Home / Wisata

Jumat, 27 Agustus 2021 - 11:52 WIB

Pesona Watu Dodol yang Menyimpan Cerita Mistis

Watu Dodol berada ditengah ruas jalan yang menghubungkan Situbondo-Banyuwangi dan terletak 5 kilometer sebelum Pelabuhan Ketapang. (Foto: zainuri arifin)

Watu Dodol berada ditengah ruas jalan yang menghubungkan Situbondo-Banyuwangi dan terletak 5 kilometer sebelum Pelabuhan Ketapang. (Foto: zainuri arifin)

NYATANYA.COM, Banyuwangi – Nama Pantai Watu Dodol sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik. Banyak diantara pengunjung yang secara kebetulan melintas di jalan lintas Situbondo-Banyuwangi yang hendak menuju Bali atau sebaliknya menyempatkan singgah sejenak di Pantai Watu Dodol.

Pantai tersebut menjadi salah satu pantai yang menawarkan panorama alam yang menawan. Mengingat lokasinya yang berada di perbatasan antara Situbondo dan Banyuwangi, Pantai Watu Dodol kerap dianggap sebagai gerbang masuk menuju Kabupaten Banyuwangi.

Nama Watu Dodol sendiri merujuk kepada sebuah batu besar yang tingginya lebih dari 6 meter dan berlokasi tepat di tangah jalan antara kedua ruas jalan raya. Lokasi kawasan wisata ini sekitar 5 kilometer dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya.

Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Dulunya, konon Watu Dodol terlihat dan dikenal masyarakat setempat sebagai lokasi yang angker. Tapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau.

Pantai Watu Dodol sendiri tepatnya berada di Dusun Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut masyarakat setempat, nama Watu Dodol sendiri diambil dari batu karang besar yang berada tepat di pinggir pantai.

Batu karang berukuran tinggi sekitar 6 meter tersebut berbentuk panjang menyerupai jajanan tradisional yaitu dodol. Karakteristik unik dari Pantai Watu Dodol adalah pantainya yang tidak berpasir, melainkan dipenuhi bebatuan dan karang.

Baca juga   Pelaku Wisata di Bukit Cinta Terima Bantuan Sembako

Meski demikian, air di Pantai Watu Dodol masih sangat jernih dan memiliki panorama pemandangan alam yang sangat menawan. Mengingat ombaknya yang besar, pengunjung Pantai Watu Dodol tidak diperkenankan untuk berenang, namun di pinggir pantai terdapat beberapa kedai yang menjual berbagai kuliner khas pesisir.

Menariknya lagi, di pantai ini terdapat dekorasi patung Penari Gandrung yang berada di atas bangunan. Sambil memegang kipas, penari ini seolah-olah sedang meliuk-liukan badannya memperlihatkan kelihaiannya menari dan memberikan salam selamat datang kepada pengunjung pantai.

Pantai Watu Dodol memang kerap disinggahi oleh pengendara yang melintasi kawasan Situbondo – Banyuwangi. Lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan menjadi alasan pantai ini kerap dijadikan persinggahan bagi pengunjung yang ingin bersantai sejenak.

Menurut warga sekitar, Pantai Watu Dodol kerap dijadikan lokasi ritual Puter Kayon yang digelar setiap habis lebaran. Ritual ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat yang disimbolkan dengan mengarak tumpeng dan sesajian dari perkampungan penduduk menuju pantai. Sesajian ini kemudian dilarung ke laut, sementara tumpeng dimakan warga bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur.

Patung Penari Gandrung yang letaknya tidak jauh dari Watu Dodol, menjadi symbol ucapan selamat dating di Kota Banyuwangi. (Foto: zainuri arifin)

Namun demikian, keberadaan Watu Dodol diakui sebagian masyarakat Bayuwangi banyak menyimpan misteri. Beragam kejadian mistis menjadi fenomena yang hingga kini terus masih banyak dibicarakan dan melegenda.

Baca juga   Borobudur Highland Siap Menjadi Kawasan Wisata Terpadu

Salah satu pedagang minuman dan jagung bakar, Sujarwo (38) mencertakan, bahwa ada cerita-cerita mistis yang berkembang hingga kini, bahwa pada saat penjajah Jepang menetap di Indonesia. Pasukan Jepang pernah berusaha untuk memindahkan Watu Dodol. Mereka menganggap keberadaan batu tersebut sangat mengganggu transportasi mereka.

“ Untuk memindahkan Watu Dodol bukan hal mudah. Banyak orang dikerahkan untuk memotong Watu Dodol supaya lebih mudah untuk memindahkannya. Namun, ketika hendak digulingkan dengan ditarik kapal ternyata tidak membuahkan hasil sama sekali. Bahkan konon Watu Dodol tetap berada di tempat tanpa bergerak sedikitpun dan kapal yang menariknya justru akhirnya tenggelam,” terang Sujarwo kepada nyatanya.com

Diuraikan pria yang saban hari menjajakan panganan kepada para wisatawan, pada awalnya Watu Dodol terletak di sebelah Timur jalan yang menghubungkan antara Situbondo dengan Banyuwangi. Kemudian, ketika terdapat program pelebaran jalan, pemerintah setempat ingin memindahkan Watu Dodol. Hal ini disebabkan pelebaran jalan lebih mungkin untuk dilakukan pada bagian sebelah Timur.

“Mereka semua bersusah payah untuk mendongkrak dan merobohkan Watu Dodol, hingga benar-benar terguling, keesokan harinya Watu Dodol justru sudah kembali tertancap di tempatnya seperti semula,” cerita Sujarwo.

Setelah adanya kejadian tersebut Watu Dodol tidak pernah diganggu dan diusik lagi. Karena itulah hingga sekarang Watu Dodol terletak di tengah dua ruas jalan. Dan pemerintah pun kini membuat taman yang indah di sekelilingnya.   (N2)

Share :

Baca Juga

Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata yang akan dibuka dalam pelaksanaan simulasi. (Foto: media_twc)

Wisata

Candi Borobudur Segera Simulasi Buka Kembali
Viral Blast Global menyerahkan dana CSR senilai Rp 100 juta kepada Desa Wisata Sabdodadi. (Foto: Humas Kab Bantul)

Wisata

Bantul, Kabupaten Pertama Tampil di “Times Square New York”
Studio Alam Gamplong sebagai salah satu destinasi wisata di DIY juga dinilai sebagai lokasi yang tepat dan indah untuk pelaksanaan vaksinasi wisata. (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Vaksinasi Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Studio Alam Gamplong
Objek wisata di Pekalongan membenahi sarana dan prasarana selama tutup PPKM. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Wisata

PPKM Level 4, Pengelola Wisata Pekalongan Benahi Sarana Prasarana
Tempat makam para Wali yang sehari-harinya didatangi ribuan peziarah dari berbagai kota di nusantara ini masih ditutup total. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Magelang)

Wisata

Makam Para Wali Gunungpring Masih Ditutup untuk Peziarah
Seporsi Kupat Tahu Dompleng. (Foto: Agoes Jumianto)

Wisata

Nikmatnya Kupat Tahu Dompleng yang Ikonik dan Melegenda
Simulasi pembukaan kembali objek wisata Kemit Forest. (Foto: Kominfo Cilacap)

Wisata

PPKM Level 3, Kemit Forest Gelar Simulasi Wisata
Sandiaga Uno melihat sentra kerajinan di wilayah Breksi. Foto: nyatanya.com/istimewa

Wisata

Pandemi Covid-19, Jumlah Wisatawan ke Tebing Breksi Turun Drastis