Home / Peristiwa

Senin, 19 Juli 2021 - 09:49 WIB

PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Hotel di DIY Kekurangan ‘Oksigen’

Ilustrasi hotel di Yogya di tengah pemberlakukan PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Ilustrasi hotel di Yogya di tengah pemberlakukan PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Hotel di Yogyakarta paling merasakan dampak signifikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Terlebih dengan diperpanjangnya PPKM Darurat sampai 31 Juli 2021, membuat usaha perhotelan makin berat bertahan.

Butuh keberpihakan pemerintah berupa solusi baik bagi pelaku usaha maupun tenaga kerja untuk bertahan hidup maupun usahanya.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengakui dari semua kebijakan pengetatan dan pembatasan yang telah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19, kebijakan PPKM Darurat ini lebih berat dampaknya sehingga sangat memukul sektor perhotelan maupun restoran.

Sehingga tidak hanya oksigen medis bagi pasien Covid-19 yang kritis, pelaku bisnis perhotelan dan restoran di DIY pun kekurangan ‘oksigen’ untuk bertahan hidup.

Baca juga   'Jogja Merdeka Vaksin' Upaya Pemkot Lindungi Warganya

“Kita memang mendukung program PPKM Darurat, tapi kalau kebijakan ini diperpanjang harus ada solusi bagi bisnis perhotelan maupun restoran di DIY demi keberlangsungan hidup. Dampaknya sudah sangat berat sekali, kami kesulitan bernafas dengan capaian okupansi hanya dikisaran 0 sampai dengan 6 persen sehingga harus melakukan efisiensi yang lebih termasuk merumahkan tenaga kerja,” papar Deddy Pranowo Eryono, Minggu (18/7/2021).

Perhotelan dan restoran juga butuh stimulus atau dana hibah agar bisa bertahan di tengah kondisi saat ini. Stimulus yang dimaksud seperti bebas abonemen atau subsidi kelistrikan serta keringanan pembayaran BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Sehingga perpanjangan PPKM Darurat ini tidak semakin memperburuk kondisi sektor perhotelan dan restoran di DIY.

Baca juga   Soal Pembatalan Haji, Masyarakat dari Forum Aliansi Umat Islam Bersatu Audensi ke Kemenag DIY

“Kita ini sangat butuh oksigen, karena sudah sekarat semua, padahal oksigennya sama dengan oksigen kesehatan yang sangat langka saat ini. Kita antri oksigen (kredit) di bank banyak ditolaknya karena dianggap sudah tidak punya harapan hidup. Ini menjadikan kita sangat sulit bertahan hidup, jangankan bangkit bernafas untuk hidup saja kita kesulitan sekarang, termasuk mempertahankan karyawan dan properti,” keluhnya.(*)

Share :

Baca Juga

Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menerima penghargaan Nirwasita Tantra 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. (Foto:nyatanya.com/Humas DIY)

Peristiwa

Sri Sultan HB X Terima Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo menyerahkan bantuan perbaikan RTLH kepada Ngatmi. (Foto: Humas Kab Sukoharjo)

Peristiwa

Sambangi Warga, Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Rehab RTLH
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo pantau langsung warga yang lakukan isoman. (Foto: Humas Kab.Bantul)

Peristiwa

Joko Purnomo Kunjungi Warga Isoman di Wilayah Tirtosari
Mahasiswa Universita PGRI Semarang memproduksi cairan pembersih tangan yang diperuntukkan bagi masyarakat. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Mahasiswa UPGRIS Produksi Hand Sanitizer untuk Aksi Sosial
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa melalukan “ground breaking” pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik. (Foto: Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Pemkab Sukoharjo Bangun Mal Pelayanan Publik
Gibran Rakabuming dalam sebuah kesempatan meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Surakarta)

Peristiwa

Gibran Instruksikan Jajarannya Percepat Vaksinasi
Lurah Terban, Narotama dan penghargaan yang diterimanya.(Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Hebat! Kelurahan Terban Juara Pertama Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melihat fasilitas RS Respati yang baru diresmikannya sebagai RS Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Humas Sleman)

Peristiwa

RS Respati Sleman Resmi Menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19