Home / News

Sabtu, 11 Mei 2024 - 22:05 WIB

Petinggi Bea Cukai Purwakarta Diaporkan ke KPK, Kerjasama Bisnis Ngakunya Bukan ASN

Pengacara Andreas SH, MH usai membuat laporan. (Foto: PMJ/Gtg)

Pengacara Andreas SH, MH usai membuat laporan. (Foto: PMJ/Gtg)

NYATANYA.COM, Jakarta – Pengacara dari Eternity Global Law Firm, Andreas mengklarifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan harta fantastis yang dimiliki oleh salah satu petinggi Bea Cukai Purwakarta Jawa Barat.

Andreas khawatir, ada keterlibatan klienya Wijanto Tirtasana dalam aliran dana yang dimiliki oleh oknum Bea Cukai tersebut lantaran sebelumnya memiliki bisnis bersama.

Andreas mengatakan, dirinya bersama rekan Advokad bermaksud mengklarifikasi kepada KPK atas laporan yang sebelumnya telah dilaporkan atas dugaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada oknum Bea cukai atau sekarang menjadi kepala Bea Cukai Purwakarta, Jawa Barat.

Padahal, menurut Andreas, terlapor yang diketahui berinisial REH pada data e-LHKPN tahun 2017 memiliki harta sebanyak Rp3,5 milyar harta tersebut naik signifikan pada LHKPN tahun 2021 yang bertambah Rp5,6 milyar.

Baca juga   Kapolri Tutup Rakernis Logistik Polri Ditandai dengan Penerimaan Keris dari Aslog Kapolri

Pada rentan tahun 2017 hingga 2022, klienya telah bekerjasama bisnis bersama REH yang saat itu sebagaimana surat kesepakatan kerjasama terlapor mengaku sebagai karyawan swasta bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Klien kami sebelumnya berbisnis dengan oknum Bea Cukai itu dan berhutang sebesar 7 milyar rupiah dan telah dibayar. Tetapi justru klien kami di intimidasi dengan aparat militer untuk mengakui jika hutang tersebut belum diselwsaikan dan justru nilainya semakin banyak,” kata Andreas kepada wartawan usai klarifikasi di gedung KPK Jakarta.

Baca juga   Polres Sukoharjo Gelar Apel Sarana Prasarana dan Latihan Dalmas

Oleh karenanya, menurut Andreas dirinya kuatir jika bisnis yang dilakukan klienya bagian dari tindak pidana korupsi kepada oknum Bea Cukai tersebut karena harta yang dimiliki oknum Bea Cukai REH naik dengan signifikan. Bahkan sebagaimana penelusurannya, aset yang dimiliki REH sebesar Rp 60 milyar.

Ia menambahkan, upaya intimidasi yang dilakukan terlapor dan harta yang fantastis terlapor yang hanya merupakan seorang pegawai Bea Cukai telah dilaporkanya ke beberapa pihak termasuk ke Kementerian Keuangan dan Direktorat Bea Cukai.

“Segala upaya telah kami tempuh termasuk menyurati Kemenkeu tetapi belum ada balasan,” tutup Andreas. (N1)

Share :

Baca Juga

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: InfoPublik)

News

Menko Marves: Terkendali, Meski Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di 105 Daerah
Pemerintah mewajibkan vaksinasi booster untuk meningkatkan kekebalan imunitas masyarakat menjelang mudik lebaran. (Foto: Kemenke

News

Lulus Uji Klinis, Vaksin Merah Putih akan Digunakan untuk Dosis Lanjutan
(Foto: Angkasa Pura)

News

Infrastruktur Bandara Lombok Siap Sambut World Superbike 2021
Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Mr Lars Bo Larsen berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Temui Ganjar, Dubes Denmark Siap Tingkatkan Investasi ke Jateng
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Pasien Sembuh Covid-19 di Magelang Bertambah 292 Orang
Ilustrasi bandara. Foto: Angkasa Pura II

News

AP II Proyeksikan 2,5 Juta Pergerakan Penumpang Selama Nataru, Naik 26,36 Persen Dibandingkan Tahun Lalu
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat Silaturahmi dan Halal Bihalal dengan awak media di Jawa Tengah dan DIY, di Hotel Santika Premiere, Kamis (12/5/2022). Foto: Diskominfo Jateng

News

Gus Yasin: Hati-hati, Dosa Pembuat Berita Bohong Tak Berarti Berhenti dengan Minta Maaf
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, implementasi nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang harus dilakukan. Foto: BPMI Setpres

News

Presiden: Gotong Royong Strategi Terbaik Hadapi Kompetisi Global