Home / Panggung

Jumat, 23 September 2022 - 17:29 WIB

Pertunjukan dan Perekaman Seni Tradisi, Salah Satu Upaya FKY Mencatat Subjek Budaya

Foto: Dok.FKY 2022

Foto: Dok.FKY 2022

NYATANYA.COM, Kulon Progo – Pertunjukan dan Perekaman Seni Tradisi serta Aktivasi Pameran Keliling FKY 2022 telah berlangsung di Kulon Progo pada 19 September 2022.

Seperti halnya lokasi-lokasi yang lain, Kulon Progo menjadi salah satu yang mewujudkan ketersebaran FKY 2022 agar dapat diakses oleh masyarakat serta mencatat subjek kebudayaan yang lebih luas.

“Ketersebaran ini juga memberikan dampak kemeriahan dan suasana panggung hiburan rakyat bagi warga sekitar, juga mengaktifkan sanggar-sanggar atau kelompok seni di sana,” ujar Ketua FKY 2022 Dini Maulistya dalam keterangan resminya, Jumat (23/9/2022).

Agenda Pertunjukan dan Perekaman Seni Tradisi merupakan salah satu upaya FKY mencatat subjek budaya, khususnya kesenian tradisi, yang kurang mendapat sorotan.

Subjek kebudayaan yang dipilih mewakili lima wilayah DIY, yaitu Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Proses kurasinya menitikberatkan pada kesenian-kesenian yang kurang atau bahkan tidak diketahui oleh masyarakat luas.

Pertunjukan dan Perekaman Seni Tradisi ini dilaksanakan di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), tepatnya di ruang auditorium.

Kesenian tradisi rakyat yang kerap digelar di arena, diletakkan di sebuah gedung kesenian dengan infrastruktur panggung pertunjukan yang menunjang.

Baca juga   30 Ragam Patung Hiasi Malioboro di JSSP 5 Ruwat Gatra Rasa: Redefining Form and Space

Selain itu, ruang pertunjukan ini juga disikapi sebagai ruang yang bersifat demokratis dan kesenian-kesenian di dalamnya, termasuk tradisi rakyat, mampu melakukan penyesuaian dan perkembangan.

Pertunjukan pertama adalah kesenian Jabur yang menjadi kontingen Kabupaten Sleman. Pertunjukan ini ditampilkan oleh Sanggar Kridho Putro dengan membawa lakon Ulamdaur Palakrama yang diangkat dari cerita Menak.

Selanjutnya, Kabupaten Bantul diwakili oleh kesenian Jathilan Carong yang ditarikan enam orang penunggang kuda dan satu orang yang membawa pecut. Jathilan Carong adalah kesenian tradisi yang mencampurkan antara jathilan oglek, ketoprak, dan wayang orang.

Kesenian ini asli berasal dari daerah Argodadi, Sedayu, Bantul dan dikelola dalam Sanggar Rumah Budaya Sanggrahan. Kemunculannya diinisiasi oleh para pemain jathilan oglek, ketoprak, dagelan, maupun wayang orang sehingga jathilan carong memiliki keunikan tersendiri.

Penampilan ketiga merupakan kontingen dari Kota Yogyakarta, yakni Teater Ongkek. Teater Ongkek membawakan cerita Bermana Kembar, yaitu kisah tentang lelembut yang ingin memperistri seorang wanita desa bernama Bermani dengan menyamar menjadi suaminya, Bermana.

Teater Ongkek adalah grup kesenian yang menampilkan pertunjukan tradisi. Grup kesenian ini berdiri pada tanggal 8 September 1982, di Kampung Pathuk, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Baca juga   Hari Jadi ke-71 Kabupaten Kulon Progo, Diramaikan Berbagai Event Berskala Nasional

Nama ongkek sendiri diambil langsung dari nama tempat untuk menggantung gong. Dalam pertunjukannya, cerita-cerita yang dibawakan diambil dari tradisi ataupun cerita kekinian.

Teater Ongkek merupakan salah satu kesenian mbarang ‘mengamen’ yang melakukan pentas dari satu desa ke desa lainnya. Di tengah pentas, para pemainnya berkeliling ke kursi-kursi penonton dengan membawa wadah uang.

Nano Asmorondono mengungkapkan, “Teater Ongkek saat ini sudah tiga generasi. Saya adalah salah satu pendiri dan saat ini juga masih terlibat.”

Gunungkidul hadir melalui kesenian langen thethelan yang berkembang di Dusun Tangkil, Desa Kemejing, Kecamatan Semin. Langen thethelan merupakan kesenian tradisional yang menggabungkan antara seni ludruk, wayang, ketoprak, dan langendriyan sehingga terdapat unsur joget, tembang, dan dialog dalam satu pertunjukan.

Pertunjukan Seni Tradisi terakhir berasal dari Kulon Progo dengan Bangilun. Bangilun merupakan kesenian tradisi dari Dusun Jati, Gerbosari, Kulon Progo. Kesenian ini bernafaskan Islam dengan menggabungkan antara gerak tari, musik, dan syair.

(*/Aja)

Share :

Baca Juga

Tri Utami menyanyikan 'Tresnaning Tiyang' bersama Kuaetnika. Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Hadirkan Tri Utami dan Endah Laras, Kuaetnika Gelar Musik ‘Umbul Donga’ Nyewu Djaduk Ferianto
Tiga pelaku seni rupa yang gagal berangkat berpameran ke Berlin, Jerman saat gelar jumpa pers. Foto: Istimewa

Panggung

Gagal Pameran di Jerman, Tiga Seniman Yogya Pertanyakan Uang Saku dari Dirjen Kebudayaan yang Telanjur Cair
CampurNgopi. (Foto: Dokumentasi)

Panggung

CampurNgopi Siapkan 2 Single Baru, Satu Lagu Ciptaan Anton Obama Berjudul ‘Hooh’
Aksi panggung PRONTAXAN sukses melongsorkan penonton dalam memungkasi hajatan seni cahaya SUMONAR 2022, Rabu (12/10/2022) di JNM. Foto: Agoes Jumianto

Panggung

SUMONAR 2022 Metamorpholux Rampung Digelar, Diapresiasi Puluhan Ribu Pengunjung
Acara pengenalan NFT Maitribala saat Car Free Night Borobudur akhir pekan lalu. Foto: Ist

Panggung

Karya Seni Digital NFT Maitribala Mulai Dikenalkan kepada Masyarakat
Jameyka feat Tony Q dan Shinta Priwit. (Foto: Dok.Shinta Priwit)

Panggung

Woyoo…Pasti Bisa!!! Lagu Anyar Twins Jameyka feat Tony Q dan Shinta Priwit
Happy Asmara. (Foto:nyatanya.com/YouTube Fortuna Enterprise)

Panggung

Happy Asmara Populerkan Kembali ‘Mister Mendem’-nya Cak Diqin
Salah satu karya patung yang ditampilkan dalam JSSP 5 di Malioboro Yogyakarta. Wisatawan bisa berswafoto di 30 karya patung yang dipajang hingga 28 Oktober 2023. (Foto: Agoes Jumianto)

Panggung

30 Ragam Patung Hiasi Malioboro di JSSP 5 Ruwat Gatra Rasa: Redefining Form and Space