Home / News

Minggu, 24 Maret 2024 - 16:37 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Santri Tewas di Ponpes Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo

Ilustrasi kasus santri tewas di Ponpes Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo. (iStock)

Ilustrasi kasus santri tewas di Ponpes Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo. (iStock)

NYATANYA.COM, Tebo – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menetapkan dua orang anak berkonflik dengan hukum atas penganiayaan di Pondok Pesantren (ponpes) Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan ke SPKT Polres Tebo tertanggal 17 November 2023, bahwa adanya dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan kematian terhadap korban bernama AH (13) yang terjadi di Asrama Ponpes Raudhatul Mujawwidi.

“Kami menyampaikan kepada rekan-rekan sekalian, bahwa yang kita hadapi adalah anak-anak yang berhadapan dengan hukum, baik itu saksi, korban ataupun anak-anak yang berkonflik dengan hukum.”

“Kami berupaya mengungkap peristiwa sejak adanya laporan dengan meminta keterangan dari berbagai saksi hingga ditetapkan dengan status tersangka dan mengamankan barang bukti,” ujar Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira, S.I.K., M.H., dilansir dari laman rimanews, Sabtu (23/3/2024).

Baca juga   Dukung Konservasi, PT TWC Dukung Pembatasan Akses Naik ke Candi Borobudur

Kronologi kejadian pada hari Selasa 14 November 2023, terjadi tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur di lantai atas Asrama. Rupanya kasus didasari rasa sakit hati kepada korban, karena menagih hutang sebesar 10 ribu rupiah.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 54 orang saksi, baik itu Kakak kelas, adik kelas, pengurus dan juga dokter yang mengeluarkan surat keterangan kematian,” jelasnya.

Baca juga   Update! Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Menjadi 43 Orang

Dalam kesempatannya ia terus menekankan bahwa memperhatikan hak-hak dan undang-undang perlindungan anak.

Sementara itu, Kapolres Tebo, AKBP I Wayan Arta Ariawan, S.H., S.I.K., MH., menjelaskan bahwa pihak ponpes Raudhatul Mujawwidi turut membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus.

“Pihak ponpes luar biasa mendukung dalam pengungkapan kasus ini, dan kami bersyukur karena akhirnya terungkap. Adapun motifnya, dari pihak korban pernah meminjamkan uang.”

“Lalu korban menagih hutang, dari keterangan saksi penyampaian korban membuat dua orang anak yang berkonflik dengan hukum tersinggung, adapun besarnya hutang 10 ribu rupiah,” jelasnya. (N1)

Share :

Baca Juga

News

Masuk PPKM Level 3, Pasien Covid-19 di Rembang Menurun Drastis
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan. (Foto: Tangkapan Layar Kanal Youtube RRI Net)

News

Kemendagri Fokus Tiga Tugas Ini Terkait IKN Nusantara
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Hari ini 16 warga Kecamatan Secang Magelang Meninggal Covid-19
Foto: ANTARA

News

PPKM Diperpanjang sampai 5 September 2022, Seluruh Daerah Berada di Level 1
(Foto: Kemenkes)

News

Kemenkes Ungkap Peluang Vaksinasi Dosis Keempat, Begini Penjelasannya
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menyatakan, Indonesia direncanakan akan menerima sebanyak 10 juta dosis vaksin jadi Covid-19 merek Covovax. (Foto: Amiriyandi/ InfoPublik).

News

Izin EUA Keluar, Indonesia Direncanakan Terima 10 Juta Vaksin Covovax
Foto: Dok KPK

News

KPK Tahan Hakim Agung Tersangka Suap Pengurusan Perkara di MA
Lima orang ibu dikabarkan melahirkan saat berada di Posko Pengungsian Bencana Erupsi Gunung Semeru. "Hampir semua operasi, mungkin karena stress, ketakutan atau bahkan trauma akibat erupsi Gunung Semeru," ungkap Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. (Foto: MC Kab. Lumajang/Fd/An-m)

News

Lima Orang Ibu Melahirkan di Posko Pengungsi Erupsi Gunung Semeru