Home / News

Senin, 26 Juli 2021 - 10:27 WIB

PPKM Level 4 Diperpanjang! Ini Alasanya

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti Rakor Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Kemenkomarivest Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat mengikuti Rakor Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Kemenkomarivest Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Pemerintah pusat memutuskan PPKM Level 4 Jawa Bali yang berakhir pada 25 Juli 2021 diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Hal ini dilakukan mengingat positivity rate di beberapa daerah masih cenderung tinggi.

Keputusan ini sampaikan pada Rakor Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pasca 25 Juli 2021, oleh Kemenkomarivest Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (25/7/2021) secara daring yang dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Luhut mengungkapkan, sebagian besar provinsi sudah menunjukan tren penurunan kasus, meskipun belum semua. Ada beberapa provinsi yang masih menunjukan penurunan kasus yang tidak terlalu signifikan atau masih cenderung tinggi, diantaranya DIY, Jateng dan Bali.

“Saya kira teman-teman sekalian satu minggu ke depan kita harus bekerja lebih keras agar kondisi makin bagus,” kata Luhut.

Meskipun begitu, menurut Luhut angka mobilitas DIY turun 30%. Membaik dari evaluasi beberapa waktu lalu yang hanya turun sebesar 15% saja. Menurut Luhut hal ini tentu mampu menekan angka kasus positif. Jumlah angka kasus DIY memang sudah mulai cenderung flat menuju turun, tapi tentu harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencapai angka positivity rate yangcukup bagus.

Baca juga   PTUN Tolak Gugatan Warga Wadas, Pemprov Jateng Rangkul Semua Masyarakat

Perkembangan PPKM Level 4 menurut Luhut menghasilkan penurunan mobilitas masyarakat yang cukup baik. Penyekatan-penyekatan jalan juga mampu menekan mobilitas. Karena dari data yang didapat, mobilitas memang menjadi salah satu faktor utama penyebaran dan penularan.

Luhut menjelaskan, berdasarkan pengamatan ekonomi dari berbagai sisi, seperti misalnya perputaran rupiah, saham, dan lain sebagainya, diprediksi oleh para ahli masih akan bertahan di minggu pertama bulan Agustus. Hal inilah yang menjadi pertimbangan selain faktor kesehatan, untuk memperpanjang PPKM Level 4 ini.

“Hingga minggu ketiga kita lihat kondisi makro ekonomi masih terjaga. Bisa dilihat dari exchange rupiah yang masih cukup oke, indeks harga saham masih tinggi. Berdasar diskusi kita dengan ekonom juga mengatakan bahwa batas stabilitas ekonomi masih bisa tetap terjaga hingga minggu pertama bulan Agustus,” jelas Luhut.

Ada indikator penentuan level PPKM yang disesuaikan dengan WHO. Indikator tersebut diantaranya laju penularan, kasus konfirmasi, perawatan, kematian, klaster kasus, transmisi dan lainnya. Menurut Luhut, meskipun suatu daerah memiliki nilai PPKM Level 1 untuk sebagian indikatornya, tapi apabila ada 1 indikator saja merujuk ke level 4, maka daerah tersebut tetap masuk pada Level 4. Meskipun indikator lainnya menunjukan level 1.

Baca juga   Setahun Sekali, Jamasan Pusaka Pemkab Bantul dan Pusaka Kapanewon

Luhut berharap dengan perpanjangan ini, tidak membuat surut semangat seluruh lapisan masyarakat untuk mengkondisikan Indonesia menjadi lebih baik. Dirinya juga berpesan agar para pejabat dan pengampu kepentingan untuk tidak lelah dan terus berjuang agar pandemi cepat berlalu.

Sementara itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, DIY siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pusat. Pihaknya akan segera membuat Instruksi Gubernur yang akan diteruskan kepada bupati/walikota, segera setelah ada Instruksi Mendagri terkait rincian peraturan PPKM Level 4 ini.

“Tentu pelaksanaan PPKM level 4 DIY kita akan ikuti ketentuan dr pusat. Apa saja yang akan diperketat kita akan ikuti setelah pusat memutuskan,” ujar Aji. (*)

Share :

Baca Juga

Awan panas guguran Merapi, Senin (28/6/2021) pukul 17.10 WIB dilihat dari pos Babadan. (Foto: nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi, Sehari 5 Kali Luncurkan Awan Panas
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini Giliran 14 Warga Srumbung Sembuh Covid-19
Heroe Poerwadi berbincang dengan tenaga medis vaksinasi Covid-19 di wilayah Kelurahan Bener. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Sisir Warga Ber-KTP Yogya, Pemkot Sebar Tim Vaksinasi Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

News

Ngebut Vaksinasi, Jateng Ajukan Tambahan 2,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Per Minggu
Kedatangan Danrem Pamungkas disambut langsung Dandim Magelang. Foto : nyatanya.com/istimewa

Militer

Tinjau Lokasi Program Serbuan Teritorial, Danrem 072/Pamungkas Disambut Dandim Magelang
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Hari Ini 1.296 Positif Covid-19 di DIY Dilaporkan Sembuh
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X melihat unit mobil ambulans bantuan hibah dari BNPB. Pemda DIY menerima bantuan penanganan Covid-19 berupa 1 unit mobil ambulans dan 1 unit mobil jenazah. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Dukung Peningkatan Layanan Pasien, Pemda DIY Terima Hibah Ambulans
Logo Pemerintah Kabupaten Sleman. (nyatanya.com)

News

Bupati Sleman: Di Rumah Saja untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19