Home / Peristiwa

Kamis, 30 September 2021 - 21:33 WIB

Pertama di Indonesia, DIY Deklarasi Lapas Bersinar, Bersih dari Narkoba

Wamenkum HAM Edward Omar Sharif Hiariej dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pada acara Deklarasi Lapas Bersinar di Lapas Kelas II B, Cebongan, Sleman. (Foto: Humas Pemda DIY)

Wamenkum HAM Edward Omar Sharif Hiariej dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pada acara Deklarasi Lapas Bersinar di Lapas Kelas II B, Cebongan, Sleman. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Sleman – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah DIY terus berkomitmen untuk mendukung setiap langkah dan upaya pemberantasan narkoba dan memastikan DIY tidak menjadi sarang operator yang mengendalikan peredaran narkoba tersebut terutama di dalam lapas atau rutan.

Sri Paduka juga berbangga hati atas apresiasi dari Badan Narkotika Nasional untuk Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta dan 5 Lapas/Rutan/LPKA lainnya di wilayah DIY sebagai Lapas/Rutan/LPKA Bersinar (Bersih dari Narkoba).

“Capaian ini tentunya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan sinergi kekuatan menuju Indonesia Bersih Narkoba. Integrasi dan kerjasama yang dibangun Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam pembangunan sistem yang mencakup aspek preventif, represif dan kuratif ini merupakan sebuah upaya berkelanjutan dalam penanggulangan narkoba, khususnya di lembaga pemasyarakatan,” jelas Sri Paduka, di Lapas Kelas II B, Cebongan, Sleman, Kamis (30/9/2021).

Pada agenda Apel Siaga dan Deklarasi BERSINAR (Bersih dari Narkoba) itu, Sri Paduka menekankan bahwa Lapas/Rutan/RPKA juga senantiasa membimbing warga binaan.

“Warga binaan perlu mendapatkan kepastian akses layanan rehabilitasi meliputi skrining, asesmen dan layanan rehabilitasi medis dan sosial,” tegas Sri Paduka.

Selain itu, warga binaan juga perlu dibekali dengan pengetahuan akan bahaya narkoba. Sehingga, harapannya ketika keluar dari lapas, mereka dapat benar-benar terlepas dari narkoba. Upaya-upaya ini tentunya perlu diaktualisasikan secara persuasif dengan melibatkan koordinasi dan kerja sama antar pihak.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Sharif Hiariej, Bupati Sleman Kustini, Kakanwil Kemenkum HAM DIY Budi Argap Situngkir, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY Andi Fairan.

Baca juga   Menteri Luhut Targetkan Sleman Vaksin 15.000 Orang Perhari

Pada kesempatan tersebut, Wamenkum HAM Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengapresiasi langkah DIY yang menjadi inisiator pencanangan Deklarasi Bersinar di lingkungan Lapas.

“DIY itu provinsi pertama kali yang mendeklarasikan bersinar, sehingga saya betul upayakan untuk datang hari ini,” jelasnya.

Wamen Eddy turut menyampaikan keprihatinannya bahwa sebagian kasus di Lapas adalah kasus narkoba. “Ada 160.000 kasus narkoba di Indonesia, padahal Lapas kit aitu daya tampungnya hanya sekitar 170.000. Artinya ini over kapasitas,” terangnya.

Menurut Wamen Eddy, kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang marak dan membutuhkan strategi khusus untuk penanggulannya.

“Sebenarnya ada 7 faktor kenapa peredaran narkoba marak. Pertama, kondisi geografis Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 80.000 km, tidak memungkinkan kalau harus mengawasi sepanjang itu. Yang lain, letak strategis Indonesia, demografi penduduk, pengetatan hukum di negara tetangga, pengetatan hukum di Indonesia, persoalan sosial, serta modernisasi dan hedonisme,” urainya.

“Terkait demografi, penduduk Indonesia itu pangsa pasar yang berharga bagi operator narkoba, Menurut data yang dikeluarkan Drugs Enforcement Administration (DAE) tahun 1980-an, jumlah penduduk yang tertangkap karena narkoba itu baru sepertujuh dari yang seharusnya, karena datanya 1:7. Jadi kalau yang sudah terdeteksi tadi 160.000, dikalikan aja 7,” papar Eddy.

Baca juga   Pemkot Yogya Tambah Gerai Vaksin di Kantor Pusat BPD DIY

Lebih lanjut, ia juga mengamini pernyataan Wagub DIY terkait pendampingan warga binaan di Lapas atau Rutan dengan melakukan pendekatan yang komprehensif.

“Hukum jangan hanya melihat dari kacamata kuda saja, harus komprehensif. Harus dipertimbangkan faktor psikologis, kesehatan, bagaimana tahapan melakukan rehabilitasi dan sebagainya,” ujarnya.

Ke depan, Wamen Eddy berharap, inisiasi pencanangan Bersinar ini dapat mejadi motivasi bagi Bapas, Lapas, UPT, ataupun Kanwil di daerah yang lain. di sisi lain, Eddy juga turut mengapresiasi capaian UPT Kanwil Kemenkum HAM DIY yang telah mendapatkan pengakuan dari BNNP DIY UPT Kementerian Hukum dan HAM BERSINAR.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM DIY Budi Argap Situngkir, pada sambutannya yang disampaikan pada agenda tersebut, mengatakan bahwa dari dari seluruh razia handphone, pungli, dan narkoba yang dilakukan di lingkungan lapas di DIY, dinyatakan bahwa 16 (enam belas) UPT Kemenkumham di wilayah DIY mendapatkan piagam Bersih dari Narkoba (BERSINAR) dari BNNP DIY.

“Pada hari ini, Kamis tanggal 30 September 2021 kami melengkapi seluruh UPT Kemenkumham DIY yang sebelumnya belum melaksanakan Deklarasi Bersinar,” jelas Budi.

Adapun ke 16 UPT tersebut antara lain Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Lapas Kelas IIB 1 4 Sleman, Rutan Kelas IIB Wates, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Bapas Kelas I Yogyakarta, Bapas Kelas II Wonosari, Rupbasan Kelas I Yogyakarta, Rupbasan Kelas II Wates, Rupbasan Kelas II Bantul, dan Rupbasan Kelas II Wonosari. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan paket bantuan kepada warga terdampak PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Semarang)

Peristiwa

Pemkab Semarang Salurkan 23 Ribu Paket Beras Bantuan PPKM Darurat
Pembangunan RSUD Tangen terus dikebut. Ditargetkan akhir tahun 2021 pembangunan selesai dan siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. (Foto:Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Pembangunan RSUD Tangen Ditarget Selesai Akhir Tahun
Sri Nugroho, Sekretaris Umum Panitia Peringatan Hari Jadi Klaten Ke-217. (Foto:nyatanya.com/Humas Klaten)

Peristiwa

HUT ke-217 Klaten Akan Diperingati Secara Ringkas dan Sederhana
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Bank Jateng Cabang Ungaran. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Kab. Semarang)

Peristiwa

Dua Minggu PPKM Darurat, Kasus Positif Turun 27 Persen
Personil gabungan bersihkan abu vulkanik Merapi di Pos Pengamatan Babadan Kabupaten Magelang. (Foto:Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Damkar Magelang Semprot Abu Vulkanik Merapi di Pos Babadan
Ganjar Pranowo saat tilik bayi kembar siam Arka dan Arya. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Tilik Bayi Kembar Siam, Ganjar Pastikan Tim Medis Siapkan Penanganan
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali Purwanto secara simbolis menyerahkan hadiah utama undian PBB-P2 yang berupa Rumah type 45/68 yang diterima Camat Boyolali Kota Gatot Murdiyanto dan satu unit mobil Avanza type 1.3 MT yang diterima Camat Karanggede Ari Wahyu Prabowo. (Foto:Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Peristiwa

Bayar PBB Rp16.573 Suraji Dapat Hadiah Rumah
Ilustrasi masyarakat sadar prokes. Memakai masker itu wajib. (Foto: Dismominfo Jateng)

Peristiwa

Demak Turun Level, Dari 4 Menjadi Level 2