, Festival Musik Alternatif dan Dokumenter Musik di Yogyakarta

“Selain itu, pemutaran film dan Prasasti yang menampilkan karya film pendek pilihan dan pentas Puisi Monolog,” imbuh Aida.

Sementara itu, Direktur PAS Ganes Setya Aji menjelaskan, keberadaan PAS salah ruang publik seni dan budaya yang didirikan seniman pematung Dunadi, telah menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya bagi para seniman dan masyarakat.

Selain memiliki ruang galeri pameran seni dan ruang pertunjukan, PAS memiliki ruang latihan, alat musik gamelan, fasilitas panggung terbuka, kegiatan pengalaman berkesenian, dan taman patung untuk pesta kebun.

PAS juga dilengkapi fasilitas PAS Podjok Coffee & Eatery dan PAS Limasan Homestay (rumah tradisional Jawa), untuk mendukung seluruh kegiatan. PAS merupakan destinasi wisata seni yang lengkap.

“Pengunjung bisa menginap, sekaligus berkarya membuat karya seni, melihat pertunjukan seni, menikmati pameran lukisan dan patung, berdiskusi dengan para seniman,” kata Ganes. (N1)

Share :

Baca Juga

Pers conference ARTJOG di Barley and Barrel, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Kamis 22 Juni 2023. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

ARTJOG 2023 Motif: Lamaran, Digelar 30 Juni sampai 27 Agustus di JNM
Yossie Riyani. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

Yossie Riyani Debut Single Langgam “Kenyo Yogya” Ciptaan Kodhe Mondoliko
Kelompok teater yang membawakan 'BullyBully' adalah Maas Theater and Dance, yang berasal dari sister city Jakarta, yaitu Rotterdam. Foto: Ist/Dok.Erasmus Huis

Panggung

Maas Theater and Dance Pentaskan ‘BullyBully’ di Pendhapa Art Space
Elsa Mayora. (Foto: dokumentasi pribadi)

Panggung

Elsa Mayora dan Totalitas Menyanyi Dangdut
Pengunjung pameran seni rupa “Roots < > Routes” Biennale Jogja XVI Equator #6 2021. (Foto: Dokumentasi Yayasan Biennale Yogyakarta)

Panggung

Ragam Tema Pameran Seni Rupa Biennale Jogja XVI Equator #6 2021
Ketua Pekan Budaya Difabel 2021, Broto Wijayanto dan Dra Purwiati, Kepala Seksi Seni Dinas Kebudayaan DIY dalam jumpa pers, Selasa (23/11/2021). (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

Usung Tema “Gemati”, Pekan Budaya Difabel Digelar Hybrid
Puluhan mahasiswa menggeruduk kediaman dinas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (4/11/2022). Foto: Humas Jateng

Panggung

Geruduk Rumah Dinas Ganjar, Ini yang Dilakukan Puluhan Mahasiswa Teknik Undip
Pentas Sejarah Jogja Historical Orchestra di Malioboro, Rabu (29/6/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Panggung

Jogja Historical Orchestra, Tanamkan Jiwa Patriotisme Lewat Seni