Home / News

Jumat, 8 Oktober 2021 - 18:07 WIB

PON Papua Jadi Momentum Kebangkitan UMKM dan Milenial

Konferensi pers ‘Perkembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jayapura’ di Media Center Kominfo PON XX Papua Klaster Kabupaten Jayapura,Jumat (8/10/2021). (Foto: Ricky Pangkatana/MCC Kominfo Kluster Kab Jayapura)

Konferensi pers ‘Perkembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jayapura’ di Media Center Kominfo PON XX Papua Klaster Kabupaten Jayapura,Jumat (8/10/2021). (Foto: Ricky Pangkatana/MCC Kominfo Kluster Kab Jayapura)

NYATANYA.COM, Jayapura – Sebanyak 258 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dilibatkan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Dari total UMKM sebanyak itu, ada 100 UMKM yang bergerak di sektor kuliner, souvenir dan handicraft mendapatkan fasilitas untuk mempromosikan produknya di seputaran venue kegiatan olah raga nasional.

Ketua Sub Koordinator Bidang Sosial Ekonomi Bidang IV Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Yos Levia Yoku, mengatakan dari total 258 pelaku UMKM, sebanyak 100 UMKM mendapatkan pembinaan dari pemkab untuk bisa mempromosikan produknya di venue kegiatan PON XX Jayapura.

“Sebelumnya, mereka (pelaku UMKM) mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga memperoleh modal usaha Rp5 juta per UMKM,” ujar Yos dalam konferensi pers ‘Perkembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jayapura’ di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Kabupaten Jayapura, Jumat (10/8/2021).

Hadir sebagai narasumber lainnya Abraham Krey, Kadiv Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua, Andrew Bahabol, Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Papua, dan Sylvia Dewi Maharani, coach barista ASKI.

Yos menambahkan, Pemkab Jayapura terus mendorong sektor UMKM Papua untuk bangkit dan naik kelas. Dalam rangka itu, Pemkab Jayapura juga menggandeng sektor perbankan sehingga pelaku sektor itu memperoleh akses pembiayaan selain melek terhadap sistem pembayaran secara digital.

“Dengan adanya wabah pandemi, kami berusaha untuk mengeliminir sistem pembayaran secara tunai. Kami mendorong sistem pembayaran secara non tunai. Tujuannya agar mereka juga melek terhadap perkembangan digital,” ujarnya.

Baca juga   Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 787 Pasien

Kendati PON telah usai, Yos menjelaskan, pihaknya terus melakukan promosi dan pemasaran melalui katalog. Harapannya setelah PON berakhir semua akan tetap berlanjut. Program tersebut difasilitasi oleh bidang sosial ekonomi PB PON. Ada juga kerja sama dengan Telkomsel untuk memasarkan produk khas seperti coklat.

“Kami juga membangun etalase di hotel dan bandara yang berisi hasil kerajinan khas Papua. Diharapkan PON usai akan tetapi ekonomi tetap berlanjut,” urai Yos.

Pada kesempatan yang sama, Abraham Krey mengemukakan Bank Papua mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua. Sebenarnya, lanjutnya, bank milik Pemprov Papua sudah lama memberikan perhatian terhadap sektor UMKM.

“Kami memiliki program bernama kredit Papeda (Percepatan Akses Keluarga Daerah). Alokasi dana untuk kredit itu sebesar Rp5 miliar. Setiap pelaku UMKM bisa memperoleh kredit itu tanpa bunga Rp10 juta. Nah, bunga kredit untuk UMKM itu ditanggung oleh Pemprov Papua Rp250 juta berupa subsidi bunga dengan jangka waktu selama 1-2 tahun,” tuturnya.

Pada tahun depan, direncanakan Bank Papua akan menambahkan plafon kredit Papeda menjadi Rp10 miliar dan pada 2023 dinaikkan lagi menjadi Rp15 miliar.

Kopi Milenial

Salah satu komoditas kuliner yang memiliki proses cerah di Tanah Papua adalah kopi. Apalagi kebanyakan para pegiat kopi di Papua adalah UMKM.

Oleh karena itu, menurut Andrew Bahabol, Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Papua, selama kegiatan PON mereka terus melakukan pembinaan soal penyajian kopi kepada kalangan milenial.

Baca juga   Baznas Bantu 25 UMKM yang Nyaris Gulung Tikar Terdampak Covid-19

Ia menambahkan dalam enam bulan terakhir, ASKI fokus pada pemberdayaan generasi milenial melalui pelatihan cara penyajian kopi maupun mengenalkan sisi bisnisnya. Dengan kegiatan ini diharapkan kaum milenial ini terhindar dari perilaku negatif.

“Tujuan menyasar anak milenial di sini karena hanya anak milenial yang siap bersaing. Bagaimana cara kita meningkatkan kualitas kopi Papua. Sementara dari data nasional produktivasnya masih rendah meskipun harga mahal,” jelas Andrew.

Disamping memberikan pelatihan barista kopi kepada 30 anak muda di bawah 23 tahun, mereka juga terus mempromosikan produk kopi Papua seperti dalam ajang Gebyar PON Papua di Pantai Kalkote, Sentani Timur.

Pelatihan barista ini bukan sekadar teknis penyajian kopi yang baik, namun sekaligus membentuk karakter, perilaku, dan penampilan anak muda Papua yang baik.

“Image Papua yang belum maju ingin dipatahkan dengan kebangkitan milenial ini. Rambut boleh melingkar, tapi harus bersih wangi, totalitas, menghargai waktu, komunikasi baik maka orang akan menyaksikan bahwa Papua sudah maju,” jelas Andrew yang juga merupakan seorang barista.

Lembaga ASKI dalam hal ini juga menjalin kerja sama dengan para petani kopi di wilayah pesisir maupun pegunungan. Kopi di pesisir Papua terkenal dengan jenis Robusta. Adapun di wilayah pegunungan jenis kopi Arabica. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi Papua.

Ke depan, pihaknya akan mendorong terbentuknya lumbung kopi Papua. Targetnya agar Papua bisa menjadi lumbung kopi nasional pada 2026. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah, Hari Ini 1.110 Orang
Rabu (13/10/2021), Ganjar berkunjung ke Grobogan untuk memantau percepatan vaksinasi. Capaian vaksinasi di daerah itu mesti digenjot karena masih di bawah 50 persen. (Foto: Humas Jateng)

News

Capaian Masih di Bawah 50%, Ganjar Dorong Percepatan Vaksinasi di Grobogan
eroe Poerwadi. (Foto:nyatanya.com/Facebook)

News

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi Umumkan Positif Terpapar Covid-19
Guguran awan panas yang terjadi pada Jumat (18/6/2021) pukul 23.52 WIB. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Hingga Semalam, Merapi 3 Kali Luncurkan Awan Panas
Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) tersebut dipindahkan dari lahan milik masyarakat seperti areal persawahan, perkebunan, hingga tepi jalan umum ke Monumen Juang. (Foto: Diskominfo Klaten)

News

Disparbudpora Klaten Selamatkan 11 Objek Diduga Cagar Budaya
Pasien Covid-19 di Kota Pekalongan terus menunjukkan penurunan. Terlihat dari sepinya pasien di UGD rumah sakit. (Foro: Diskominfo Pekalongan)

News

Ruang UGD Rumah Sakit Mulai Sepi Pasien Covid-19
Rachmawati Soekarnoputri bersama Sandiaga Uno. (Foto:nyatanya.com/@sandiuno)

News

Berita Duka! Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Covid-19 DIY Hari Ini: Kasus Baru Tambah 398, Sembuh 737, Meninggal 22 Orang