Home / News

Rabu, 16 Juni 2021 - 11:06 WIB

Perketat PPKM, Pemkab Sragen Larang Hajatan dan Arisan

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Kominfo Sragen)

NYATANYA.COM, Sragen – Pemerintah Kabupaten Sragen kembali melakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara ketat selama dua minggu ke depan, mulai 15 Juni sampai dengan 30 Juni 2021. Semua kegiatan yang menyebabkan kerumunan, seperti hajatan, ibadah massal, serta kegiatan kemasyarakan, misalnya arisan tidak diizinkan.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kebijakan itu diambil untuk mencegah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut.

“Dalam dua pekan kita akan mengetatkan PPKM. Mengatur bahwa masyarakat melakukan ibadah dari rumah, dan juga tidak ada kegiatan pengajian dan kegiatan apapun yang menyebabkan kerumunan,” tegasnya, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19, di Aula Sukowati Komplek Setda Kabupaten Sragen, Senin (14/6/2021).

Baca juga   Bantu Pulihkan Ekonomi, Danais Dukung Pengadaan Peralatan Kesehatan 9 Hotel Isoman

Yuni mengatakan, kegiatan ekonomi yang dibuka secara berkala untuk waktu tertentu, sementara akan ditiadakan. Sedangkan untuk kegiatan ekonomi yang rutin buka setiap hari seperti restoran, pasar modern, serta mal hanya boleh beroperasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Saat ini kita harus mengerem betul, bukan lagi memberi kelonggaran. Tapi dalam satu sisi menganut petunjuk dari Bapak Presiden yang mengatakan kegiatan ekonomi tidak boleh mati, tapi Covid-19 harus tetap dikendalikan. Yang rutin buka kami tetap berikan kesempatan, hanya terjadi pengetatan, jam 9 (malam/ pukul 21.00) sudah harus selesai. Tapi kalau tidak mematuhi kita akan tutup. Alun-alun sampai jam 9 (malam/ pukul 21.00), setelah jam 9 kita minta untuk dibubarkan,” ujar bupati.

Baca juga   Wartawan dan MUI Jateng Dorong Pemberitaan Positif Soal Covid-19

Yuni menambahkan, saat ini Pemkab Sragen menegaskan tidak akan melakukan kunjungan kerja ke luar maupun menerima tamu dari luar Kabupaten Sragen.

“Ini ikhtiar supaya Covid-19 di Sragen bisa terkendali, semoga dalam dua pekan terjadi penurunan yang signifikan. Dan bila Sragen berada di zona kuning, kita akan bisa mulai sedikit mengendorkan peraturan-peraturan tersebut,” tandasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Hadapi Musim Hujan, BPBD Kabupaten Magelang Lakukan Mitigasi
AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat arahan Apel Jam Pimpinan di halaman Mapolres Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Kapolres Magelang AKBP Sajarod Dorong Peningkatan Layanan Masyarakat
Presiden Jokowi menyapa warga Desa Segaran pada kunjungannya meninjau vaksinasi door to door. (Foto: Humas Jateng)

News

Senangnya Warga Segaran Didatangi Jokowi dan Ganjar
Foto visual awan panas Gunung Merapi yang terekam Jumat (13/8) pukul 05.03 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi Kembali ‘Muntah-muntah’ Dini Hari Tadi
Rakor Penerapan Protkes pada Industri Sektor Esensial yang diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Ini 6 Perusahaan di DIY yang Boleh Beroperasi Penuh Selama Perpanjangan PPKM
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Zona Merah di Jateng Bertambah Jadi 13 Wilayah
Membantu petani di saat harga anjlog, ASN di Kabupaten Magelang gelar aksi borong cabai dan sayur petani. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

ASN Magelang Ramai-ramai Borong Cabai dan Sayur, Ada Apa?
Pengamatan visual aktivitas Gunung Merapi pukul 07.20 WIB pagi tadi. (Foto:BPPTKG)

News

Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas