Home / Peristiwa

Sabtu, 18 Desember 2021 - 11:24 WIB

Pertama di Kedu, SMAN 1 Bandongan Canangkan Sekolah Ramah Anak

Apel pencanangan sekolah ramah anak di SMAN I Bandongan. (Foto: humas/beritamagelang)

Apel pencanangan sekolah ramah anak di SMAN I Bandongan. (Foto: humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Kepala Sekolah SMAN I Bandongan Kabupaten Magelang, Rohmad Chozin, mengatakan tidak akan ada lagi siswa yang dibully, kekerasan, pencurian dan semacamnya. Yang ada adalah sekolah yang menyenangkan, dengan meningkatkan mutu pelayanan kepada warga sekolah.

Ditemui di sekolah, Sabtu (18/12/2021), Chozin menjelaskan, komitmen meningkatkan mutu pelayanan dicanangkan dalam apel yang dihadiri Komite Sekolah, Forkompimca, siswa, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Propinsi Jateng, Nikmah Nurbiaty pada Jumat (17/12/2021).

Chozin menerangkan, yang dimaksud dengan meningkatkan mutu pelayanan adalah menciptakan Sekolah Menyenangkan, Sehat, Ramah Anak, Aman dan Nyaman. Pencanangan itu sekaligus menindaklanjuti PP No. 17 2010 dan PP No. 2 tahun 2018 tentang Pengolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

“Ini baru pertama kali dicanangkan di wilayah Kedu,” ujar Chozin.

Ia menginginkan peningkatan mutu pelayanan kepada warga sekolah ini bisa terwujud dengan baik.

“Pelayanan yang mementingkan kepada aspek pelayanan mutu,” tegasnya.

Misal saat siswa datang ke sekolah, disambut bapak ibu guru dengan senyum, sapa dan dengan wajah yang menyenangkan. Kemudian ketika proses pembelajaran saling menghormati, menjaga hak-hak privasi dan saling menjaga kehormatan serta etika terus dikembangkan.

Baca juga   Bimtek Tata Laksana Jenazah Infeksius Covid-19 di Srimulyo

Selain itu, di lingkungan sekolah tidak boleh ada bully dan segala bentuk kekerasan. “Kita berusaha menciptakan situasi yang ramah anak,” imbuhnya.

Sehingga ketika orang tua menitipkan anaknya sekolah di SMAN I Bandongan, mereka bisa merasakan ketenangan. Diakui, intensitas tawuran anak di luar sekolah cukup tinggi.

“Namanya tawuran di luar sekolah, sudah pasti ada pengaruh dari luar. Tapi anak itu tercatat sebagai siswa di sini,” katanya.

Kemudian, sekolah juga menginginkan lingkungan aman tidak ada pencurian.

“Karena yang sering terjadi itu kehilangan helm. Ini harus benar-benar kita antisipasi agar jangan ada pencurian,” imbuhnya.

Tujuan pencanangan sekolah yang ramah anak ini, kata Chozin, sesuai dengan visi misi, yakni sekolah bermutu, religius dan berkarakter.

Baca juga   Gelar Operasi Pekat, Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Sejumlah Cafe di Sarkem

“Dibentuknya sekolah yang menyenangkan, sehat, ramah anak, aman dan nyaman ini sebagai proses pembentukan karakter, budaya lingkungan masuk dan wawasan global. Kalau anak sudah memiliki passion dan mimpi, maka akan berwawasan global. Kami optimalkan proses belajar dan mengembangkan semangat belajar,” urainya.

Endingnya nanti, harapnya, menghasilkan lulusan yang kompetitif, bersaing dengan era global namun karakter tetap menjadi jiwa dari putra-putri SMAN I Bandongan. Untuk saat ini, jumlah siswa yang belajar di sini sebanyak 897 orang.

Senada, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Nikmah Nurbaity mengatakan, ciri-ciri sekolah yang ramah anak meliputi ada keramahan pada anak dan tidak ada diskriminasi. Kemudian tidak ada kekerasan fisik, baik antar siswa, siswa ke guru, guru ke guru, kepala sekolah ke siswa atau ke guru.

“Jadi jangan pernah melakukan kekerasan fisik. Selain itu, juga tidak ada kekerasan psikis, seperti tidak saling sapa,” tandasnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Foto: Humas Polri/Tribratanews

Peristiwa

Polisi Sita Uang, Rumah hingga Mobil Mewah Tersangka Korupsi Gerobak Kemendag
Jembatan Gantung Girpasang Mulai Dibangun. (Foto: Humas Kab. Klaten)

Peristiwa

Permudah Akses Warga, Jembatan Gantung Girpasang Mulai Dibangun
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ponpes Darussalam Timur Watucongol. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Pemkab Magelang Gelar Vaksinasi Covid-19 di Ponpes Darussalam Timur Watucongol
Tersangka DP dihadirkan dalam jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Senin (27/6/2022). Foto: Instagram @polresjogja

Peristiwa

Cabuli Bocah di Bawah Umur, Tukang Becak Ditangkap Polresta Yogya
Petugas dan relawan juga berupaya membantu penyiapan pakan bagi ternak warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru. (Foto: MC Kab. Lumajang/Pendim 0821)

Peristiwa

Petugas dan Relawan Terus Salurkan Bantuan Pakan Ternak Milik Warga Terdampak Erupsi Semeru
Sekda Provinsi Jateng, Sumarno saat acara pelepasan calon transmigran di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Jawa Tengah, Senin (13/12/2021). (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Jateng Kirim 10 KK Transmigrasi ke Kalimantan Tengah
Puluhan suporter Persebaya atau Bonek yang hendak pergi ke Bandung sedang membantu mobil pikap bermuatan pisang terguling di Tol Mojokerto - Jombang. Foto: tangkapan layar video/selalu.id

Peristiwa

Video Viral Bonek Gotong Royong Bantu Pikap Terguling saat Perjalanan ke Bandung
Ganjar Pranowo pada temu wicara dalam rangkaian UKM Virtual Expo (UVO) 2021. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Produk UKM Jateng Berpeluang Masuk Pasar Eropa dan Jepang